Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Berunding


__ADS_3

"Sayang kamu kesini." ucap Damar sambil melihat kearah istrinya yang tengah melotot kearahnya.


"Jadi ini kelakuanmu,ayo sekarang pulang." ucapnya sambil menjewer telinga Damar dan menariknya keluar.


"Sekarang tinggal kita tanyakan sama pak Maman setelah itu papi.Bayu tolong kami panggil pak Maman kesini biar semuanya jelas." Ucap Fitri sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya pak Maman datang.Anton yang sudah dihubungi dari pagi juga datang.Namun Anton lebih banyak diam setelah mendengar penjelasan Cahaya.


Anton begitu malu mengetahui perbuatan putri bungsunya,dia merasa sangat tidak enak terhadap keluarga besannya.Terlebih lagi Mentari kini tengah hamil.Cahaya yang sedang kalap mendesak dan mengancam Maman,karena takut dengan ancaman Cahaya akhirnya Maman berbicara jujur.


Maman adalah seorang duda berusia enam puluh tahun.Dia sudah lama ditinggal istrinya,dia hanya tinggal seorang diri karena anak semata wayangnya telah meningggal.Dia merupakan pria yang rajin dan ramah.


"Sekarang tolong ceritakan yang sebenarnya pak Maman,biar semua jelas." ucap Anton yang sedari tadi diam.


"Malam itu saya hendak meminjam uang sama Bu Fitri karena keponakan saya sakit.Tapi rumah terlihat sepi,karena frustasi saya menyender di pintu tapi tiba tiba pintu terbuka karena penasaran dan takut ada maling maka saya masuk dan menyelidiki.Waktu itu rumah dalam keadaan gelap,namun daya mendengar suara ******* seseorang dari kamar depan karena penasaran saya mencoba mengintip.Benar saja saya melihat dua orang tengah bercinta,saya tidak tau pasti siapa pria itu.Setelah pria itu pergi saya pun berencana pulang,namu ditengah jalan saya yang sudah begitu terangsang melihat adegan itu kembali lagi kesana.Saya berniat memperkosanya saja jika dia menolak tapi setelah saya masuk dan mencoba menggaulinya dia hanya pasrah dan menerima semua.Bahkan dia begitu begitu agresif membalas serangan dari saya.Setelah puas saya meninggalkan dia yang tengah terlelap,dan menutupi tubuhnya dengan selimut.Tolong maafkan saya Bu Fitri,pak Anton saya benar benar menyesal,saya berjanji akan mempertanggungjawabkan perbuatan saya,asalkan bapak dan ibu tidak membawa saya ke kantor polisi." ucap Maman sambil memegangi kaki Anton berharap mereka semua mau memaafkan kesalahannya.


"Baiklah,pak Maman boleh pergi,nanti akan kami panggil kembali." ucap Ibra kemudian menyenderkan tubuhnya disofa.Dia menyadari ini semua bukan sepenuhnya kesalahan orang lain,putrinya lah yang sengaja memancing dan mengundang birahi lelaki yang melihatnya.Setelah beberapa saat terdiam akhirnya Ibra berjalan kearah Mentari yang tengah duduk santai seolah tidak terjadi apapun.


Plakkk

__ADS_1


Plakkk


Plakkk


"Ayah." ucap Mentari yang tidak menyangka akan ditampar oleh ayahnya.Selama ini Anton terkenal dengan kesabarannya,namun amarahnya kali ini benar benar sudah diluar batas kesabarannya.Semua orang yang disana nampak kaget saat Anton menampar putrinya,terutama Cahaya yang begitu syok melihat ayahnya menampar adiknya sangat keras.


"Pokoknya Ayah akan menikahkan kamu secepatnya,kamu benar benar membuat ayah malu.Lebuh baik kamu menikah saja biar ada yang mengurus dan membimbing kamu supaya kelakuan ja*angmu berubah." teriak Anton kemudian masuk kekamarnya dan mengunci pintunya.


"Semua ini gara gara kakak,kenapa ayah selalu lebih menyayangi kakak.Aku benci kakak,benar kata ibu kakak itu memakai pelet supaya semua orang menjadi suka pada kakak."ucap Mentari kemudian berlari kekamarnya.


"Dek buka pintunya semua yang kamu katakan tidak benar ." ucap Cahaya sambil mengetok kamar adiknya.Namun Mentari enggan membukakan pintu kamarnya.


