
Hujan tiba tiba turun dengan deras,cahaya mengurungkan niatnya untuk pulang sambil meminum minuman yang diberikan Fitri.
"Ko rasanya gini ya,ya udah lah minum aja mumpung cuacanya dingin."ucap cahaya kemudian menuangkan minuman ke gelas.
"Prang"
Minuman yang dibawa Indah jatuh dan mengenai baju Cahaya.
"Jalan liat liat dong,punya mata nggak sih."teriak Cahaya sambil mengelap bajunya.
"Nggak sengaja,habis aku buru buru mau menghabiskan malam sama Bayu." ucap Indah.
"Gara gara kamu baju aku jadi kotor,aku harus kasih kamu pelajaran." gumam Cahaya sambil masuk ke kamar tamu.
"Cekrek"
"Rasain dasar cewek kegatelan,malam ini kamu menginap dikamar mandi." gumam Cahaya sambil mengunci kamar mandi dari luar.
"Mana kunci mobilnya ya,mana kepalaku pusing gini.Pasti tertinggal dikamar Bayu,males sekali harus kesana lagi." gumam Cahaya sambil menuju kamar Bayu.
"Nah ini dia kuncinya.Mana baju aku kotor,sebaiknya aku ganti baju dulu.Kata Tante Fitri disini banyak baju."gumamnya sambil mengeluarkan baju baju dari lemari.
Karena kehausan Cahaya meminum jus jeruk yang berada dimeja dan meminumnya ampai habis.
"Wah hujannya tambah lebat,sebaiknya aku menginap saja.Bayu kan malam ini hendak main kuda kudaan sama indah lebih baik aku kunci dulu pintunya dan tidur disini saja." gumamnya.
Tiba tiba Cahaya merasa kepanasan, kemudian dia mencari pakaian di lemari.
"Kenapa pakaiannya begini semua,ini kan pakaian buat menggoda lelaki hidung belang.Tapi nggak papa lah aku pakai saja, kan nggak ada orang dari pada pakai baju basah." gumam Cahaya sambil mengganti pakaiannya.
Sementara Bayu tengah berendam dikamar mandi sambil memainkan ponselnya.
"Kira kira si Indah sudah tidur belum ya,aku kan sudah lama dikamar mandi.Mana lama lama dingin.Aduh bagaimana kalau Indah masuk,pintunya kan belum aku kunci.Jangan jangan sekarang dia lagi nunggu aku di kamar ,gimana cara menghindar darinya." gumam Bayu.
Setelah membersihkan badannya dengan air dan memakai handuk Bayu keluar dari kamar mandi secara perlahan.
"Aku nggak salah lihat,itu kan Cahaya." ujarnya sambil mengucek kedua matanya dengan tangan.
__ADS_1
"Kamu masih disini,ya ampun kamu terlihat seksi sekali Ini beneran kamu kan." ucapnya sambil mencubit perut nya sendiri.
"Auw sakit,ini bener nggak mimpi pasti kamu habis minum." ucap Bayu sambil menempelkan hidungnya di tubuh Cahaya.
"Bang aku kangen sama Abang,kenapa Abang masih dekat dengan Anggun.Apa kurangnya aku bang dia kan jelek cantikan aku." ucap Cahaya yang menubruk Bayu dan memeluknya.
"Bang Damar kenapa diam saja memangnya Abang tidak kangen sama aku." ucap Cahaya yang menciumi leher Bayu sambil meremas kepalanya.
"Kebetulan sekali aku juga kedinginan,aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini.Terserah dia mau bilang Damar atau apa,aku sudah tidak tahan lagi.Kalau dia nanti marah tinggal dikasih duit saja." gumam Bayu sambil mendorong Cahaya dan menindihnya di kasur.
"Aku benar benar bahagia malam ini,mumpung dia sedang mabuk aku akan melakukannya sampai aku puas.Aku kan sudah mengeluarkan uang banyak buat dia."gumam Bayu sambil meneruskan permainannya dengan Cahaya.
Setelah melakukan beberapa kali dengan berbagai gaya akhirnya mereka berdua terkulai lemas dengan kamar yang berantakan.
Bayu sudah bangun terlebih dulu dan sedang berada dikamar mandi membersihkan diri.
"Aku betul betul puas semalam,ternyata dia begitu pandai.Andai saja dia jadi istri aku beneran,pasti aku tidak akan pernah lagi melirik wanita manapun.Baru kali ini aku merasa puas dengan seorang wanita,dia itu beda dari yang lain." gumamnya sambil membayangkan Cahaya.
