Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Mengusir Mentari


__ADS_3

"Ih kakak apa apan pergi sana!!" ucap Mentari sambil membanting Foto yang terpajang di samping meja.Karena kesal Cahaya keluar dari kamar adiknya.


Saat hendak ke kamar Salsa putrinya dia melihat ibu mertuanya tengah berpelukan dengan suaminya,sehingga dia mengurungkan niatnya


"Mami selama beberapa hari papi akan tinggal disini,Mami jangan marah lagi ya." ucap Ibra sambil memeluk istrinya.


"Ya Pi." sahut Fitri yang nampak tidak enak melihat menantunya diluar.


"Cahaya,ayo masuk sayang." ucap Fitri sambil melepaskan pelukan suaminya dan berjalan kearah Cahaya.


"Begini Mi Bayu Sedang tidak enak badan sehingga hari ini dia tidak masuk kekantor.Tolong sampaikan sama papi ya mi." ucap Cahaya sambil meninggalkan kamar Fitri.Fitri segera menyampaikan kepada suaminya dan buru buru menemui putranya.


"Ya ampun anak Mami sakit apa?" tanya Fitri sambil memegang kepala anaknya.


"Cuma demam Mi,mungkin mau flu sama batuk.Suara aku juga serak." sahut Bayu yang terbaring di tempat tidur.


"Di bawa ke dokter saja ya sayang." ucap Fitri sambil memijat kaki anaknya.


"Nggak usah Mi nanti juga sembuh,tadi Cahaya sudah memberi aku obat.Sudah mami temui papi saja,mumpung dia liburan.Bayu mau istirahat,rasanya ngantuk sekali " ucap Bayu sambil menguap.Fitri kemudian menyelimuti anaknya dan segera keluar dari kamar.


Setelah meminum obat kini Bayu tertidur pulas dan bangun saat menyadari istrinya tengah berada disampingnya.


"Sayang kamu wangi sekali,masih siang sudah mandi" ucap Bayu sambil membelai rambut istrinya.


"Ini tuh sudah malam,sudah sana tidur aku ngantuk." ucap Cahaya kemudian tidur di sebelah Bayu.


Bayu bergegas mandi dengan air hangat karena merasa sudah baikan.Kemudian dia ketempat kedua putrinya dan mengajaknya main sebentar kemudian turun kelantai bawah menemui putrinya.


"Ya ampun cantiknya papi belum tidur." ucap Bayu sambil menimang putrinya.Setelah putrinya tertidur dia menaruh lagi di tempat tidur dengan sangat pelan.


"Eh kamu Bay,tadi salsa bangun ya.Maaf ya Mami habis dari kamar papi." ucap Fitri yang merasa tidak enak melihat dirinya dengan rambut basah.


"Ya mi nggak papa,Bayu balik ke kamar ya." ucap Bayu kemudian meninggalkan kamar Fitri dan menuju dapur.Namun tiba tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya.

__ADS_1


"Bayu jangan lupa ya nanti malam." ucap Mentari kemudian melepaskan pelukannya.


"Apaan sih,cewek nggak jelas." ucap Bayu kemudian meninggalkan Mentari seorang diri.


"Kamu malu malu tapi mau juga,nanti malam kamu pasti datang ke kamar aku lagi seperti kemarin kemarin.Ya walaupun gelap gelapan nggak papa yang penting bisa berduan sama kamu,sebaiknya aku mandi dulu biar nanti mainnya tambah h*t." ucap Mentari sambil beranjak ke kamarnya kemudian mandi.


"Sayang kamu sudah tidur ya." bisik Bayu ditelinga istrinya.


"Kenapa sih aku ngantuk." ucap Cahaya sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aku kedinginan ucap Bayu sambil membuka selimut istrinya kemudian memeluknya erat.


"Ih kamu kebiasaan." ucap Cahaya sambil membiarkan suaminya berebut selimut dengannya kemudian memeluknya.


Sementara Mentari yang baru selesai mandi sambil mengenakan handuk kemudian memainkan lampu sehingga kelap kelip.


"Tok tok tok"


Terdengar suara ketokan pelan di pintu kamarnya.


"Bayu,akhirnya kamu datang juga."ucap Mentari kemudian membuka kancing kemeja pria di depannya.Setelah itu mereka melakukan layaknya hubungan suami istri.Hingga waktu subuh Mentari menyadari pria yang semalam disampingnya sudah tidak ada.


Mentari bergegas mandi dan berpakaian kemudian menuju meja makan.Semua orang telah menunggunya dengan tatapan aneh.Terutama Kakaknya yang terus memandanginya tanpa henti.


