Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Meminta Mobil


__ADS_3

"Iya aku turuti semua permintaan kamu,sekarang ikut aku pulang kerumah." ucap Bayu sambil menarik tangan Cahaya.


"Tunggu,enak saja main tarik tarik.Aku mau pamit dulu sama ibu lastri,kamu tunggu disini aja nggak usah masuk.


Setelah meminta ijin bu Lastri mereka berdua segera pergi kerumah Fitri.


"Eh menantu mami sudah datang,ayo kita ngobrol didalam."ucap Fitri sambil mengandeng Cahaya.


"Maaf ya tante ngobrol nya besok pagi aja,aku ngantuk sekali." ujar Cahaya sambil menguap.


"Ya udah sayang,sekarang kamu tidur geh sana.Bay antar istri kamu ke kamar ya." ucap Fitri.


"Ya mi,ayo sayang kita istirahat kamu pasti cape."ucap Bayu sambil menggandeng Cahaya.


"Ayo kita tidur sudah malam."ucap Bayu sambil melepas pakaiannya.


"Kamu mau ngapain buka baju segala."ucap Cahaya melihat kearah Bayu.


"Ya kan kamu ini istri aku walaupun cuma bohongan,kita mau malam pertama lah.Aku kan sudah menuruti semua kemauan kamu,terus kamu juga tadi minta mobil.Jadi kamu harus mau nemenin aku malam ini.Lagian kamu kan sudah tidak perawan nggak ada ruginya kan." ucap Bayu.


"Eh kampret,asal kamu tau ya.Biar penampilanku begini aku masih punya harga diri." teriak Cahaya sambil melemparkan bantal kearah Bayu.


"Galak banget jadi cewek,cuma lima menit doang juga,nggak ada ruginya.Lagian inikan kamar aku." gumam Bayu lirih.


"Dasar otak mesum,asal kamu tau ya aku tuh pengin banget mencekik leher kamu sampai mati.Sekarang kamu katakan yang sejujurnya,kamu kan yang sudah menghamili aku enam tahun lalu." ucap Cahaya sambil menindih tubuh Bayu dan mencekik lehernya.


"Lepasin aku,aku tuh sulit bernapas,oke aku memang pernah tidur dengan beberapa wanita tapi aku tidak ingat siapa saja wanita yang sudah aku tiduri." ucap Bayu sambil melepaskan tangan Cahaya yang berada dilehernya.


"Coba kamu ingat ingat lagi,mungkin wanita itu aku.Masa tidur sama wanita sampai lupa,memangnya berapa banyak wanita yang sudah kamu tiduri?" tanya Cahaya yang terlihat kesal.


"Kan sudah aku bilang lupa,kamu juga masa hamil tidak tau siapa ayahnya.Biar jelas dan aku ingat lebih baik kita melakukannya saja malam ini.Aku pasti akan mengingatnya lagian malam ini dingin banget,kamu pasti kedinginan kan." ucap Bayu yang masih berada dibawah.


"Ya akan aku lakukan,tapi aku harus mencekik leher mu dulu sampai mati." ucap Cahaya yang kembali mencekik Bayu.


Saat Bayu tengah kehabisan napas Fitri masuk tanpa mengetuk pintu.


"Ya ampun apa yang kalian lakukan,maaf ya mami datang diwaktu yang tidak tepat." ucap Fitri merasa tidak enak.


"E enggak kok Tante,kita cuma bercanda saja." ucap Cahaya kemudian turun dari tubuh Bayu.


"Ya sudah terusin aja lagi,maaf ya mengganggu kalian." ucap Fitri kemudian pergi keluar.

__ADS_1


"Untung mami datang,kalau tidak aku pasti mati ditangan cewek gila ini."gumam Bayu dalam hati.


"Kali ini kamu selamat,jika semuanya terbukti,aku tidak akan segan segan bunuh kamu.Sekarang aku mau tidur dan kamu tidur di bawah tidak boleh menyentuh aku." ucap cahaya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kemana cewek gila itu,apa dia sudah pulang." gumam Bayu lirih sambil melihat ke sekeliling ruangan saat sudah pagi.


"Kamu sudah bangun Bay,ayo sarapan.Istri kamu yang masak lho ternyata dia pandai juga.Kamu benar benar pintar milih istri." ucap Fitri memuji Cahaya.


"Ya pinter,mami nggak tau aja anaknya hampir mati sama wanita gila ini." gumam Bayu dalam hati.


"Lho kok nggak dimakam sih Bay,memangnya makanannya nggak enak."ucap Fitri melihat Bayu mengaduk aduk makanannya tanpa memakannya.


"Iya sayang kok ngga dimakan sih." ucap Cahaya sambil menendang kaki Bayu dengan kakinya.


"Iya sayang aku makan kok,ini enak sekali." ucapnya sambil memasukan makanannya dengan cepat ke mulutnya.


