
Setelah mengurus pembayaran Bayu keluar dari sorum dan segera pergi dari sana.
"Makasih ya Bayu,oh iya kita makan bakso dulu ya.Di sana ada bakso langganan aku kamu mau ya nemenin aku." ucap Cahaya sambil menggandeng tangan Bayu.
"Ya udah deh kebetulan aku laper,gata gara nemenin kamu mondar mandir nggak jelas." ucap Bayu.
"Bang baksonya tiga ya,teh manisnya dua."ucap Cahaya saat sampai.
"Dasar nih cewek makannya rakus banget." gumam Bayu lirih sambil melihat Cahaya makan.
"Ih kamu makannya belepotan." ucap Cahaya sambil mengelap bibir Bayu dengan tisu.
"Ya ampun kok aku jadi deg degan gini.Nih cewek sebenernya cantik,tapi sayang kalo marah nyeremin.Kalau saja dia manis dan selembut ini jangankan satu Pajero sepuluh Pajero juga aku berikan sama dia." gumam Bayu dalam hati sambil terus menatap Cahaya.
"Bayu,tolong bayarin ya." bisik Cahaya di telinganya.
"Baru aja dipuji,ternyata ada maunya." gumam Bayu dalam hati.
Setelah membayar baksonya cahaya menggandeng tangan Bayu sampai mobil.
"Mobilnya datangnya hari ini kan,makasih ya udah dibeliin mobil.Sekatang kamu anterin aku pulang ya." ucap Cahaya sambil tersenyum.
"Kamu pulang sendiri aja ya,aku banyak urusan." ucap Bayu sambil berbalik masuk mobil.
"please anterin aku,kamu mau anak kita ileran karena ayahnya nggak mau nganterin pulang." ucap Cahaya sambil mengedipkan matanya.
"Anak aku,nyentuh kamu aja nggak boleh malah dicekik.Semalam aku tuh hampir mati gara gara kamu.Lagian aku tuh udah nggak bisa punya anak ngaku ngaku aja anak aku." ucap Bayu kesal.
"Dokter itu bisa salah mendiagnosa,coba kamu periksa lagi nanti aku temenin deh.Maaf untuk yang semalem,aku janji nggak bakal mengulangi lagi.Tapi tolong anterin aku emang kamu mau aku kepanasan terus item jelek apa kata mami kamu nanti.Menantunya dekil,item jelek lagi." ucap Cahaya sambil memeluk Bayu dari belakang.
"Udah nggak usah banyak drama lepasin malu diliat orang.Aku nggak akan terpengaruh sama rayuan kamu tau.Tadi aku nggak enak saja karena ada Ferdi kalau nggak aku nggak akan beliin mobil itu." ucap Bayu.
"Oh jadi karena teman kamu,anterin aku nggak!!" teriak Cahaya sambil mencekik leher Bayu.
"Iya iya aku anterin kamu." ucap Bayu.
Bayu mengantarkan cahaya sampai depan rumah.
"Ngapain kamu ikut turun." ucap Cahaya saat melihat Bayu mengikutinya.
"Ya mau kerumah kamu lah,aku kan kangen sama anak anak kamu.Buatin minum atau apa kek,aku kan sudah mengantar kamu pulang." ucap Bayu.
__ADS_1
"Nggak usah pulang aja sana,anak anak aku belum pada pulang masih di sekolah.Hari ini ada les jadi pulangnya telat." ucap Cahaya sambil mendorong Bayu.
"Dasar cewek gila,tadi aja manis banget.Giliran udah nggak dibutuhkan diusir." gumam Bayu sambil menjalankan mobilnya.
Cahaya masuk kerumah dan berganti pakaian setelah itu pergi ke rumah makan Doni.
Saat dijalan dia melihat Mentari tengah memainkan ponsel dan dari arah belakang ada sebuah motor dengan kecepatan tinggi.
"Tin tin tin."
"Awas" teriak Cahaya sambil mendorong Mentari.
"Kamu nggak papa kan dek." ucap Cahaya sambil memeluknya.
"Lepasin,aku nggak butuh bantuanmu.Sudah aku bilang jangan menyentuhku aku jijik melihatmu.Lebih baik aku mati tertabrak motor dari pada harus disentuh wanita seperti mu." teriak Mentari sambil mendorong Cahaya.
"Kenapa kamu jadi seperti ini Mentari apa salah kakak padamu,pasti Sandra sudah mencuci otaknya.Awas saja aku akan membalaskan dendam,aku akan buat perhitungan dengannya." gumam Cahaya sambil mengepalkan tangannya.
"Maafkan aku ya Don,akhir akhir ini aku tidak masuk kerja." ucap Cahaya saat sampai dirumah makan.
