
Damar bergegas membawa Wanti kerumah sakit menggunakan mobil Lastri.Karena sudah malam akhirnya Damar menemani Wanti di rumah sakit.
"Bu aku pulang dulu ya." ucap Damar lirih.
"Damar kamu jangan pulang,temani ibu disini.Maafkan ibu,ibu hanya ingin kamu bahagia bersama Anggun." ucap Wanti yang dari tadi memejamkan matanya.
"Maaf Bu Damar harus pulang dulu,kasian Cahaya pasti semalaman di menungguku."ucap Damar yang segera keluar dari ruangan dan meninggalkan Wanti.
"Dasar anak tidak tahu diuntung.Apapun caranya akan aku lakukan kamu harus menikahi Anggun." gumam Wanti lirih.
"Cahaya maafkan aku,aku tidak bermaksud meninggalkanmu tadi malam." ucap Damar ketika telah sampai rumah.
"Tidak papa bang,bagaimana keadaan ibu Abang?" tanya Cahaya.
"Ibu sudah lebih baik,lukanya tidak begitu dalam."sahut Damar.
"Aku ingin mengajak kamu dan anak anak jalan jalan." ucap Damar
"Pasti anak anak senang,kalau begitu aku siap siap dulu ya bang." ucap Cahaya senang.
"Ayah ayo aya aya." ucap kedua putranya berlari dan memeluk Damar.
Mereka menghabiskan waktu di taman bermain dekat rumah dan mengajak kedua putranya bermain kejar kejaran ditaman.Karena mereka jarang mengajak kedua putranya keluar.
Kita makan disini saja ya tempatnya ramai dan banyak permainan." ucap Damar.
"Terserah Abang saja." ucap Cahaya.
Setelah selesai makan Damar mengajak Amar dan Aska memberi makan ikan di kolam yang berada di rumah makan.
"Bang itu ponsel Abang bunyi terus dari tadi kenapa tidak di angkat." ucap Cahaya.
"Tidak papa,aku ingin kita naik ayunan disitu ya.Ayo Amar Aska siapa yang mau ikut ayah."ucap Damar kepada kedua anaknya.
"Aka aik yah." ucap Aska mengikuti Damar,sementara Amar sudah berlari terlebih dulu.Setelah puas bermain ayunan kedua anaknya bermain prosotan.
"Aska sama Amar disini dulu ya sama ibu,ayah mau beli eskrim buat kalian." ucap Damar kemudian pergi membeli eskrim.
"Rupanya kamu disini,dasar wanita gatel.Mana Damar gara gara kamu dia tidak mau menikah denganku.Apa sih hebatnya wanita sepertimu." ucap Anggun yang tiba tiba berada disitu.
"Anak anak kalian duduk disini dulu ya,ibu mau ngobrol sama Tante itu dulu ya." ucap Cahaya sambil menarik tangan Anggun dan menjauh dari kedua putranya.
"Eh kamu budeg ya dimana Damar?" tanya Anggun hendak mendorong Cahaya beruntung Cahaya sigap dan mendorong Anggun balik.
"Auw sakit,kamu benar benar keterlaluan.Aku akan membalas kamu , beraninya melawanku dasar wanita tidak tau diri." ucap Anggun berusaha bangkit karena dia terjatuh.
__ADS_1
Saat tangan Anggun hendak menampar Cahaya,dengan sigap dia menangkisnya dan menampar balik Anggun.
"Plakkk"
"Auw sakit dasar kamu keterlaluan.Damar lihatlah wanita ini beraninya dia menamparku."ucap Anggun sambil memegangi tangan Damar.
"Kamu pantas menerimanya,lepaskan tanganku." ujar Damar sambil melepaskan pegangan tangan Anggun.
"Damar kamu harus segera kerumah sakit sekarang juga,ibu kamu tadi berusaha bunuh diri." ucap Anggun.
"sudahlah ibu memang seperti itu,kamu saja yang mengurusnya aku mau bersama istri dan anakku kamu sebaiknya pulang saja.Ayo sayang kita temui anak anak pasti dia sudah menunggu eskrim ini." ucap Damar menggandeng pinggang Cahaya.
"Tunggu kamu harus liat Vidio ini.Kamu liat kan ibu kamu dia mencoba bunuh diri dengan meminum obat secara overdosis." ujar Anggun sambil menunjukan vidio Wanti meminum obat dengan mulut berbusa.
"Sebaiknya Abang pergi menemui ibu,biar aku nanti pulang sendiri bersama anak anak." ujar Cahaya sambil memegang tangan Damar.
