Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
pindah runah


__ADS_3

"Mi kita harus menikahkan Bayu Secepatnya,papi nggak enak sama orang tua Amelia.Mereka itu sahabat papi sewaktu masih kuliah.Apalagi Bayu akhir akhir ini terlihat aneh."ucap Ibra yang tengah berada diteras dengan menikmati secangkir kopi.


"Maksud papi aneh gimana?" tanya Fitri.


"Masa tadi pagi waktu kekamar Bayu,dia meluk meluk aku padahal matanya masih merem.Cahaya sayang ayo main lagi,gitu katanya kan aneh." sahut Ibra.


"Ibra mana kejelasan kamu katanya anak kamu mau menikahi anak aku,sampai saat ini tidak ada itikad baik dari kamu." Teriak Rozak yang tiba-tiba sudah berada diteras.


"Ayo masuk kedalam Rozak,kita bicarakan semuanya secara baik baik." ucap Ibra sambil menuntun Rozak masuk.


"Mi cepatan kamu panggil Bayu kesini." ucap Ibra.


"Iya Pi." jawab Fitri kemudian berjalan menuju kamar putranya.


"Kapan putramu menikahi anakku,aku sampai sedih melihatnya mogok makan.Aku rela mengemis kesini demi Amel dia putri satu satunya." ucap Rozak.


"Nah ini dia Bayu,ayo duduk.Seceoatnya kamu harus menikahi Amel kalau bisa hari ini saja." ucap Ibra yang melihat Bayu sudah keluar dari kamar.


"Tapi,aku Sudah tidak mencintainya." ucap Bayu.


"Tidak ada tapi tapian,pokoknya hari ini kalian menikah titik."ucap Ibra sambil meng kugebrak meja.


"Oke aku akan menikahi Amel,tapi menikah secara siri dan sederhana tanpa pesta hanya kerabat saja.Jika tidak mau ya sudah,aku juga tidak takut jika papi mengusirku." ucap Bayu sambil melirik kearah Ibra.


"Nggak papa yah,Amel mau kok menikah dengan Bayu walau hanya menikah secara siri." teriak Amel dari arah depan kemudian masuk dan memegangi kaki ayahnya.


"Tapi nak ayah ingin kamu menikah secara resmi bukan pernikahan siri." ucap Rozak sambil mengelus rambut putrinya.


"Tidak papa yah,Yang penting Amel bisa menikah dengan Bayu." ucap Amel.


Akhirnya pernikahan mereka dilaksanakan hari itu juga dengan penampilan sederhana dan hanya dihadiri keluarga dekat saja.Fitri yang dulu sangat menyayangi Amel,kini bersikap cuek dan tidak peduli padanya.


"Bay akhirnya kita menikah juga." ucap Amel sambil memeluk Bayu.


"Aku mau mandi dulu,panas banget." ucapnya menyingkirkan tangan Amel dan berjalan kekamar mandi.


"Tumben Bayu nggak merespon,biasanya jika aku peluk dia langsung nyosor aja." gumam Amel lirih.


"Ya ampun Mel,kenapa kamu tidak memakai pakaian,kamu mau mandi?"tanya Bayu yang melihat Amel berdiri di depan pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Ya nggak lah sayang,kan mau malam pertama kita kan sudah resmi menikah."jawab Amel sambil tangan Bayu menuju ranjang dan menciumnya.


"Maaf Mel,jangan hari ini ya,aku capek banget lain kali saja." ucap Bayu.


"Ya sudah,padahal aku sudah sangat menginginkannya." ucap Amel yang memalingkan wajahnya dari Bayu.


"Aku tidak berselera melihat tubuhmu,punya Cahaya lebih padat dan berisi.Walaupyn dia sudah memiliki dua orang anak tapi rasanya seperti perawan saja."gumam Bayu dalam hati.


"Tante selama dua bulan ini,Bayu hanya menyentuhku selama dua kali saja.Udah gitu hanya sebentar lagi,apa dia impoten ya tan?" tanya Amel saat sedang menonton televisi.


"Ya nggaklah, kamu jangan menuduh suamimu tanpa bukti.Mungkin kamu kurang kali servisnya.Dulu waktu sama Cahaya kamarnya sampai acak acakan,lehernya banyak tanda merahnya." ucap Fitri kemudian pergi meninggalkan Amel.


"Bayu tunggu dulu."teria Ferdi.


"Eh kamu fer,ada apa tumben kamu kantorku?" tanya Bayu saat hendak masuk kekantor.


"Itu Bay kemarin aku ketemu sama istri kamu di rumah sakit,aku sangat yakin itu istri kamu sebab dia bersama dua orang anak kecil yang mirip kamu.Ternyata istri kamu lagi hamil ya,selamat ya bro.Aku balik dulu tadi kebetulan lewat kantor kamu jadi aku mampir sebentar." ucap Ferdi yang menyalami Bayu kemudian beranjak pergi.