"Mentari kenapa dengan leher kamu kok banyak tanda merah?" tanya Cahaya sambil menatap leher adiknya.


"Oh ini,semalam aku digigit nyamuk.Diksmar kakak juga banyak serangga." ucap Mentari santai sambil memasukan roti kedalam mulutnya.


"Mentari sebaiknya kamu kembali ke Jakarta tidak baik seorang adik menginap terlalu lama ditempat kakak perempuannya yang sudah menikah." ucap Fitri sambil menatap tajam Mentari.


"Ya Tante,aku akan pergi dari sini tapi hari Senin saja.Sekatang hari Sabtu,aku mau menghabiskan waktu dengan kekasihku." ucapnya sambil melirik kearah Bayu.


"Ya Sudah,tapi hari Senin kamu harus pergi dari rumah ini.Kebetulan malam ini Tante ada acara keluarga kamu nggak papa di tinggal sendirian." ucap Fitri.

__ADS_1


"Si*l kenapa harus pergi sih aku kan ingin menghabiskan waktu yang tersisa dengan Bayu sepuasnya."gumam Mentari dalam hati kemudian menyudahi sarapannya kemudian menuju kamar dan menghempaskan badannya secara kasar.


"Baru seminggu ini Bayu berani menyentuhku,eh sekarang malah disuruh balik ke Jakarta.Aku juga sudah meminum susu untuk mempercepat ibu hamil serta obat penambah kesuburan supaya cepat hamil.Jika aku hamil Bayu pasti menikahi ku dan menceraikan kak Cahaya.Dengan begitu hati kak cahaya pasti hancur sedangkan aku bisa hidup berbahagia dengan Bayu.Semua rencana ini gagal karena tanya Fitri awas saja aku akan buat perhitungan dengannya." umpat Mentari kesal.


Saat malam hari dia merasa kesepian,dirumah tidak ada siapapun.Tiba tiba hujan turun dengan deras dan listrik padam.Namun Mentari tetap dikamarnya sambil memainkan ponselnya.


Karena kegerahan dia mandi namun saat berganti pakaian dia melihat sekelebat bayangan dikamarnya.Dia yang merasa ketakutan segera keluar dan mencari tau menggunakan senter ponselnya.Namun dari arah belakang seseorang membekap mulutnya.


"Sayang,ayo kita main lagi." bisik seorang pria yang membekapnya dengan suara parau dan membopongnya ke kamar.Mentari yang kaget menjatuhkan ponselnya diluar kamar.Setelah itu mereka berdua melakukan hubungan terlarang,setelah puas pria itu meninggalkan Mentari yang terkulai lemas dikamar.


Hingga keesokan harinya saat tengah malam ptia itu datang lagi saat Mentari dalam keadaan terlelap.Mentari yang menyadari seseorang telah datang segera membuka matanya.


"Ya ampun Bayu,ternyata kamu bisa masuk padahal semua pintu telah aku kunci." ucap Mentari langsung memeluk pria di depannya.


"Ayo sayang." ucap pria itu sambil membuka seluruh pakaian Mentari dan melakukannya lagi hingga pagi menjelang, pria itu meninggalkan Mentari saat subuh.


"Ya ampun Bayu,kamu buru buru sekali.Pasti kamu takut ketahuan istri kamu yang galak itu.Kamu sampai bela belain pulang dan menemaniku setiap malam,aku senang sekali.Aku harus berkemas sebelum Tante Fitri dan yang lainnya pulang." ucap Mentari sambil beranjak bangun dan membersihkan diri dikamar mandi.


"Hoek"


"Kenapa perutku mual sekali" ucap Mentari sambil memegangi perutnya.Namun dia tidak menghiraukannya,setelah selesai mengemasi pakaian dia beranjak ke depan dengan menarik kopernya.


"Mi Bayu langsung berangkat ya,semalem kan papi berangkat ke London mengantar kakek.Bayu harus menemui Damar terlebih dulu nanti sepulang kantor Damar ajak Bayu kesini."ucap Bayu sambil mencium tangan Fitri.


"Tunggu Bay aku ikut,kamu mau ke Jakarta kan kita bereng aja." ucap Mentari sambil menyeret kopernya.


"Maaf ya Mentari,kamu naik travel aja aku buru buru." ucap Bayu tanpa melihat kearahnya.


"Brukkk"


Tiba tiba Mentari jatuh dan tak sadarkan diri.


"Sayang tolong angkatin adik aku."ucap Cahaya sambil mendekati adiknya.

__ADS_1


"Itu pasti drama adik kamu biar dia ikut bareng aku.Sudahlah biarkan saja nanti juga bangun sendiri." ucap Bayu yang hanya menoleh kearah Mentari.


__ADS_2