
Akhirnya pernikahan dilangsungkan ditempat yang sudah cahaya tentukan,dengan para saksi dan penghulu yang Cahaya bawa.
"Ayok kita pulang sayang,kerumah kita."ucap Desy yang tampak gembira sambil menarik tangan Bayu menuju mobil.
"Makasih ya bro,ini bayarannya."ucap Cahaya sambil menyerahkan amplop tebal."Sisanya nanti,aku datang kerumahmu" bisik Cahaya ditelinga penghulu.
"Ya elah kaya sama siapa aja Lo.Kalau ada perlu lagi tinggal hubungi gue aja,ya udah pamit dulu y!!" ucapnya kemudian pergi.
" Hey kamu tuh duduknya dibelakang,cepetan turun.Di depan buat aku sama suami ,kalau tidak aku bakalan tarik paksa kamu."
'Ihh pelit banget." gumam Desy lirih.
Namun saat dia masuk kedalam dan duduk ketiga orang saksi ikut masuk dan duduk disebelahnya,sehingga dia kesempitan.Sedang bagian belakang diduduki dengan Fitri seorang diri.
"Kamu kok duduk disini sih,belakang kan masih ada sana pindah sempit tau." ucap Desy yang merasa kesempitan karena tiga orang yang di sebelahnya badannya besar.
"Aku maunya duduk disini,kalau mau pindah pindah aja sendiri." ucapnya dingin.
Dengan terpaksa Desy beranjak turun,namun saat akan naik lagi Fitri membuka kaca jendelanya.
"Menantu ku yang cantik dan baik hati.Maafkan Mami ya di belakang buat tiduran Mami lagi pusing.Kamu pulangnya naik taksi saja ya.Dahhh...." ucap Fitri sambil melambai dan menutup kaca mobil.
Mobil itu berjalan meninggalkan Desy seorang diri,karena mereka menikah jauh dari rumah Cahaya.
"Sialan,aku di tipu mereka.Awas saja aku akan buat perhitungan sama mereka." gum Desy kemudian menelfon seseorang.
__ADS_1
.............
Setelah mengantarkan para saksi,mereka semua mampir ke rumah makan dan memesan makanan untuk dibawa pulang ke rumah.
"Ayo turun sayang,masa Pengantin baru cemberut sih." ucap Cahaya yang menggoda suaminya.
"ibuu...Salsa berlari kearah Cahaya dan memeluknya.
"Anak ibu sudah cantik,ayo kita makan ibu udah beli makanan kesukaan kamu." ucap Fitri sambil menggendong Salsa masuk.
"Sayang kamu sudah ngantuk ya,habis ini kamu tidur siangnya sama ayah ya.Ibu mau jemput Kakak kamu dulu." ucap Cahaya sambil mencium kening putrinya.
Bayu segera menggendong putrinya menuju kamar,sementara Fitri masih asik memainkan ponselnya.
"Ihhh Mami kok aku ditinggalin." ucap Desy yang hari saja sampai.Dia terpaksa jalan kaki sana menuju rumah,padahal tempatnya lumayan jauh.
"Apa ko adanya telor ceplok sama kecap sih,ya udah makan saja lagian aku lapar banget." gumam Desy kemudian menghabiskan makanan yang ada di depannya.
"Baiklah aku akan meneteskan semua piring kotor ini,mungkin dengan begitu si nenek lampir akan menyayangiku." gumam Desy dalam hati.
Setelah selesai mencuci dan membereskan dapur,dia menuju kamar mertuanya.
"Mami kenapa kok bajunya di keluarin dari lemari? Tanya Desy yang melihat ibu mertuanya mengeluarkan pakaiannya dari lemari.
"Ini tolong di setrika ya,tapi sebelum itu pijitin aku dulu.Badanku pegel semua,Cahaya kini tengah marah padaku jadi aku mau minta tolong sama siapa lagi.Kakau kamu juga nggak mau juga nggak papa deh."ujar Fitri sambil membaringkan badannya di kasur.
__ADS_1
"Ya deh mi aku mau." ucap Desy kemudian mulai memijit badan Fitri sampai dia tertidur.
Setelah itu dia mengambil tumpukan pakaian Fitri kemudian menyetrikanya.
"Capek banget,nggak papa lah yang penting nenek lampir Fitri itu akhirnya luluh denganku.Aku harus pura pura baik didepannya."gumam Desy sambil menyetrika.
Setelah selesai dengan pekerjaannya dia segera turun ke bawah,namun dia kaget saat Cahaya dan anggota keluarga yang lainnya tengah makan malam.
"Mami kok aku nggak diajak makan sih."ucap Desy yang merasa marah karena tidak dipedulikan.
"Aku lupa,sekarang kan udah ada kamu.Ya sudah sini duduk,makan bareng tuh lauknya tunggal dikit tapi." ucap Fitri sambil menunjuk lauk yang hanya tersisa satu sendok.
Terpaksa Desy duduk dan makan dengan lauk yang tersisa,sementara yang lainnya pergi karena sudah kenyang.
"Tuhhh itu pakaian buat kamu,dan kamu tidur di kamar belakang sana." ucap Cahaya sambil menunjuk kekamar yang ada di belakang.
"Wah banyak sekali,pasti bajunya baju mahal."gumam Desy sambil memandangi bag paper yang tergeletak dilantai.
"Jangan lupa cuciin semua piring kotornya ya,disini tuh nggak ada pembantu jadi harus nyuci sendiri." ucap Cahaya kemudian pergi kekamarnya.
Setelah selesai melakukan pekerjaannya,dia membawa bag paper itu ke dalam kamar belakang.
"Koh kok nggak ada ranjangnya sih,masa aku harus tidur di kasur buluk ini sih." gumam Desy sambil melempar bag papernya ke lantai hingga isinya keluar berantakan.
"Kok baju beginian sih.Awas ya besok aku akan mendatangi Mbah Paijo untuk meminta jampi jampi darinya biar semua orang disini tunduk padaku,terutama Bayu ." gumam Desy sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
...****************...