
"Hah dia kan cowek yang kemarin,aku harus mengerjainya."gumam Cahaya dalam hati.
Kemudian dia pura pura pingsan,Bayu yang panik membawa Cahaya kerumah sakit.
"Syukurlah kamu sudah sadar,kalau begitu aku pergi dasar merepotkan." ucap Bayu didepan Cahaya yang tengah berbaring.
"Tunggu,enak saja mau pergi.Kamu tidak lihat bajuku kotor begini,pokoknya kamu harus bertanggung jawab."teriak Cahaya.
"Apa tanggung jawab,ini aku sudah tangung jawab.Kamu maunya yang seperti apa?"tanya Bayu dengan muka marah.
"Kamu harus gantiin baju aku,dan gendong aku kedepan cepetan." ucap Cahaya.
"Itu bukan urusanku,aku hari ini sibuk banget dan mau fitting baju pengantin.Sebentar lagi aku akan menikah jadi tolong jangan ganggu aku.Aku akan bayar kamu berapapun yang kamu mau tapi tolong izinkan aku pergi dari sini." ucap Bayu.
"Enak saja dia mau menikah,pasti cowok ini yang sudah menghamili aku.Aku tidak akan membuat hidup kamu bahagia,aku harus menggagalkan rencana pernikahannya dan aku akan melakukan apapun yang penting dendamku terbalas" gumam Cahaya dalam hati.
"Ini,sambil uang ini dan tolong jangan ganggu aku."ucap Bayu sambil menyerahkan uang pada Cahaya.
"Aku tidak butuh uangmu,ambil saja.jika kamu tidak mengabulkan keinginanku maka aku akan berteriak." ucap Cahaya sambil menyerahkan uangnya kembali.
"Ya sudah teriak saja,paling itu hanya gertakan."ucap Bayu sambil berlalu pergi.
"hiks hiks dokter tolong." teriak Cahaya hingga dokter dan perawat beserta orang yang berada disitu mendekat.
"Kenapa mba,apa yang terjadi?" tanya seorang perawat.
"Lelaki itu sudah melecehkan ku dan dia hendak kabur.Apa karena dia orang kaya hingga tega menelantarkan aku yang miskin."jawab Cahaya sambil menunjuk kearah Bayu.
"Eh mas tanggung jawab dong,atau mau kamu laporkan kekantor polisi." ucap salah seorang pasien.
"Benar sebaiknya anda membawa mba ini dan mengantar sampai rumahnya.Jika tidak saya juga ikut melaporkan anda." ucap Dokter.
"Tapi dok,dia itu baik baik saja.Dokyer lihat sendiri dia sehat kan." ucap Bayu.
"Tuh dok dia tidak mengakuinya.Dokter lihat bajuku kan sobek begini ini badanku luka.Ya sudah dok,lebih baik lakukan visum saja biar kalian semua percaya dan membawa pria ini ke penjara." ucap Cahaya sambil menangis.
"Ya aku akan tanggung jawab kalian semua bubar.Ayo sini biar aku gendong."ucap Bayu kesal.
"Nah gitu dong dari tadi kan enak,nggak perlu pakai drama segala." bisik Cahaya ditelinga Bayu.
"Nah sudah ayo turun,dikiranya nggak berat apa." ucap Bayu sambil menurunkan Cahaya dan masuk mobil.
"Aku harus buru buru ke butik,pasti Indah sudah menunggu.Dasar wanita aneh,untung saja cantik kalau tidak pasti sudah..." ucap Bayu sambil memukul stir mobil.
"Kalau tidak sudah apa?"tanya Cahaya yang berada di belakang Bayu.
"Ngapain kamu dalam mobil aku cepetan turun."teriak Bayu.
__ADS_1
"Aku nggak bakal turun,ganti baju aku dulu.Kalau tidak aku cekik kamu dari belakang." ucap Cahaya sambil memegang leher Bayu.
"oke,aku turuti kemauan kamu.Tapi ingat jangan muncul di depan Indah." ucap Bayu sambil membenarkan kerah bajunya.
Bayu membawa Cahaya ke butik langganan keluarganya dari arah samping karena takut ketahuan Indah.
"Nah pilihlah sesukamu setelah itu kamu pergi,ini butik langganan mami aku,jadi kamu tinggal ambil saja nanti aku yang bayar." ucap Bayu kemudian meninggalkan Cahaya.
"Mba aku mau baju yang paling mahal dan paling bagus disini."ucap Cahaya pada seorang pegawai.
"Oh anda yang tadi datang bersama mas Bayu ya,sebentar ya mba." ucapnya sambil memilih baju.
"Mba Bayu itu kapan sih menikahnya?" tanya Cahaya.
"Besok mba,ini dia pasti cocok silahkan dicoba dulu mba." ujarnya sambil menyerahkan baju.
"Seperti ini mba,apa tidak kekecilan kok aku berada jadi princess."ucap Cahaya sambil memandangi cermin.
"Wah mbaknya jadi kelihatan cantik sekali,pantesan mas Bayu suka sama mbaknya."ucapnya kagum melihat penampilan Cahaya.
"Kamu bisa aja.Bayu berada diruangan sebelah mana ya mba?" tanya Cahaya.
"Dilantai dua sebelah kanan mba." sahutnya.
"Oh ya mba,tolong pilihkan gaun yang seperti ini,empat ya mba.Nanti aku kesini lagi,aku mau keatas dulu." ucap Cahaya sambil menaiki tangga.
"Rasain kamu Bayu,baju itu kan mahal.Masa baju begitu doang ampe lima puluh juta,mending duitnya ditabung.Orang kaya memang suka menghambur hamburkan uang." gumam Cahaya.
