Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Senjata makan tuan


__ADS_3

"Kak Cahaya,ini ada apa kok pagi pagi ribut." ucap Tari sambil menguap dan menutupi mulutnya dengan tangannya.


"Ini Tari,mereka menuduh aku telah menodai Mentari." ucap Bayu yang kini merasa bingung harus menjelaskan bagaimana.


"Aku semalam melihat Kak Bayu tidur diluar,aku juga yang memberikan bantal itu padanya." ucap Tari sambil menunjukan bantalnya.


"Ya sudah kalau begitu,berarti ucapan Bayu benar.Sebaikbya Mentari kamu pulang saja ke Jakarta,bukankah aku sudah memperingatkan padamu berulang kali.Jangan ganggu kakakmu,dia itu sudah berkeluarga." ucap Lastri kesal kemudian meninggalkan Mentari seorang diri.Setelah kejadian itu semua anggota keluarga marah padanya.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya." ucap Bayu sambil mencium kening istrinya.Sementara Mentari mengamatinya dari kejauhan.


"Kak aku pergi sebentar." ucap Mentari yang ikut pergi setelah kepergian Bayu.Kini memang Bayu bekerja di daerah Bogor,Kebetulan salah satu cabang perusahaannya berada di Bandung.Supaya Bayu tidak kecapaian jika harus bolak balik jakarta Bogor.


"Sayang aku kebelakang dulu ya mau buat minum buat kamu." ucap Cahaya sambil berjalan kearah dapur dan membuatkan jus jeruk.Sebelum tidur Bayu selalu meminta dibuatkan jus jeruk hangat.


"Kakak tolong maafin aku ya kak,aku benar benar tidak berbohong tentang peristiwa tadi pagi." ucap Mentari sambil memeluk kakaknya erat.


"Sudahlah masalah yang tadi pagi tidak perlu dibahas lagi." ucap Cahaya yang melihat adiknya sudah tidak marah lagi.Saat tengah lengah Mentari memasukan obat perangsang ke dalam salah satu minuman tersebut.


"Aduh kak,perut aku sakit banget aku boleh minta tolong nggak sama kakak " ucap Mentari sambil memegangi perutnya.Karena merasa iba dan kasihan melihat kondisi adiknya akhirnya Cahaya menerima permintaan adiknya.


"Ya dek,jamu butuh apa bilang saja sama kakak." ucap Cahaya yang melihat adiknya penuh dengan keringat.


"Aku butuh obat buat sakit perut,sedangkan obatnya berada di apotik yang jauh,aku biasa membelinya disana Kakak tolong belikan ya ini alamatnya.Pokoknya kakak harus beli di tempat itu,itu tempat langganan aku,jika tidak ada maka jangan membeli di tempat lain."u'cap Mentari sambil menyerahkan alamat yang sangat jauh dari rumah.

__ADS_1


Karena merasa begitu sayang pada adiknya dia segera bergegas ke apotik yang cukup jauh dari rumahnya,sampai dia terlupa akan jusnya. Karena merasa tidak enak pada Bayu,dia menelfon Bayu untuk mengambil sendiri jusnya di dapur dan meminta maaf karena dirinya sedang pergi keluar sebentar..Saat di jalan dia berpapasan dengan Damar yang akan kerumahnya.


Bayu tang menerima telfon dari Cahaya segera mengambil minumannya dari dapur,namun dia bingung karena terdapat tiga gelas minuman yang sama.Kemudiam dia mengambil salah satu minuman itu dan meminumnya.kemudian kembali ke kamar dan mengunci pintu kamarnya.Sementara Mentari yang kehausan mengambil salah satu jus dari dapur dan meminumnya. Karena berfikir mungkin Bayu sudah meminumnya dia segera berjalan menuju kamar Bayu.


Tiba tiba hujan turun sangat deras disertai suara petir yang begitu keras,kemudian lampu padam.Karena takut salah masuk kamar,Mentari berbalik dan hendak mengambil ponselnya dikamar namun tiba tiba dia menubruk seorang pria.


"Aduh maaf,aku tidak sengaja.Apakah kamu Bayu?"Tanya Mentari dalam kegelapan namun tak kunjung mendapat jawaban.Namun hal aneh tiba tiba terjadi pada dirinya,dia merasa sangat terangsang saat tubuh pria yang didepannya menyentuhnya.Dia begitu mendambakan sentuhan darinya dan tubuhnya merasa kepanasan.


