Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Dari Pada Pusing Mending Dinner


__ADS_3

Cahaya bangkit dan berdiri sambil menahan air matanya yang hendak terjatuh.


"Plakkk"


"Plakkk"


Sebuah tamparan dilayangkan ke pipi Damar dengan keras sehingga dia terhuyung kebelakang,Sementara Cahaya berbalik badan dengan mengatur nafasnya yang tak beraturan.


"Aku tidak Sudi kembali dengan lelaki sepertimu,jadi kebaikanmu selama ini hanya untuk menutupi kebusukan mu saja.Aku membencimu,sangat membencimu."teriak Cahaya.


"Tes"


Akhirnya air matanya yang dari tadi dia tahan jatuh juga.Kemudian dia pergi meninggalkan semua orang dirumahnya dengan menggunakan mobilnya.Dia hanya mengikuti jalan raya,hingga dia tersadar bahwa waktu menjemput anaknya hampir terlewat.


Cahaya bergegas putar arah dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Dia segera turun dari mobil namun sedikit terhuyung dan hampir terjatuh.Beruntungnya sebuah tangan kekar dan berotot menangkap dirinya.


"Kamu tidak papa nona?"tanya seorang pria yang hanya menggunakan kaos pendek sehingga memperlihatkan oto otot tangannya .


"Aku tidak pap,sepertinya aku mengenalmu." ucap Cahaya sambil menggaruk garuk kepalanya dan mencoba mengingat orang yang ada dihadapannya


"Aku ini Niko,dulu kita pernah bertetangga.Kamu masih ingat kan,kalau kamu suka memetik mangga di depan rumahku." ucap pria yang ternyata bernama Niko.


"Ya ampun kamu Niko,kamu berbeda Sekali aku sampai tidak mengenalimu." ucap Cahaya sibuk memperhatikan Niko secara teliti.Niko yang dulu selalu memakai kacamata dan bertubuh kurus.Kinu menjelma menjadi sosok pria dengan postur tinggi dan bertubuh tegap dengan kulit sawo matang serta hidung lancipnya.Mukanya memang tidak terlalu berubah tapi terlihat lebih dewasa dengan sedikit kumis tipis dan mempunyai jambang tipis.


"Kamu juga Aya,rasanya aku seperti bermimpi saja." kekeh Niko pelan.Sewaktu belum pindah Niko selalu diajak main oleh Cahaya,Niko merupakan satu satunya teman Wanita Niko.Karena Niko termasuk susah dalam berteman.


Setelah sekian lama tidak bertemu akhirnya mereka bertemu kembali.Namun hal itu tidak berlangsung lama karena Amar dan Aska keluar dari kelasnya.


"Aku tidak menyangka cahaya kamu masih muda sudah memiliki dua orang anak "ucap Niko yang menepuk bahu Cahaya pelan karen mendengar cerita Cahaya.


"Ibu kenal sama om Niko?"tanya Amar saat keluar dari kelas melihat ibunya mengobrol dengannya.


"Iya Amar kok tau om Niko."sahut Cahaya.


"Dia itu guru olahraga Amar Bu." ucapnya sambil mencium tangan ibunya.Kemiduan disusul Aska yang berada dibelakang.


"Om Niko kita pamit pulang ya." ucap Kedua putranya kemudian menciumi tangan Niko.

__ADS_1


Saat sampai rumah keadaan sudah hening terdengar beberapa orang uang sedang mengobrol.


"Aska,Amar ayah kangen kalian." ucap Damar yang tiba tiba keluar dan memeluk kedua anak itu.


"Maaf yah Aska cape mau istirahat dulu." ucapnya sambil mendorong lengan ayahnya pelan.


"Aska ,Amar ayo main sama ayah." ucap Bayu yang dari tadi mengawasi gerak gerik Damar.


"Maaf yah ,kita berdua mau istirahat." ucap Amar yang menggandeng adiknya masuk kemar.


"Syukurlah."gumam cahaya lirih.Sebelum sampai rumah Cahaya berpesan pada anaknya agar bersikap biasa saja pada mereka berdua.Dan memberi tau dengan pelan bahwa ayah mereka juga kembar.Mereka yang masih bingung tentang siapa ayahnya hanya menurut saja.


"Cahaya,ayah ingin mengobrol dengan mu sebentar." ucap Anton yang sedari tadi menunggu.


"Ya yah." ucap Cahaya dengan susah payah melangkahkan kakinya dan duduk bersama Fitri dan Ibra disusul oleh Bayu dan Damar dibelakang.


"Sebenarnya apa yang ingin kalian bicarakan denganku." ucap Cahaya yang saat ini kehamilannya menginjak tujuh bulan.


