Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Salah sasaran


__ADS_3

Cahaya memang melarang Desy membawa pakaian,karena pakaian Desy yang dianggap tidak sopan.Dengan terpaksa Desy menggunakan daster yang di belikan Cahaya.


Pagi harinya Desy diminta beberes rumah,karena dirumah Cahaya memang hanya ada tukang setrika saja yang datangnya seminggu dua kali.


Namun setelah kehadiran Desy,tukang setrika yang biasanya ikut membantu beberes di liburkan.


"Bu Cahaya saya mau pulang dulu sebentar,nanti balik lagi." ucap Desy setelah selesai menjemur baju.


"Ya Bu Desy,nggak usah balik juga nggak papa sana pergi. Mengganggu pandangan mataku saja.' ujar Cahaya dingin tanpa menoleh sedikitpun yang tengah sibuk mencincang daging.


"Lho kok aku dipanggil ibu sih,aku kan masih muda masih cantik.Sama ibu kan mudaan aku."ujarnya sambil memperlihatkan badannya.


"Cantik apanya,liat wajah kamu tanpa make up kucel begitu.Kamu tuh pantasnya jadi ibu aku bukan kakak aku.Makanya ngaca,udah sana pergi.Aku juga masih muda masih cantik,memangnya yang muda kamu doang.Pergi nggak,atau mau aku cincang nih.." ucap Cahaya sambil memperlihatkan pisaunya kearah Desy.


Dengan terpaksa dia pergi dengan berjalan kaki,karena dia berencana untuk meminta cahaya mengantarkannya.


" Akhirnya perusuh itu pulang juga." gumam cahaya dalam hati.


Hari ini Cahaya berencana membuat bakso untuk suaminya,akhir akhir ini dia selalu cuek dan tidak mempedulikannya.


"Nah udah cantik kan,sebaiknya aku pergi sekarang."ucap Cahaya setelah mengganti pakaiannya dan memoles wajahnya dengan make up kemudian keluar kamar dan menenteng rantang.


"Bu Lastri,aku pamit dulu ya.Aku mau ke kantor Bayu,kasian dia selalu aku cuekin." ucap Cahaya kemudian mencium punggung tangan mereka satu persatu.


"Ya hati hati ya,sana pergi mumpung Salsa lagi keluar sama neneknya hati hati dijalan." ucap Lastri yang tengah berada di dapur.


"Ya Bu."


Kemudian dia pergi menggunakan mobilnya dan menuju kantor suaminya yang di Bogor.


Saat masuk kantor para karyawannya menyapa dengan membungkukkan badannya.


"Siang Bu" ucap salah seorang karyawan yang berpapasan dengannya.


"Siang,apa pak Bayu ada diruangannya?" tanya Cahaya padanya.

__ADS_1


"Sepertinya ada Bu,soalnya tadi habis selesai meeting." sahutnya.


"Ya sudah Terimakasih."


"Ya Bu Mari,saya permisi dulu" ucapnya kemudian pergi.


"Bayu kamu lagi ngapain kok tiduran disitu?" tanya Cahaya yang melihat suaminya tengah tiduran di sofa.


Kebetulan dibelakang suaminya ada sofa dan kasur untuk tidur,biasanya digunakan saat mengajak Salsa ikut kekantor.


"Nggak papa sayang aku cuma pusing aja."ucapnya sambil memegangi kepalanya.


"Ya udah kamu makan dulu,ini aku sudah bawa bakso sama ketupat.Tadi aku yang bikin loh Ini spesial buat kamu,aku juga minta maaf karena selalu marah sama kamu dan selalu menyuruh kamu tidur di sofa.Kamu minum obat sakit kepala dulu ya,nanti aku suruh OB buat beli sekarang kamu makan dulu nanti aku suapi." ucap Cahaya sambil menaruh tantangnya dimeja.


"Tapi obatnya cuma kamu sayang,bukan yang lain." ucapnya sambil memeluk erat dari belakang dan menciumi lehernya.


"Ihh kamu ini kan masih siang,apalagi ini kantor.Nanti malam saja,sekarang kamu makan dulu." ucap Cahaya yang mendorong suaminya pelan.


"Tapi janji kamu nggak marah lagi ya,kalau nggak aku bakal paksa kamu.Kita kan sudah lama nggak begituan."ucapnya.


"Ya sayang,nah kalau begini kan aku jadi semangat lagi." ujarnya sambil melahap makanan yang ada di depannya.