"Tante aku kemar mandi sebentar ya." ucap Cahaya.


"Ya sayang,jangan lama lama ya." ucap Fitri sambil mengelap mulutnya.


"Bay semalam gimana,sepertinya menantu mami jago di ranjang ya.Mami sampai kaget saat masuk ke kamar kamu,mami jadi nggak enak." ucap Fitri sambil tertawa kecil.


"Pantesan kamu makannya rakus gitu." ucap Fitri sambil tersenyum.


"Ya kewalahan dan hampir mati." gumam Bayu dalam hati.


"Ya udah mi aku berangkat dulu." ucap Bayu sambil mencium tangan Fitri.


"Kamu nggak pamit dulu sama istri kamu." ucap Fitri.


"Nggak usah mi,aku buru buru.Paling dia masih dikamar mandi,masih lama." ucap Bayu segera beranjak pergi.


"Tunggu dong sayang,aku kok ditinggal sih.Kamu bilang kemarin kamu mau beliin mobil,kamu lupa ya." ucap Cahaya sambil merapikan dasi Bayu yang masih rapi.


"Nggak usah,kalau kamu pengen mobil tuh pakai aja mobil yang di depan.Kamu tinggal pilih yang mana,itu kan banyak." ucap Bayu sambil menunjuk kearah garasi.


"Tapi aku kan maunya yang baru,ya udah deh kalau kamu nggak mau beliin." ucap Cahaya kesal.


"Kamu jangan pelit pelit gitu dong Bay,diakan istri kamu.Pokoknya sekarang kamu antar dia ke serum dan pilih mobil yang dia suka." ucap Fitri.


"Tapi mi,hari ini aku ada meeting penting dengan klien."ucap Bayu.

__ADS_1


"Pokoknya mami nggak mau tau antar dia sekarang,dia kan lagi ngidam mami nggak mau cucu mami nanti ileran.Istri kamu lebih penting dari apapun." teriak Fitri.


"Iya Bayu pergi ke sorum sekarang." ucap Bayu sambil meninggalkan Cahaya.


"Eh kampret,kok aku ditinggalin sih awas saja nanti."gumam Cahaya sambil mengejar Bayu.


"Cepetan kamu pilih yang mana,nggak usah yang mahal tuh yang itu saja."ucap Bayu sambil menunjuk kesebuah mobil.


"Eh kampret,kamu kira aku mau mobil butut kayak gitu.Aku maunya mobil yang itu,yang yang warna hitam." Ucap Cahaya sambil menunjuk kearah mobil Pajero.


"Dasar cewek gila udah untung aku mau beliin kamu mobil,sekarang malah ngelunjak." ucap Bayu kesal.


"Gimana mas jadinya mobil yang mana." ucap seorang pegawai sorum.


"Sebenarnya aku maunya mobil Pajero itu mba,tapi sayang suami aku pelit banget.Dia nyuruh aku beli mobil yang itu."ucap Cahaya sambil menunjuk sebuah mobil Suzuki Karimun.


"Ya udah deh,aku pulang saja dari pada aku ngiler.Punya suami ganteng tapi pelitnya kebangetan,padahal kalo mati hartanya nggak dibawa." ucap Cahaya sambil pergi.


"Loh ini Bayu ya,apa kabar bro."ucap Ferdi sambil memeluk Bayu.


"Aku baik,kamu sendiri bagaimana?"tanya Bayu.


"Seperti yang kamu lihat aku baik baik saja,itu tadi siapa yang bersama kamu."tanya Ferdi.


"Yang tadi bos,itu istrinya masnya."ucap karyawannya.


"Oh jadi itu istri kamu cantik juga ya,kamu pinter milih istri."ucap Ferdi sambil melihat kearah Cahaya.


"Ngapain kamu balik lagi!!"ucap Bayu yang melihat Cahaya berjalan kearahnya.


"Nih ponsel aku ketinggalan." ucap Cahaya sambil mengambil ponselnya yang berada di kursi.


"Oh ya Bay,kamu beli mobil yang mana?mumpung ada istri kamu biar dia bantu memilih." tanya Ferdi.


"Nggak usah Bayu itu seleranya rendah,nanti dia tidak suka sama pilihan aku." ucap Cahaya sambil berlalu pergi.


"Tunggu kamu jangan pergi dulu.Bayu itu suka ganti ganti mobil,dia paling jago soal milih mobil.Iya kan bay."ucap Ferdi.


"Iya dong,oke sayang aku pilihkan kamu mobil Pajero warna hitam itu."ucap Bayu sambil menunjuk kearah mobilnya.


"Beneran sayang,kamu baik banget deh,aku makin cinta sama kamu." ucap Cahaya sambil berlari dan memeluk Bayu.

__ADS_1


__ADS_2