Karena takut terjadi keributan dan mempengaruhi anak anak maka Lastri memutuskan membawa Aska dan Amar menginap sementara di rumah kerabatnya.Sementara si kecil Salsa tetap berada dirumah,bersama Fitri.


Setelah seharian mengurung diri dikamar akhirnya Anton keluar dan meminta semua orang berkumpul.Cahaya menemani putri bungsunya di kamar.


"Bu Fitri bagaimana pendapat ibu mengenai anak saya Mentari.Semua ini juga bermula dari dirinya sendiri yang suka mengumbar auratnya dan menggoda suami orang." ucap Ibra yang sudah begitu kecewa dengan kelakuan anak bungsunya yang selalu berpakaian seksi dengan belahan dada yang terbuka.


"Saya juga minta maaf pak Anton,apa sebaiknya kita menunggu dulu sampai suami saya pulang.Saya yakin mas Ibra juga ikut meniduri Mentari.Sewaktub menginap dirumah temanku dia pulang lebih awal dengan alasan hendak pulang ke Jakarta.Dan yang membuat saya lebih curiga dia selalu keramas setiap hari,padahal kita tidak melakukan apapun.Jika memang mas Ibra adalah ayah dari anak yang dikandung Mentari saya ikhlas jika mas Ibra menikahinya." ucap Fitri yang begitu malu dengan kelakuan bejat suaminya,terlebih lagi Putranya Damar juga ikut menidurinya.

__ADS_1


"Tidak Bu Fitri,sebaiknya Mentari kita nikahkan saja dengan pak Maman.Dia seorang duda,jika dia menikahinya maka tidak akan ada yang sakit hati." ucap Anton yang membuat semua orang terkejut.Terlebih Mentari dia sampai melotot dan handphone yang dipegangnya terpental.


"Ayah gila yah,Masa aku disuruh menikahi bapak bapak tua.Pak Maman jelek,sudah tua aku maunya menikahi Damar bukan kakek kakek." ucap Mentari sambil memonyongkan bibirnya.


"Itu salah kamu sendiri,kenapa kamu jadi gadis kegatelan.Itu hukuman buat kamu,dari pada nanti anak kamu lahir tanpa seorang ayah.Ksmu mau di bakar warga sini,warga sini galak semua.Lebih baik kamu nurut,kalau nggak kita pulang ke Jakarta hari ini juga." ucap Ibra.


"Mentari nggak mau pulang ke Jakarta,aku juga nggak mau nikah sama pak Maman dia udah tua." ucapnya kesal.


"Ya sudah sana kamu cari sendiri calon suami kamu.Mana ada cowok yang menikahi wanita yang sedang hamil dan itu bukan anaknya.Kalau kamu mau secepatnya ayah urus pernikahan kalian." ,ucap Ibra.


"Bayu ayolah menikah denganku,aku rela dijadiin yang kedua asalkan kamu mau menikahiku.Atau nggak kamu juga nggak papa Damar." ucap Mentari sambil memandangi Damar dan Bayu.


"Ogah,cantikan juga istri aku.Lagian aku kan nggak nyentuh kamu sedikitpun,tuh sama Damar aja.Dia kan yang sudah menidurimu,kali aja dia mau." ucap Bayu sambil menunjuk kearah Damar.


"Maaf ya Mentari aku nggak bisa istri aku galak banget,Bisa bisa aku digantung sama dia lagian istri aku kan tiga.Kamu tau sendiri istri ketiga aku galaknya kayak apa." ucap Damar.


Setelah melakukan perdebatan akhirnya Mentari menerima pernikahan itu dengan syarat dia tinggal di dekat rumah kakaknya.Dan sebelum menikah dia meminta tinggal dirumah Cahaya sampai dia sah menjadi istri pak Maman.Pak Maman bersedia menikahi Mentari,apalagi selama ini dia begitu kesepian karena semenjak kehilangan istrinya dia belum menikah lagi.


"Sebaiknya aku cari cara untuk menggagalkan pernikahan ini,tapi apa caranya ya." gumam Mentari sambil melihat kekamar kakaknya.Kemudian dia menyelinap masuk ke kamar kakaknya diam diam dan mengambil sesuatu dari dalam lemari dan parfum yang biasa digunakan kakaknya dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


__ADS_2