Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Ditalak


__ADS_3

"Tante Fitri!!"gumam Cahaya lirih.


"Jadi ini menantu Tante,pasti Tante salah.Dia itu istrinya pemulung yang ada disana.Beneran Tante aku nggak bohong,aku bahkan pernah lihat dia mulung.ini dia foto suaminya Tante."ucap Dewi sambil menunjukan foto Damar.


"Ini memang foto anak saya,ayo Cahaya mendingan kita belanja di tempat lain." ucap Fitri sambil menggandeng Cahaya.


"Kamu pilih sesuka kamu ya sayang,mami mau ke sebelah sana dulu." ucap Fitri kemudian meninggalkan Cahaya.


"Ya ampun baju disini mahal,lebih baik aku beli di pasar saja.Nanti uang aku habis,aku kan harus berhemat." ucap Cahaya sambil meletakan kembali baju yang dipilihnya.


"Kenapa sayang kok nggak jadi ambil,kalau begitu biar mami pilihkan saja ya."ucap Fitri sambil mengambil beberapa baju.


"Nah ini semua buat kamu,setelah ini kita ke salon ya." ucap Fitri sambil menerima pakaian yang telah dibayarnya.


Setelah selesai dari salon Fitri mengajak Cahaya pulang kerumahnya.


"Tante sebaiknya aku pulang saja." ucap Cahaya yang merasa tidak enak.


"Aduh sayang,mami tuh mau ngenalin kamu sama papi dan kakek Bayu.Mereka habis pulang dari London.Kamu itu terlihat cantik sekali ini buat kamu." ucap Fitri sambil menyerahkan kartu kreditnya.


"Nggak Tante,aku nggak mau nerima itu.Tante juga sudah membelikan pakaian sebanyak ini,inibsudah lebih dari cukup.' ucap Cahaya menolak.


"Kalau kamu tidak mau menerimanya Tante akan sangat kecewa.Mulai sekarang kamu panggil aku mami saja Kamu kan menanti aku." ucap Fitri sambil memasukan kartu kreditnya pada dompet Cahaya.


"Iya Tante,eh mami." ucap Cahaya sambil memeluk Fitri.


Cahaya menuju kediaman Fitri menggunakan mobilnya dan dirumah Fitri tampak Bayu sedang mengobrol dengan ayahnya.


"Pi kenalin ini Cahaya,menantu kita." ucap Fitri uang memperkenalkan Cahaya pada suaminya.


"Kamu kan cewek yang di kantor kemarin,jadi kamu menantuku.Aku sampai maki maki Bayu,aku pikir dia berbuat aneh aneh sama anak gadis orang." ucap Ibra yang memandang kearah Cahaya.

__ADS_1


"Jadi dia ayahnya Bayu,aduh aku malu sekali." gumam cahaya dalam hati.


Setelah saling mengobrol tiba-tiba seseorang datang dengan memakai tongkat.


"Ayah kok nggak panggil Fitri kalau mau keluar,nanti kalau ayah jatuh bagaimana.Kenalin yah ini istrinya Bayu namanya cahaya." ucap Fitri sambil memegangi Farid.


"Kamu kan cewek yang waktu itu,jadi kamu istrinya Bayu." ucap Farid kaget.


"Iya kek." ucap Cahaya dengan wajah kaget dan keringat mengalir dari keningnya.


"Ayah kenal sama Cahaya." ucap Fitri.


"Iya dia yang membantu aku waktu terserempet mobil." ucap Farid berbohong.


"Kemarin kata kakek nggak ada yang nolong,malah yang nyerempet lari bawa mobilnya kenceng banget." ucap Bayu sambil memandangi wajah Cahaya.


"Sudah bay kakek itu sudah tua ingatannya sudah pikun,tidak perlu dibahas lagi.Ayo ajak istri kamu ke kamar pasti dia kecapean." ucap Fitri.


"Sekarang katakan padaku kalau sebenarnya kamu kan yang hampir menabrak kakek." ucap Bayu saat berada dikamarnya.


"Aku nggak percaya,pokoknya kamu harus tanggung jawab.Gara gara kamu kakek aku jalannya harus pakai tongkat.Kalau tidak aku jebloskan kamu ke penjara,di mobil kamu sudah aku Pasang cctv jadi aku punya buktinya." ucap Bayu sambil mengunci pintu kamarnya.