"Sebaiknya kamu segera menikah nak,ini demi anak yang ada diperutmu.Kasihan jika dia lahir tanpa seorang ayah." ucap Anton sambil memandangi wajah putrinya.


"Aku tidak akan menikah dengan mereka berdua,aku bisa membesarkan anakku seorang diri tanpa kehadiran seorang ayah.Jika sekalian hanya ingin menyuruhku menikahi salah satu dari mereka maka sebaiknya kalian pulang saja." ucap Cahaya.


"Tapi nak,Damar itu laki laki yang baik." ucap Anton.


"Baik dimata ayah,tapi buat yang terbaik untukku.Maaf yah aku tidak bisa,aku permisi mau istirahat." ucap nya sambil undur diri kemudian kembali kekamarnya.


"Kalian jangan memaksakan kehendak,aku tidak menyangka kedua putraku melukai hati seorang wanita yang sangat aku sayangi.Papi lihat,sifat play boy papi kita menurun pada anak kita,aku kecewa sama papi." ucap Fitri yang ikut pergi meninggalkan mereka semua.


"Sayang,maafkan kelakuan kedua anak mami.Mami tidak menyangka semua ini akan terjadi padamu." ucap Fitri sambil memeluk Cahaya.Dengan meneteskan air mata,bagai mana tidak Cahaya merupakan orang spesial didalam hati Fitri.Sedangkan kedua putranya telah mematahkan hatinya.


"Iya Mi,aku sudah melupakan semua.'"ucap Cahaya sambil mencoba tersenyum.


Kini semua Anton dan Ibra telah kembali ke Jakarta,Sementara Damar Amel dan Bayu masih berada di rumah Cahaya.


"Cahaya kamu cantik sekali mau kemana?" tanya Fitri yang melihat Cahaya telah tapi dan menenteng tasnya.


"Mau ada acara sama teman,tolong titip anak anak ya Mi mereka sudah tidur,takut bangun dan nyariin."ucap Cahaya.

__ADS_1


"Tenang saja,kan ada mereka berdua.Biar mereka yang menunggu.Kebetulan teman mami ngajak ketemuan,mumpung mami masih disini." ucap Fitri.


"Tapi Cahaya kamu kan lagi hamil nggak boleh pergi malam malam."ucap Damar.yang daribtadi memperhatikan mereka.


"Ayo sayang kita pergi saja,nggak usah didengerin omongan nya." ucap Fitri sambil mengandeng tangan cahaya keluar.


"Mami sama anak sendiri malah nggak dibelain." gumam Damar lirih.


"Mana sih Kevin."gumam Cahaya lirih karena terlalu lama menunggu.Kemudian dia membuka handphonenya dan tampak puluhan pesan dari Bayu dan Damar.Ketena kesal dia memblokir nomor mereka berdua


"Maaf ya lama menunggu." ucap Kevin dengan membawa setangkai bunga mawar.


"Makasih Kevin." ucapnya gugup karena baru pertama kalinya dia diberi bunga oleh seorang pria.


"Silahkan tuan,dinikmati hidangannya." ucap seorang pelayan sambil meletakan makanan di mejanya.


"Ayo di makan,ini dagingnya empuk lho kamu harus coba." ucap Kevin sambil memotong steak dengan pisaunya sementara yang satunya menegang garpu.


"I iya." ucap Cahaya terlihat gugup sambil memperhatikan Kevin menggunakan pisaunya.


"Takkkk."


Daging yang berada di piring Cahaya terlempar ke piring Kevin sehingga semua orang melihat kearah mereka berdua.


"Ma maaf."ucap Cahaya sambil menunduk dan menahan malu.


"Biar aku suapi." ucap Kevin sambil memotong daging dan menyuapi kearah Cahaya.Cahaya yang dari tadi sudah menelan air liurnya segera membuka mulutnya dan mengunyah daging itu sambil memejamkan matanya.


"Ya ampun ternyata rasanya steak seperti ini." gumamnya dalam hati sambil membuka matanya.


"Enak kan ayo dihabiskan." ucap Kevin sambil terus menyuapinya hingga daging miliknya ikut dimakan Cahaya.


"Kamu mau tambah lagi biar aku pesan lagi" ucap Kevin saat menyadari dagingnya telah habis.


"Nggak kok,aku udah kenyang." sahut Cahaya dengan mulut belepotan.Kevin yang melihat mulut Cahaya belepotan segera membersihkan dan mengelap dengan tisu.


"Cahaya,Kevin kalian berdua disini." ucap Fitri yang melihat Kevin mengelap bibir Cahaya.

__ADS_1


__ADS_2