"Iya tidak papa,aku mengerti kok.Sisil sudah banyak bercerita tentangmu.Kamu yang sabar ya,semua pasti ada hikmahnya." ucap Dion sambil memegang bahu Cahaya.
"Terimakasih ya Don,aku beruntung punya bos seperti kamu.Apa kamu pernah bertemu dengan ibu tiri aku?" tanya Cahaya.
"Jadi si nenek lampir melakukan operasi,pantas saja aku tidak melihatnya." gumam Cahaya dalam hati.
"Sekarang jadi seperti apa Don aku jadi penasaran!!"ucap Cahaya.
"Ini aku ada fotonya,cantik kan aku saja kaget saat tau kalau itu nyokap kamu." ucap Doni sambil menunjukan foto Sandra di ponselnya.
"Tolong kirim ke ponsel ku ya." ucap Cahaya sambil memandangi wajah Sandra.
"Oke itu sudah aku kirim,sekalian kedua kakak kamu barangkali kamu kangen sama mereka." ucap Doni.
"Kamu bisa aja,oh iya aku juga mau minta ijin.Untuk beberapa hari ini aku tidak masuk karena ada keperluan penting." ucap cahaya sambil menyimpan ponselnya kedalam tas.
"Iya tidak papa,kamu tenang saja kamu bisa bekerja jika urusanmu beres." ucap Doni.
"Makasih ya Don ,jamu memang sahabat aku yang baik." ucap Cahaya sambil memeluk Doni.
"Aku harus menemui bang Komar sekarang." ucapnya sambil masuk sebuah gang sempit.
__ADS_1
"Maaf ya Mpok,bang Komar nya masih tinggal disini ya?" tanya Cahaya.
" Iya neng tuh ada masuk aja dia lagi rebahan." ujarnya sambil menunjuk pintu.
"Ada apa ya kok cewek itu nanyain Komar,jangan jangan Komar bikin ulah."gumamnya lirih.
"Eh ada Cahaya,ayo masuk jangan berdiri di pintu.Sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu katakan." ucap Komar sambil beranjak duduk.
"Iya bang,sebenarnya maksud kedatangan aku kemari ingin minta tolong sama Abang." ucap Cahaya ragu.
"Katakan saja barang kali aku bisa bantu,tidak perlu sungkan kaya sama siapa aja."ucap komar.
"Apa Abang masih punya teman yang jadi pembunuh bayaran." ucap Cahaya.
"Oh itu,masih lah kebetulan dia baru keluar dari penjara satu bulan lalu.Memangnya siapa yang mau kamu bunuh?" tanya Komar sambil memperhatikan Cahaya.
"Sebenarnya bukan untuk membunuh sih bang,cuma buat mencelakai saja." sahut Cahaya.
"Ya udah ayo ikut aku." ucap Komar .
Cahaya mengekori Komar yang masuk ke sebuah pemukiman padat penduduk yang kumuh.
"Bardi ada pekerjaan buat kamu." ucap Komar sambil mengerti pintu.
"Masuk bang,tumben Abang bawa cewek cantik kesini." ucap Bardi melihat ke arah Cahaya.
"Ya udah kamu ngobrol saja sendiri biar enak,aku pulang dulu." ucap Komar beranjak pergi.
"Apa pekerjaan yang harus aku lakukan." ucap Bardi.
"Aku mau kamu mencelakai wanita ini,bersama kedua anaknya." ucap Cahaya sambil menunjukan foto Sandra dan kedua anaknya.
"Oh wanita ini,aku mengenal kedua anaknya.Mereka itu simpanan pengusaha ternama.Lalu aku harus apakan wanita ini?" tanya Bardi menunjuk foto Candra.
"Aku hanya ingin membuat dia mengalami kecelakaan tapi jangan sampai meninggal,kira kira biayanya berapa ya." sahut Cahaya.
"Itu soal gampang,sebenarnya aku kesal sama kedua anaknya.Aku akan membuat dia menderita .untuk kamu aku kasih harga murah lima ratus juta saja."
"Apa Lima ratus juta mahal banget,tapi aku nggak boleh terlihat miskin." gumam cahaya dalam hati.
"Oke,di dalam foto itu ada nomer hp aku kamu kabari saja.Jika aku sudah siap aku akan menghubungimu sekarang hp aku mati.Kalau begitu aku permisi dulu." ucap Cahaya kemudian pergi dari situ.
__ADS_1
"Dapat duit dari mana sebanyak itu,apa jual mobil saja.Atau minta sama Bayu,tapi nggak mungkin dikasih.Tadi aja habis beli mobil pake drama segala." gumam Cahaya.
.