"Please Bayu jangan masukin aku ke penjara,kasihan anak anak aku.Aku nggak mau masuk penjara kedua kalinya." ucap Cahaya sambil memegangi kaki Bayu.


"Aku tidak akan masukin kamu ke penjara,kecuali kamu mau nemenin aku malam ini.Aku kangen sekali sama kamu,permainan kamu yang begitu menggodaku." ucap Bayu sambil mendorong tubuh Cahaya dan menindihnya.Kemudian dia mencium leher Cahaya dan mencium bibir merahnya.Cahaya hanya pasrah menerima sentuhan Bayu dan mulai membalas ciuman Bayu.Senjata pusaka Bayu mengeras, kemudian dia turunkan bibirnya menuju gunung kembar Cahaya dan mulai menjilati dan memainkan put**nya dengan bibirnya sementara kedua tangannya menelusup di bagian bawah milik Cahaya dan memainkan dengan kedua jarinya.


"Bay diluar ada Amelia." teriak Ibra sambil mengetuk pintu kamar Bayu.


"Sialan,mau apa lagi cewek itu." gumam Bayu sambil menghentikan permainannya.


"Sudah sana temui dia." ucap Cahaya sambil mendorong tubuh Bayu.

__ADS_1


"Biarkan saja,kita lanjutkan lagi permainannya." ucap Bayu sambil memeluk Cahaya dari belakang.


"Dasar lelaki sama saja,harusnya tadi aku tidak melakukan ini.Temui saja pacarmu itu,tadi kamu juga seneng banget saat ketemu di kantor pakai acara peluk pelukan segala." ucap Cahaya sambil mendorong Bayu kembali kemudian keluar kamar.


"Jadi tadi dia melihat aku memeluk Amelia di kantor." ucapnya frustasi sambil menjambak rambutnya.


"Gara gara Amel,kenapa dia mesti datang sih." gumam Bayu sambil membetulkan pakaiannya.


"Sayang mau kemana?" tanya Fitri melihat Cahaya keluar dari kamar Bayu dengan wajah jutek.


"Pulang." sahut Cahaya ketus.


"Ih papi harusnya tadi Bayu nggak usah di panggil,cahaya kan jadi marah.Papi ini kayak nggak pernah muda aja,Bayu kan lagi sama istrinya.Barang kali mereka lagi berduaan,aku jadi nggak enak.Lagian ngapain sih Amelia malem malem kesini."ucap Fitri yang melihat raut kecewa di wajah Cahaya.


Saat sampai rumah dia melihat mobil terparkir didepan rumahnya.Karena penasaran dia segera turun dari mobil dan segera masuk menghampiri seseorang yang sedang berada diteras.


"Bang Damar,kapan Abang pulang?" tanya Cahaya sambil memeluknya.


"Kedatanganku kesini karena ada hal penting." sahut Damar yang melepas pelukan Cahaya.


'Maksud Abang apa." ujar Cahaya sambil melihat kearah wanita yang bersama Damar.


"Cahaya mulai hari ini kamu bukan istriku lagi,aku menalakmu.Sebentar lagi aku akan menikah dengan Andin,dia adalah cinta pertamaku.Ini undangan pernikahan kami,aku harap kamu bisa datang." ucap Damar sambil menyerahkan undangan ke tangan Cahaya.


"Ayo sayang,kita pulang inibsudah larut malam." ucap Andin mengandeng tangan Damar.


Cahaya diam membisu sambil meneteskan air matanya.Namun tiba tiba perutnya terasa mual dia segera berlari ke kamar mandi.


"Kenapa akhir akhir ini aku sering mual saat malam hari,jangan jangan aku hamil." ucap Cahaya kemudian melihat kearah kalender.


Dia segera mencari test pack dilacinya dan mengeluarkan semua isinya.Namun dia tidak menemukannya,dia mengeluarkan semua isi lemarinya.Kemudiam dia menemukannya dibawah tumpukan baju.

__ADS_1


Dia segera berlari ke kamar mandi dan menampung air seninya,kemudian memasukan benda pipih kecil itu kedalam wadah.


Jantungnya berdetak tidak teratur,dia mulai membuka matanya secara perlahan kearah benda di tangannya.


__ADS_2