
Dengan segala drama dan tangisannya akhirnya Mentari pulang kembali kerumahnya,rumah sewaktu tinggal bersama Maman.Namun dia tidak membawa Talita bersamanya.
Mentari bahkan sama sekali tidak perduli pada putrinya.Kali ini dia punya rencana lain,dia begitu marah saat kakaknya mengusirnya secara paksa dari rumah.
"Syukurlah sayang kali ini adik kamu akhirnya pergi dari sini." ucap Bayu yang kini hendak berangkat ke kantor.
"Tapi aku kasihan padanya,apa sebaiknya kamu menikah saja dengannya.Mungkin dengan menikahinya dia bisa berubah seperti dulu.Aku benar benar merindukan Mentari yang seperti dulu." ucap Cahaya sambil membayangkan masa indahnya sewaktu bersama adiknya.
"Aduh sayang,adik kamu itu otaknya udah tumpul jadi mau dibikin kayak gimana pun dia tetap tidak berubah.Aku nggak mau dijadikan kelinci percobaan,kalau aku disuruh menikah sama cewek lain saja aku mau."ucap Bayu.
"Apa kamu bilang,jadi kamu mau menikah lagi.Kalau kamu mau menikah lagi dengan cewek lain Maks aku tidak segan segan menguliti hidup hidup.Udah cepetan pergi kerja,sebelum kemarahanku meledak." teriak Cahaya yang memelototi suaminya.
"Iya iya sayang, aku cuma bercanda ini aku berangkat kok." ucap Bayu yang bergegas ke kantor.
Akhir akhir ini Cahaya merasa bersedih karena dia tidak pernah bertemu adiknya.Saat dia berusaha mendatangi rumahnya ternyata rumahnya dikunci.Dan menurut salah seorang tetangganya sudah beberapa hari ini tidak melihat Mentari.
Karena khawatir dia meminta ayahnya untuk mencarinya keberadaan adiknya.Kemudian Anton baru ingat kalau dia memasang Gps di mobil Mentari.
Sebab Mentari pergi menggunakan mobil ayahnya yang terparkir dirumah Cahaya.Waktu itu Anton diajak rejan kerjanya memancing dan berangkat menebeng mobil rekannya.Saat itulah Mentari membawa mobil ayahnya yang kebetulan kuncinya tergeletak di meja.
"Bayu menurut GPS yang terpasang di mobil ayah,saat ini Mentari berada di puncak." ucap Anton yang sedang bersantai dengan Bayu sepulang kerja.
"Gimana kalau kita kesana saja yah?tanya Bayu.
"Aku ikut,aku khawatir dengan Mentari jangan jangan dia diculik dan dijual untuk dijadikan wanita malam.Soalnya kenari aku mimpi dia yang sedang tidur dengan beberapa pria.Aku takut terjadi sesuatu dengannya yah."ucap Cahaya yang akhir akhir ini begitu sedih memikirkan nasib adiknya.
"Aduh sayang kalau dijual ke lelaki hidung belang mah Mentari dengan senang hati melayaninya.Jangankan dijual dia sendiri malah yang membayar lelaki itu untuk memuaskan dirinya.Ya kan yah,sama ayahnya saja mau diembat apalagi orang lain." ucap Bayu panjang lebar.
__ADS_1
"Bayu kamu itu,bisa nggak sih ngomongnya dijaga." ucap Cahaya sambil mencubit perut suaminya.
"Sudah sudah jangan bertengkar sana pamit dulu sama Bu Lastri juga Mami Fitri nanti keburu malem.Ayah sudah bela belain pulang cepat untuk mencari Mentari." ucap Anton.
Lalu keduanya berpamitan pada Fitri dan Lastri,beruntungnya Salsa dan Talita tidak rewel apalagi Aska dan Amar yang pandai jika disuruh menjaga mereka berdua.
Karena alat pelacak nya terhubung dengan laptop Anton maka dia membawa laptopnya.Namun kali ini posisi Mentari sudah berpindah disebuah Villa.Villa yang pernah didatangi Bayu dan Cahaya yaitu villanya Ibra.
