Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Ruqyah


__ADS_3

"Mentari sebaiknya kita kembali keatas saja,kita lanjutkan diatas." ucap Anton sambil melepaskan ciumannya kemudian menyuruh Mentari ke ranjang.Saat Mentari lengah Anton segera membuka kunci dengan kunci cadangan di laci dan segera keluar dari kamarnya dan mengunci pintunya dari luar.


"Yah,kok pintunya dikunci sih.Cepetan buka,kalo nggak aku bakal teriak sekencang-kencangnya biar warga kesini." teriak Mentari di dalam kamar sambil menggedor gedor pintu.


Namun Anton tidak menghiraukannya,dia lalu mengambil sesuatu untuk menutupi bagian bawahnya dari jemuran.Karena semua pakaiannya ada didalam kamarnya,tidak mungkin dia masuk dan mengambil pakaian lagi.Kemudian dia bergegas pergi kerumah Cahaya.


Hujan turun dengan derasnya,namun Anton tetap nekat kerumah putrinya malam ini juga.Dia sudah tidak tahan dengan kelakuan putri bungsunya.Sebelumnya Mentari juga sering memamerkan tubuhnya di depannya,namun kali ini dia benar benar kelewatan.Sehingga mau tidak mau Anton harus pergi dari sana,dia sudah sangat muak melihat kelakuan putri bungsunya


Tok


Tok


Tok


"Cahaya buka pintunya,ini ayah nak."ucap Anton dengan tubuh menggigil dan badannya bergetar.Jarak rumah mereka memang tidak terlalu jauh,namun hujan malam ini begitu deras.Sehingga Anton yang berjalan tanpa menggunakan payung basah kuyup.


"Mungkin mereka tidak mendengar suaraku,lebih baik aku duduk saja diteras ini.Dari pada aku harus kembali kerumah itu lagi."gumam Anton sambil mencoba memejamkan matanya dan menyenderkan tubuhnya di jendela.


Dirinya takut jika masih disana Mentari akan tetap merayunya,dan dia takut bila imannya tidak kuat.Apa lagi dia tau betul sifat putrinya jika keinginannya tidak dituruti pasti akan melakukan hal apapun.


Ceklek


"Ayah,kenapa ayah disini?Ayo masuk diluar hujannya sangat deras!!"ucap Bayu yang nampak kaget saat membuka pintu.

__ADS_1


Sebenarnya Bayu tadi mendengar suara orang mengetuk pintu saat dia hendak ke kamar mandi namun dia tidak yakin.Dia berpikir mana mungkin orang bertamu malam mamal apalagi hujan diluar sangat lebat dan disertai angin kencang.


"Ini yah aku buatin teh hangat.Sebaiknya ayah mengganti pakaian,ini aku bawakan buat ayah." ucap Bayu sambil meletakan secangkir teh dimeja serta pakaian ganti untuk mertuanya.Sebenarnya dia ingin menanyakan tujuan ayahnya tengah malam kerumahnya hanya mengenakan kaos dan handuk kecil yang menutupi bagian bawahnya.


"Sebenarnya apa yang yang terjadi dengan ayah,kenapa tengah malam begini ayah kesini dan mengenakan handuk?"tanya Cahaya yang sudah berdiri tepat didepannya.


"Sayang kasihan ayah sudah kedinginan,pertanyaannya besok saja sekarang kita biarkan ayah istirahat dan berganti pakaian." ucap Bayu kemudian mengajak mertuanya menuju kamar depan.Kamar yang dulu ditempati Mentari saat menginap disitu.


"Ayo sayang kita tidur!"ucap Bayu kemudian membopong istrinya kekamar,karena sedari tadi hanya duduk melamun.Kemudian membujuk istrinya untuk tidur lagi.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan ayah semalam?tanya Cahaya saat selesai sarapan.Kedua putranya telah berangkat sekolah diantar suaminya Sedangkan putri bungsunya tengah bermain diteras bersama Lastri.


"Adik kamu sudah gila,kita harus segera melakukan sesuatu.Masa semalam dia meminta tidur dikamar ayah,kemudian dia merayu ayah." ucap Anton dengan wajah bersedih.Sebenarnya dia enggan menceritakan hal itu pada putrinya,namun dirinya sudah tidak kuat menghadapi tingkah putri bungsunya.


"Kita melakukan apa yah?" tanya Cahaya yang bingung harus berbuat apa untuk mengobati adik yang sangat dia sayangi.


"Mami benar,sebaiknya besok saja kita ketempat pak kyai Kebetulan besok Bayu libur." ujar Cahaya yang tampak gembira mendengar usul ibu mertuanya.


Saat siang Cahaya dan Fitri mengunjungi rumah Mentari dengan membawa banyak makanan.Mereka berdua menghidangkannya di meja makan,kemudian membuka kamar ayahnya yang masih terkunci.Karena Anton sengaja mengunci pintunya dari luar dan membiarkan kuncinya tergantung ditempatnya,sebab Mentari mempunyai kunci cadangannya.


Ceklek


"Ya ampun Mentari,kamu benar benar gila." ucap Fitri sambil menutup mulutnya dengan tangan.Kamar Anton terlihat berantakan dan Mentari masih tertidur tanpa mengenakan apapun.

__ADS_1


Cahaya kemudian menutupi tubuh adiknya menggunakan selimut,kemudian ke luar dari kamar.


Dia kemudian membersihkan rumah itu dibantu ibu mertuanya,setelah itu mereka berdua pulang kerumah.


...****...


Keesokan harinya Anton mengajak Bayu dan Fitri menemaninya ke tempat pak kyai Anwar untuk mengobati putri bungsunya. Mentari akhirnya mau ikut setelah Anton membujuk dan mengimingi imingi dengan uang.Dia menggunakan gamis panjang serta menggunakan kerudung.Sementara Cahaya tidak ikut karena dia harus menjaga ketiga anaknya ditemani Lastri.Sementara Tari saat ini tinggal dengan Damar menemani istri keduanya yang sedang hamil tua.


"Gimana keadaan Mentari ya,semoga dia baik baik saja dan segera berubah." gumam cahaya yang dari tadi mondar mandir sambil menjaga ketiga buah hatinya yang tengah bermain di teras.


Tin


Tin


Tin


Tiba tiba dari luar terdengar klakson mobil Bayu,Cahaya yang berada diteras segera membukakan gerbang dan berlari ke luar.


"Sayang gimana keadaan adik aku?"Tanya Cahaya yang hanya melihat suaminya pulang sendirian.Sementara Bayu hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya.


"Mereka lagi belanja sayang,bentar lagi juga pulang." ucap Bayu.


"Belanja,katanya mau di ruqyah

__ADS_1


gimana sih!!" ujar Cahaya nampak kesal.


"Ruqyah nya jadi kok sayang,cuma .." ucapan Bayu terhenti matanya menatap kearah mobil yang berhenti didepan rumahnya.


__ADS_2