Pria dihadapannya tiba tiba mencium bibirnya secara pelan, dan lembut.Hasrat Mentari begitu bergejolak,dan begitu merasa terangsang sehingga dia membalas ciumannya.


"Ayu sayang,kita lakukan dikamar." bisik Pria itu sambil membopong tubuh Mentari kekamar tamu.Suranya tidak begitu terdengar jelas karena hujan deras.


"Aghhh." desah Mentari saat bibir pria didepannya begitu brutal menciumi dirinya kemudian melucuti seluruh pakaiannya.


Di tempat lain Cahaya tidak menemukan resep obat yang ditulis adiknya,karena hujan turun dengan deras dia memutuskan untuk segera pulang.Namun saat di depan pintu Bayu tengah menunggunya sambil membawa payung.


"Sayang,kamu kehujanan." ucap Bayu sambil memayungi istrinya saat turun dari mobil.


"Papi menginap disini,aku pikir dia pulang." ucap Cahaya yang dituntun Bayu menuju kamar dengan penerangan ponsel.


"Baju kamu basah sayang,lebih baik ganti dulu.Aku tadi habis ke kamar anak anak,untung mereka tidak terbangun saat mendengar petir,suaranya kenceng banget aku yang sedang tidur sampai kaget dan terbangun." ucap Bayu sambil memberikan baju ganti untuk istrinya.


Setelah memakai baju ganti Cahaya tidur bersama Bayu yang sudah menunggunya di ranjang.

__ADS_1


"Dingin banget ya sayang,biar aku yang akan menghangatkan mu." ucap Bayu sambil mengedipkan matanya kemudian mencium istrinya.


"Ih kamu bisa aja." ucap Cahaya yang kemudian membalas serangan Bayu hingga akhirnya mereka berdua kembali melakukan olah raga malam seperti biasa.


"Aku harus ke kamar Salsa dulu sebelum masak,semalam aku lupa menengoknya." ucap Cahaya sambil menuju kamar putrinya dilantai atas. Namun dia mendapati putrinya masih tertidur lelap sehingga dia mengurungkan niatnya dan kembali turun.


"Itu kan Papi,pagi pagi sekali sudah mandi keramas.Mungkin semalam mereka sudah baikan." ucap Cahaya yang mengetahui bahwa kedua mertuanya semalam berselisih.


"Cahaya aku pulang dulu,mendadak istri aku telfon katanya perutnya sakit." ucap Damar yang baru turun dari lantai atas.


"Ya sudah hati hati ya,salam buat istri kamu." ucap Cahaya sambil melihat mantan suaminya dari kejauhan.


"Damar juga,pagi pagi begini rambutnya sudah basah."gumam Cahaya dalam hati.


Sementara Mentari tengah membayangkan kejadian semalam sambil bersembunyi dibalik selimut tebalnya.Dia hanya senyum senyum mengingat rencana yang dia lakukan berhasil.


"Kak Cahaya sebentar lagi rumah tangga kakak berantakan,aku tidak menyangka Bayu yang tadinya malu malu akhirnya luluh juga.Apalagi semalam kami melakukannya sampai berapa kali,tidak sia sia aku memberinya obat itu." gumam Mentari dalam hati.


"Dek kamu didalam,kakak masuk ya." ucap Cahaya sambil mendorong pintu kamar adiknya yang tidak terkunci karena merasa cukup lama tidak ada jawaban darinya.


"Ya ampun dek,kenapa kamar kamu berantakan gini.Terus kenapa baju yang semalam kamu pakai ada dibawah,memangnya semalam kamu habis ngapain?" tanya Cahaya sambil melihat kearah adiknya yang masih terbungkus selimut.Kamar Mentari tampak acak acakan kemudian baju yang semalam dia kenakan bercecer dilantai,yang lebih mengejutkan lagi dia melihat kaos dalam seorang pria disebelah pakaian adiknya.


Karena penasaran dia berjongkok dan memungut benda tersebut sambil memperhatikan Mentari yang masih merebahkan dirinya di ranjang.

__ADS_1


"Katakan dek,ini punya siapa kenapa bisa pakaian dalam pria berada disini?":tanya Cahaya yang hendak menarik selimut adiknya.


__ADS_2