"Maaf mba,bisa tolong dandanin saya nggak.Tadi saya buru buru eh make up saya ketinggalan." ucap Cahaya.
"Oh boleh mba,silahkan duduk.Kebetulan saya juga lagi make up,soalnya tunangan saya mau datang kesini sebentar lagi." ucapnya sambil meneruskan aktifitasnya.
"Nah sudah mba,silahkan lihat ke cermin." ucapnya sambil menyerahkan cermin kecil.
"Makasih ya mba,mba bener bener hebat." ucap Cahaya.
"Nggak sia sia tadi ngumpet disitu biar dandani,tapi disebelah mana ya Bayu." ucap Cahaya sambil memasuki sebuah ruangan.
"Tante aku mau besok pakai gaun yang ini saja,yang itu kekecilan." ucap Indah sambil menunjuk baju.
"Iya sayang,apapun yang dipilih anak mami pasti terbaik,ya kan jeng Fitri." ucap Gina..
"Ya jeng,saya serahkan semua pilihan Pada Indah saja."ucap Fitri.
"Bayu pokoknya kamu besok nggak boleh terlambat di pernikahan kita.Pokoknya pernikahan kita harus lebih meriah dari siapapun." ucap Indah bangga.
"Dan pernikahan kalian tidak akan pernah terjadi."ucap Cahaya di depan pintu.
__ADS_1
"Kamu siapa,beraninya berkata seperti itu didepanku.Kamu tidak tau siapa aku,aku ini calon istrinya Bayu." ucap Indah Sambil menghampiri Cahaya.
"Aku juga calon istrinya Bayu,dan perlu kalian semua ketahui kalau saat ini aku tengah mengandung anaknya Bayu." ucap Cahaya sambil tersenyum kearah Bayu.
"Apa benar semua itu Bayu?" tanya Indah sambil mendekati Bayu.
"Tidak sayang,kamu tidak usah mendengarkan wanita gila ini.Kamu percaya padaku kan sayang,aku tidak mungkin berbuat seperti itu."sahut Bayu sambil membelai rambut indah.
"Iya kok sayang aku percaya sama kamu." ucap Indah memeluk Bayu.
"Baiklah Bayu,jika kamu tidak mengakui anak ini.Dengan terpaksa aku akan menggugurkannya lagi,kamu memang keterlaluan seharusnya aku tidak percaya semua janji manis mu." ucap Cahaya sambil menangis.
"Kamu kelewatan Bayu,Siapa nama kamu sayang." ucap Fitri mendekati Cahaya
"Namaku Bunga Tante."ucap Cahaya sambil melirik kearah Bayu.
"Apa benar yang kamu katakan tadi,kenapa sebelumnya kamu tidak bilang bahwa kamu hamil." ucap Fitri memeluk Cahaya.
"Aku sudah mengatakan pada Bayu,tapi katanya dia belum siap mempunyai anak.Jadi dia menyuruh aku menggugurkannya. sekarang jika dia tidak siap maka aku juga akan menggugurkannya.Aku tidak mau menjadi ibu tanpa seorang ayah,itu pasti akan sangat menyakitkan." ucap Cahaya.
"Sekarang kamu tenang saja,Tante pastikan Bayu tidak akan lari dari tanggung jawabnya.Secepatnya Bayu akan segera menikahimu,aku tidak akan membiarkan cucuku lahir tanpa seorang ayah." ucap Fitri sambil melihat kearah putranya.
"Nggak Tante,pokoknya Bayu harus tetap menikahiku."ucap Indah kemudian merosot dilantai dan pingsan.
"Ini Bagaimana jeng,pokoknya jeng Fitri harus bertanggung jawab.Jika terjadi apa apa dengan Indah aku tidak akan memaafkan kalian." teriak Gina.
"Baru begitu saja sudah pingsan,dasar wanita lemah." ucap Cahaya sambil pergi.
Setelah mengambil baju yang dipesan dari pelayan butik Cahaya segera pulang kerumah.
"Aku kemalaman nih pasti anak anak sudah tidur." ucap Cahaya sambil membuka pintu gerbang.
"Cahaya tadi ibunya Damar kesini,dia membawa pergi Damar."ucap Lastri.
"Apa,dibawa pergi.kurang ajar sekali wanita itu,biar aku susul saja kerumahnya sekarang." teriak Cahaya.
"Jangan Cahaya,anak kamu sedang menangis di dalam." ucap Lastri.
"Amar kenapa sayang?" tanya Cahaya sambil memeluknya.
"Ayah dibawa pergi Bu." sahutnya sambil menangis.
"Kamu tenang saja,besok ibu janji akan bawa ayah kamu kesini Sekarang kamu tidur dulu biar besok tidak kesiangan.Amar kan anak hebat tuh liat Adi kamu saja sudah tidur." ucap Cahaya sambil mencium keningnya.
"Tapi Bu,orang yang bawa ayah bilang kalau ayah harus menikah sama Tante Anggun.
"Pokoknya Amar tenang saja,ayah tidak akan menikah dengan Tante Anggun.Besok saat pulang sekolah pasti ayah sudah ada disini." ucap Cahaya kemudian menidurkan anaknya.
__ADS_1
"Untung saat Damar pergi Aska tidak melihat,dia sedang main di rumah temannya." ucap Lastri kemudian menemani Aska dan Amar tidur.
"Jika besok Damar menikah aku harus kesana aku akan menggagalkan pernikahan mereka.Tapi besok Bayu juga akan menikah.Sebaiknya aku ke tempat siapa dulu."gumam Cahaya.