"Tapi sayang,ibu itu punya banyak cara supaya keinginannya dituruti dan itu pasti semua hanya akal akalan dia saja." ujar Damar merasa kesal.
"Tapi bagaimana kalau itu benar,sebaiknya Abang cari dulu kebenarannya." ucap Cahaya berbisik ditelinga Damar.
" Ya sudah aku pergi dulu,jaga anak kita baik baik." ucap Damar sambil mencium kening dan bibir Cahaya.
"Memalukan ciuman ditempat umum." ucap Anggun kesal dan menghentakkan kedua kakinya.
Setelah kepergian Damar,Cahaya menemui kedua putranya yang tengah asik bermain mobil mobilan yang baru dibelinya tadi bersama Damar.
"Ayah ada pekerjaan jadi nggak bisa nemenin kita main.Nih ada eskrim dari ayah." ucap Cahaya memberikan sekantong eskrim.
"Abang belinya banyak banget." ucap Cahaya sambil membuka es krimnya untuk dimakan sendiri.
"Kenapa Sisil lama banget sih.Amar kemana adik kamu kok nggak ada?" tanya Cahaya kaget mengetahui Aska tidak ada.
"Aka ayi kesana Bu." ucap Amar menunjuk ke jalan raya.
"Aya kamu kenapa kok mukanya panik gitu?" tanya Sisil yang baru sampai.
"Aska hilang Sil,kamu tolong jagain Amar ya aku mau cari Aska dulu." ucap Cahaya meninggalkan Sisil dan Amar.
Sementara Aska berjalan kejalan raya dan melihat mobi besar,dia berlari menuju mobil itu.
"Sssst"
"Kenapa kamu ngerem mendadak,kamu mau bikin aku jantungan." ucap Bayu kesal.
"Maaf tuan,didepan ada anak kecil hampir tertabrak.Saya keluar dulu untuk melihatnya." ucap supir yang hendak turun.
__ADS_1
"Biar aku saja,menyusahkan saja." ucap Bayu sambil membanting pintu mobil.
Aska yang kaget menunduk dan duduk di depan mobil.
"Bocil kalau nyebrang hati hati." ucap Bayu.
"Ayah aka akut." ucap Aska sambil memeluk Bayu.
"Ya ampun ini anak siapa,kenapa aku merasa senang dipeluk olehnya." gumam Bayu sambil menggendong Aska.
"Dimana ibu kamu nak?" tanya Bayu sambil celingukan.
"Aska mau itut Ayah." rengek Aska sambil menangis.
"Ya sudah ayo ikut om." ucap Bayu yang tidak tega melihat Aska menangis.
"Duduk sini ya,om ada meeting dikantor.Nanti kalau sudah selesai om bantuin cari ibu kamu." ucap Bayu sambil mendudukkan Aska disamping namun dia tidak mau hingga Bayu terpaksa memangkunya.
Karena kelelahan Aska tertidur sampai kantor.Bayu menggendongnya masuk ke kantor.Orang orang melihat kearah Bayu sambil berbisik bisik.
"Wah anak siapa ya yang dibawa pak Bayu?" ucap salah seorang karyawan.
"Mungkin anaknya,wajahnya mirip sekali dengannya." sahut salah seorang karyawan.
Namun Bayu tidak memperdulikan ucapan mereka dan masuk keruangan nya.
"Sayang itu anak siapa?" Tanya Gea sambil berteriak.
"Ssst jangan berisik.Kamu membuat dia terbangun." ujar Bayu terlihat kesal.
"Ayah Aka lapel."ucap Aska sambil mengucek matanya.
"Ya sayang nanti om pesan makan buat kamu." ujar Bayu sambil tersenyum.
"Kenapa dia memanggilmu Ayah,katakan dia anak siapa.Kamu pasti selingkuh di belakangku kan?"tanya Gea.
"Prang"
"Prang"
Gea membanting gelas yang ada didepannya,dan membuat Aska ketakutan sehingga memeluk Bayu dengan erat.
"Kamu keterlaluan Gea,kamu membuat anak ini ketakutan." teriak Bayu kesal.
"Jangan takut ya sayang,disini ada om kamu tenang saja.Sekarang pejamkan mata kamu,om akan membawa kamu pergi dari sini." ujar Bayu sambil membelai dan mencium Kening Aska.
__ADS_1
Gea yang melihat tingkah laku Bayu yang begitu menyayangi Aska merasa sangat kesal.Dia mengambil Foto yang terpanjang didinding dan hendak melemparkan kearah Aska yang dibawa pergi Bayu.