Kemudian Cahaya menuju Salon hendak melakukan perawatan,walau bagaimanapun dia khawatir.Karena dirumahnya ada orang lain yang sangat menginginkan suaminya.


Setelah melakukan perawatan dia segera menuju sekolah putranya.


"Bu itu mobil siapa ya di depan rumah kita?" tanya Aska saat melihat mobil terparkir didepan rumahnya.


"Ya udah kita langsung turun saja,ayo Amar kamu juga turun jangan main ponsel terus." ucap Cahaya mengajak kedua putranya turun.


"Kakak aku turut prihatin atas meninggalnya suami kakak,maafin aku ya karena waktu itu nggak hadir."ucap Mentari sambil memeluknya.


"siapa bilang suami aku meninggal,dia ada ko di kantor. kamu kok bisa tau kalau yang meninggal itu suami aku,atau jangan jangan kamu pelaku tabrak lari itu ya?tanya Cahaya melepaskan pelukan adiknya.


"E enggak lah kak,nggak mungkin aku pelakunya.Kakak ada ada saja,waktu itu aku kan lagi bulan madu sama suami aku." sahutnya sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Ya sudah aku mau kekamar,ayo anak anak Salim sama Tante mentari setelah itu kalian ke kamar." ucap Cahaya kemudian pergi.


"Ya Bu." ucap mereka berdua kemudian menyalami Mentari.


"Eh Amar,mana Talita kok sepi banget emang pada kemana orang dirumah?" tanya Mentari pada ponakannya.


"Nggak tau Tan,Tante kan yang lebih dulu sampai disini.Lagian Tante itu aneh masa anak sendiri nggak tau kalau meninggal." ucapnya kemudian meninggalkan Mentari seorang diri.


"Kak Cahaya kenapa nggak bilang sih kalau putriku meninggal,Kakak harus bertanggung jawab." teriak Mentari sambil menggedor kamar kakaknya.


"Berisik banget sih,sejak kapan kamu sok perhatian sama anak kamu.Waktu dia habis kecelakaan kamu di mana,kakak menghubungimu nggak bisa.Kalau mau minta pertanggung jawaban,sana cari orang yang sudah menabrak anak kamu bukan ke aku." ucap Cahaya yang merasa kecewa pada kelakuan adiknya.


"Ya sudah aku pulang,tapi nanti kirim makanan ke rumah suamiku pasti sudah menunggu dirumah."


"Ya nanti aku antar ke rumah,ingat ya jangan pernah bawa suami kamu kesini." ucap Cahaya menuju kedapur.


Dia merasa sedih jika ibu mertuanya melihat mantan suaminya bermesraan dengan adiknya,apalagi dia sudah menganggap Fitri sebagai ibu kandungnya sendiri.


"Bu Cahaya lagi ngapain mau masak ya,ini aku bawa makanan banyak buat ibu sekeluarga. Tolong diterima ya Bu,ini khusus buat ibu loh." ucap Desy Sambil meletakan makanan dan buah buahan yang dia bawa dari rumah Paijo,dukun sakti yang baru dia datangi.


"Oh ya makasih ya, jadi nggak perlu masak."ucap Cahaya sambil memasukan kembali sayuran yang dia keluarkan tadi.


"Ehmmm Ngomong ngomong,malam ini boleh kan Bu saya meminta hak saya sebagai seorang istri para pak Bayu?" Tanyanya ragu ragu.


"Oh boleh,kamu mau minta uang berapa tinggal bilang aja." sahut Cahaya.


"Bukan itu Bu,maksud saya itu loh hak yang lain masa ibu nggak tau."


"Ya sudah nanti malam kamu dapat hakk kamu,tapi sekarang tolong sikat kamar mandi depan. Aku mau pergi dulu ada urusan." ucap cahaya sambil membuka makanan pemberian Desy.


"Ya deh nggak papa,setelah memakan makanan itu,kalian semua pasti nurut padaku.Makanan itu kan sudah dikasih jampi jampi." gumamnya kemudian menuju kamar mandi depan.


"Bro nanti malam kesini jam sebelas ada kerjaan enak buat kamu,jangan lupa mandi yang bersih, berpakaian rapi dan wangi." ucap Cahaya kepada seseorang di telefon.


"Oke siap bos" ucap seseorang dari seberang telfon.

__ADS_1


"Mendingan semua makanan ini dikasih Mentari aja,dari pada disini mubazir nggak dimakan." gumam Cahaya sambil membawa semua makanan pemberian Desy menuju rumah adiknya.


__ADS_2