"Apa Cahaya hamil,berarti dia sudah menikah lagi.Atau jangan jangan itu anak aku,aku harus segera ke rumah sakit untuk mengetahui apakah aku bisa mempunyai keturunan atau tidak.Jika benar berarti itu anak aku .Tapi aku harus kekantor dulu takut Papi marah lagi.Kemarin saja marah saat mengetahui aku menggelapkan uang kantor."gumam Bayu.


*


*


"Aduh mesranya ibu itu,pasti dia beruntung sekali ya punya suami yang sayang kepadanya.." ujar Cahaya yang tengah melihat kearah jendela.Dia segera kekamar dan merias wajahnya dan berganti pakaian.


"Bu Cahaya pamit dulu ya mau ke ATM mau ambil uang sekalian jalan jalan cuci mata.Titip anak anak ya,mereka sedang tidur siang."ucap Cahaya sambil mencium tangan Lastri.


"Biarlah aku belanja sebanyak ini buat Setok,kalau uang pemberian Tante Fitri habis aku minta ayah saja." ucapnya sambil menuju kasir.Kemudian dia mengecek saldo di ATM yang berada di Mall.


"Ya ampun,ini nolnya banyak banget." ujar Cahaya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Belanjaan yang dia pegang jatuh berserakan di lantai.


"Pakai ini saja mba,biar lebih mudah." ucap seorang pria sambil menyerahkan kantung belanja dari kain yang tebal.


"Ya ampun itu kan Kevin,temennya kak Sinta." ucap Cahaya yang memandangi Kevin tanpa berkedip.


"Kamu Cahaya kan,adiknya Sinta " ucap Kevin kemudian memunguti belanjaan Cahaya dan memasukannya kedalam kantong.


"Terimakasih sudah membantuku,kakak masih mengenaliku." ucap Cahaya.

__ADS_1


"Sebenernya tadi agak ragu pas liat kamu,soalnya kamu tambah cantik dan feminim berbeda sama yang dulu." ucap Kevin.


"Ih kak Kevin bisa saja,ayo kak kita ngobrol disitu saja kaki aku sudah pegel nih kelamaan berdiri." ucap Cahaya sambil menunjuk ke sebuah bangku kosong.


"Oh iya beberapa Minggu yang lalu aku melihat Sinta dengan pakaian lusuh sedang mendorong seorang wanita dengan wajah yang penuh luka di jalanan." ucap Kevin.


"Tidak sia sia aku membayar mahal,maafkan Bu Sandra aku terpaksa melakukan itu semua." gumam Cahaya dalam hati.


"Mungkin kamu salah liat,aku pulang dulu ya." ucap Cahaya kemudian meninggalkan Kevin.


Dia bergegas menghidupkan mobilnya namun tidak nyala juga..


"Ya ampun kok tiba tiba mogok sih " gumam Cahaya lirih.


"Tin tin tin"


"Ayo ikut saja denganku,biar mobilnya nanti aku yang urus." teriak Kevin sambil membuka jendela mobil.


"Makasih yah,sudah nganterin aku pulang " ucap Cahaya.


"Kenapa kamu sendirian,dimana suami kamu?" tanya Biru.


"Sebenarnya aku ini seorang janda,suami aku menikah lagi karena wanita selingkuhannya hami.Aku ini sudah punya dua orang anak jadi sudah tidak menarik lagi.Itulah sebabnya suamiku berpaling dariku."ucap Cahaya sambil berpura pura bersedih.


"Kamu yang sabar ya,suami kamu memang bener bener kelewatan.Memangnya wanita itu secantik apa sampai tega meninggalkan kamu.Kamu itu masih terlihat cantik,aku saja hampir tidak mengenalimu tadi.Aku boleh minta nomer handphone kamu kan?" tanya Kevin yang kini tengah menyetir.


"Boleh, sebentar ya aku tulis dikertas.ucap cahaya kemudian mengambil bolpoin dan kertas dari dalam tasnya.


Setelah bertukar nomer ponsel Kevin mengantarkan Cahaya sampai depan rumah.


"Daaa,makasih ya." ucap Cahaya sambil melambai kearah Kevin yang membuka kaca mobilnya.


"Cahaya kamu pulang diantar Kevin." ucap Lastri yang saat itu tengah menyapu teras.


"Ibu kenal dengan Kevin." ucap Cahaya.


"Iya lah,Kevin itu ponakanku." ucap Lastri.


"Yah ponakan ibu Lastri sih,padahal tadinya aku mau deketin kevin.Dia itu baik ganteng pokoknya tipe aku banget deh,Terpaksa nggak jadi deh padahal aku dah ngarep banget jadi pacar Kevin." Ucap Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2