
Pernikahan Mentari dilangsungkan satu Minggu lagi,namun diadakan secara sederhana.Rencanannya pernikahannya dilakukan di tempat pak Maman.
Mentari hanya menurut saja,karena dirinya terlanjur hamil.Mencari seseorang yang lebih muda untuk menikahinya sangat sulit apalagi kondisinya yang tengah hamil.
Perut Mentari masih terlihat rata,dia masih menginginkan Bayu menikahinya.Saat ini dia tersenyum licik kearah kakaknya yang tengah menyuapi putri bungsunya makan.Sementara Bayu tengah berada di kantor cabang yang berada di Bogor.
Hari ini Mentari pergi kesalon dan berbelanja sepuasnya.Melakukan perawatan dari ujung kaki hingga ujung rambut.Dia juga mengenakan pakaian yang sangat sexsi.Mentari iri dengan Cahaya yang memiliki tubuh ramping dan postur tubuh tinggi.Berbeda dengan dirinya yang tingginya sebatas lengan kakaknya dan wajahnya lebih cantik sang kakak.
"Mentari kamu dari mana saja,kenapa pakaiannya seperti itu.Sebaiknya kamu masuk kedalam dan ganti pakaianmu,jika tidak aku akan mengusir mu." Ucap Fitri geram melihat Mentari mengenakan pakaian setinggi lutut dan belahan dada yang terbuka.
"Dasar nenek lampir,awas saja nanti.Jika sudah jadi mertuaku aku akan mencekik lehermu sampai mati." gerutu Mentari sambil membuang belanjaannya ke ranjang.
Cahaya yang telah selesai masak untuk makan malam segera memanggil semua orang makan.
"Eh cucu eyang,ayo makan." ucap Fitri sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk kedua cucunya.
"Ya yang." sahut keduanya bersamaan.
"Makan yang banyak ya sayang,biar cepat besar." ucap Bayu sambil mengelus rambut kedua putranya.Bayu memang sangat menyayangi Amar dan Aska walaupun dia bukan darah dagingnya.Orang pasti mengira jika keduanya adalah putranya karena wajah mereka begitu mirip.
"Ih lebay banget Bayu,nanti jika anakku lahir pasti lebih tampan darinya." gumam Mentari dalam hati sambil menatap kearah bertiga.
"Mentari kamu ngapain sih" ucap Fitri sembari menengok ke bawah meja,melihat kaki Mentari mengusap usap kakinya.
"Maaf Tan gatel,salah garuk."ucap Mentari kesal karena mengira kaki yang usap kaki Bayu.Dia kembali melanjutkan makan tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Selesai makan malam Bayu masuk kekamarnya,namun diam diam Mentari memperhatikannya dari kejauhan.
"Kenapa malam ini gerah sekali." ucap Bayu yang tiba tiba merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya.Dia kemudian mandi dan setelah itu kembali memakai piyamanya.
Namun dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya,seperti ingin mendapatkan sentuhan.Namun dia berusaha menahan perasaan itu dengan mencoba tertidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Bukannya mereda namun Bayu merasakan miliknya begitu tegang,dia hanya menahannya sambil beranjak ke kamar mandi.
setelah berendam dikamar mandi semakin menjadi jadi.Dia segara keluar dari kamar mandi dan menabrak sesuatu hingga dia terjatuh.
"Kok lampu kamar mati,sih." gumamnya sambil menahan hasrat yang ingin segera dituntaskannya.Sebuah tangan melingkar di pinggangnya yang hanya mengenakan handuk.
"Sayang kok kamu balik lagi,katanya mau nemenin Salsa tidur." ucap Bayu sambil bergetar.Tadi Istrinya pamit mau menemani putri bungsunya tidur karena dari sore dia rewel.
Namun Bayu sudah tidak tahan karena mendapat sentuhan dari wanita didepannya.Dia segara membalas ciumannya.Hingga dia sendiri yang membuka seluruh pakaian si wanita.
Dia merasa aneh setelah masukan miliknya ke milik si wanita.Walapun Cahaya sudah punya tiga orang anak tapi dia selalu menjaga tubuhnya dan rajin berolah raga,Serta selalu meminum ramuan tradisional yang diberikan Fitri,supaya lebih kencang dan kesat.
Namun saat dia hampir kli****s tiba-tiba lampu menyala.
"Kalian berdua."ucap seorang yang suaranya sangat Bayu kenali.
"Sa sayang kamu disitu." ucap Bayu gugup sambil membuka matanya dan menatap wanita yang berada dibawahnya.Kemudian dia mencabut miliknya.
"Aku bisa jelasin semua sayang,tolong aku." ucap Bayu kemudian menarik istrinya kekamar mandi.
""Kamu tega,apa yang kamu lakukan..."ucapnya terhenti karena Bayu mencium bibir istrinya.
__ADS_1
Bayu yang sudah tidak tahan segera menuntaskan hajatnya,dia melakukan dengan istrinya dengan sangat kasar dan memaksa.
"Sayang maafkan aku,ini diluar kendaliku."ucap Bayu sambil mencium kening istrinya setelah dia menuntaskan hasratnya.Cahaya yang tadinya begitu marah dan sempat menggigit leher suaminya hingga berdarah akhirnya mengerti bahwa suaminya dalam pengaruh obat.
"Ayo kita lakukan lagi dikamar,tolong maafkan aku soal yang tadi." ucap Bayu kemudian membopong istrinya diranjang.Cahaya yang mengerti keadaan suaminya hanya mengangguk dan menurutinya.Hingga akhirnya mereka berdua kembali bercinta tanpa pemaksaan.
"Menyebalkan,padahal tinggal dikit lagi.Ngapain sih Kak Cahaya pakai balik lagi sih,padahal aku sudah capek capek bikin anaknya demam." rutuk Mentari sambil menghempaskan badannya di ranjangnya.
"Mentari,hari ini juga kamu pergi dari rumah ini."ucap Cahaya sambil melempar koper adiknya yang sudah dia kemasi sewaktu adiknya mandi.Mentari selalu menyiapkan baju terlebih dahulu sebelum mandi,sehingga memudahkannya memasukan barang barang adiknya ke koper.
"Tapi kan kak,aku akan pindah setelah menikah.Aku takut sendirian,tolonglah jangan usir aku." rengek Mentari sambil menangis.
"Ayo biar Tante bantu kamu." ucap Fitri kemudian menarik koper mentari kedepan.
"Pak Maman tolong bawa koper kerumah yang akan kalian tempati.Biar aku yang nanti menyusul sama Mentari."ucap Fitri kemudian kembali lagi ke dalam dan menarik Mentari.
Dengan terpaksa Mentari hanya menurut dan mengikuti Fitri kerumah barunya Sebenarnya rumah yang akan dia tempati sudah lengkap namun dia enggan pindah.
"Papi kapan papi pulang?" tanya Fitri setelah mengantarkan Mentari dari rumah barunya.
"Sayang,aku kangen sekali." sahut Ibra sambil memeluk istrinya.
"Brakkk"
Tubuh Ibra terlempar cukup keras mengenai koper yang ada dibekakangnya.Sehingga isi koper berantakan dan isinya berhamburan.
__ADS_1
"Mami kenapa mendorong Papi,emang salah papi apa?" tanya Ibra yang kini jatuh tersungkur.
Namun Fitri tidak menghiraukan ucapan suaminya. mata Fitri menatap tajam kearah bawah melihat sebuah obat yang tadi menggelinding dibawah kakinya.Dia segera mengambil obat itu dan melemparkan ke wajah suaminya.