"Sayang,ini kan villanya Papi.Atau jangan jangan adik kamu saat ini sedang bersama papi aku." ucap Bayu yang menghentikan mobilnya tepat di depan Villa.
"Bisa jadi,sebaiknya kita jangan terlalu dekat nanti Mentari curiga.Kita cari tau dulu yang sebenarnya jangan sembarangan menuduh,mungkin saja ayah kamu sudah menjual villanya pada orang lain." ucap Cahaya yang merasa masih ragu dengan keterangan suaminya.
Saat tengah mengintai dari kejauhan tiba tiba mereka melihat beberapa orang pria keluar dari vila itu.Namun selang beberapa jam tampak sebuah mobil dan dua orang pri turun dan masuk ke villa.
"Ini benar benar sudah tidak beres,aku harus segera masuk." ucap Cahaya kemudian mengeluarkan pisau lipat dari tasnya.
",Ya mau kesana lah mau apa lagi.Pasti Mentari digilir beberapa pria Bayu dia pasti diperkosa." ucap Cahaya sambil menyeka air matanya.
"Tunggu sayang jangan gegabah." ucap Bayu mencoba menenangkan istrinya.
"Maaf mba, mas kalau boleh tau ada tujuan apa ya kalian kesini.Saya perhatikan dari tadi kalian berdua menatap kearah villa itu." ucap seorang pria.
"Jadi begini pak,adik saya dalam tempat itu,saya takut terjadi apa apa dengannya." ucap Cahaya.
"Perkenalkan saya Anwar kebetulan saya keta RT disini.Bagaimana jika kita ngobrolnya di rumah saya saja." ucap pria yang ternyata namanya Anwar.
Cahaya dan Bayu kemudian menuju rumah Anwar dan mengajak Anton kesana.Kebetulan dari rumah Anwar terlihat jelas villa yang diduga ditempati Mentari.Menurut Anwar Sudah beberapa hari villa itu ditempati.
__ADS_1
Namun biasanya hanya ada satu pria dan satu wanita saja yang tinggal disitu.Baru hari ini banyak pria berdatangan ketempat itu.Karena rasa penasaran yang begitu tinggi Cahaya memaksa malam malam mengintai mereka.
Dengan dibantu Anwar dan beberapa warga lainnya akhirnya pintu yang dikunci dari dalam dapat dibuka.
"Sebaiknya kalian berdua berjaga diluar barangkali mereka kabur.Biar saya yang berjaga dipintu belakang dengan pak Anton." ucap Anwar selaku warga situ dan ketua RT.
"Ya pak RT." jawab kedua warganya yang ikut membantu proses penggrebekan.
"Ceklek"
Pintu dibuka dengan pelan oleh Cahaya dan Bayu namun tida ada siapapun.Kemudian mereka berdua menuju kamar utama villa itu.
"Papi,Mentari kalian berdua sungguh keterlaluan."gumam cahaya lirih.Kemudian dia mengambil ponselnya dan merekam mereka berdua yang sedang dimabuk cinta.Tampak Mentari dan Ibra tanpa mengenakan apapun tengah bermesraan di ranjang.Setelah puas merekam Cahaya memberi kode pada suaminya untuk langsung menggerebek mereka berdua.
"Kalian mau lari kemana." ucap Bayu yang memegangi pergelangan tangan Ibra.Senentari Mentari lari ke kamar mandi.
"Pak RT mereka sudah tertangkap." teriak Cahaya sambil berdiri di kamar mandi.
Semua orang berlari kearah kamar termasuk Anton yang dari tadi menunggu di pintu belakang.
"Sebaiknya kita apakan pasangan Zina ini." teriak salah seorang warga.
"Kita arak saja keliling kampung setelah itu kita nikahkan mereka berdua." ucap seorang warga lainnya.
"Bagaimana menurut pak Anton." tanya Anwar.
"Sebaiknya kita nikahkan mereka berdua,selebihnya terserah mau kalian apakan." ucap Anton yang benar benar kecewa dengan perbuatan putri bungsunya.
__ADS_1