"Kenapa badan aku lemes banget,kepalaku juga pusing." gumamnya sambil memegang kepalanya.
"Prang,,,brakkk"
Benda benda yang ada dikamar dia lemparkan ke arah cermin besar yang ada dikamar Bayu .Sehingga cermin besarnya pecah berantakan dan kamar berantakan sekali.
Bayu yang sedang mandi buru buru keluar sambil memakai handuk.Sedangkan Fitri yang mendengar suara gaduh mengetuk pintu kamar nya.
""Cahaya ,Bayu apa yang terjadi." teriak Fitri dari luar.Katena mendapat gedoran berkali-kali dari luar,terpaksa Bayu membukakan pintu.
"Bay apa yang terjadi,kenapa kamar kamu berantakan."ucap Fitri yang hendak masuk kamar.
"Nggak mi,mami tenang saja.Semuanya baik baik saja,istri aku lagi marah karena mau nambah lagi permainannya.Mami kayak nggak tau aja anak muda.Udah mami pergi saja sana." bisik Bayu ditelinga Fitri dan mendorongnya keluar kamar.
"Ada ada saja tingkah laku menantuku,tapi dulu aku nggak begitu." ujarnya sambil meninggalkan kamar Bayu.
Setelah puas menghancurkan barang barang Bayu,Cahaya masuk ke kamar mandi dan membersihkan badannya.
"Awas saja,aku akan membuat perhitungan denganmu." teriak Cahaya kemudian meninggalkan kamar Bayu.
__ADS_1
"Hancur sudah barang barang aku,tapi nggak papa lah yang penting aku semalam puas banget." ujarnya sambil menuju ke meja makan.
"Bay kamu kenapa kok senyum senyum sendiri gitu."tanya Fitri melihat tingkah laku aneh Bayu.
"Nggak mi,ini makanannya enak banget aku suka." Sahut Bayu sambi menaruh makanannya kedalam piring dan memakannya dengan lahap.
Fitri yang melihat tingkah laku aneh Bayu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ya ampun,kenapa kamarnya berantakan sekali.Cermin besarnya juga pecah kacanya berserakan dimana mana.Memang sedahsyat apa permainan anak dan menantuku semalam."gumam Fitri sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Tante dicariin dari tadi ternyata ada disini.Pokonya Tante harus kasih pelajaran pada wanita itu,dia mengurungku semalam dikamar mandi.Ya ampun Tante kenapa kamar Bayu berantakan gini." ucap indah kaget.
"Biasalah semalam mereka habis melakukan hubungan suami istri,ya sudah biarkan saja biar nanti bibi yang membereskan semua." ucap Fitri sambil meninggalkan Indah yang tengah mematung dikamar Bayu.
"Pasti semalam wanita itu yang meminum obat perangsang itu,aku harus memberikan pelajaran padanya.Gara gara dia semua rencanaku gagal dan aku harus tidur dikamar mandi semalaman."gumam Indah sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sementara Cahaya menyetir dengan tidak fokus dan hampir menabrak seorang kakek yang tengah menyebrang.
"Sssst"
"Ya ampun,aku hampir saja menabrak.Aku harus segera turun bagaimana jika kakek tua itu mati.Pasti nanti aku dijebloskan jebloskan kedalam penjara." gumam Cahaya segera turun dari mobil dan membantu memapah tubuhnya.
"Kakek tidak papa,mana yang..." ucapannya terhenti sambil melihat kearah pria tua didepannya.
"Tidak kenapa wajahnya mirip dengan Damar dan juga Bayu.Jangan jangan dia yang sudah menghamili." gumamnya lirih kemudian berlari menuju mobilnya.
Cahaya meninggalkan pria tua yang hampir ditabraknya dan segera pulang kerumah dan mengendari mobil dengan kecepatan tinggi.
"Ya tuhan kenapa hidupku begitu mengenaskan seperti ini,baru saja bc aku kecewa karena telah dinodai Bayu.Sekarang aku bertemu pria tua yang mirip kedua anakkku.Bagaimana kalau kedua anakku tau kalau ternyata ayahnya seorang kakek tua!!"gumam Cahaya lirih.
Kemudian dia bangkit dan berjalan kearah dapur dan mengambil pisau kecil yang dibelinya kemari.
"Aku harus melakukan sesuatu." gumamnya sambil memegangi pisau.
"Aya apa yang kamu lakukan,jangan lakukan itu." teriak seseorang dari belakang
.
__ADS_1