
"Mari Bu silahkan duduk." ucap Inem.
"Aska ibu kangen nak,akhirnya ibu bisa bertemu kamu lagi" ucap Cahaya sambil memeluk Aska.
"Terimakasih Bu,karena anda sudah mengantarkan Aska pulang.Kalau boleh tau dimana ibu menemukan Aska!!" ucap Cahaya.
"Sebenarnya anak kami..."
"Tin tin tin"
"Maaf ya saya buru buru,kebetulan anak saya hendak kekantor.Lain kali kita mengobrol lagi,kalau begitu saya permisi dulu." ucap Fitri.
"Terimakasih sudah mengantar Aska pulang." ucap Cahaya sambil memeluk Aska.
Cahaya segera menghubungi Damar dan Anton memberi tau kepulangan Aska.Mereka sangat gembira saat mengetahui Aska sudah pulang dengan selamat.
Sementara Fitri yang kesal karena tidak dapat mengobrol lama dengan Cahaya.
"Semua ini gara gara kamu Bayu,mami kan jadi tidak bisa mengobrol lama dengan wanita itu." ucap Fitri kesal saat sampai mobil.
"Maaf mi,ini semua kan karena meeting Bayu yang gagal kemarin.Kalau tidak karena Gea tidak mungkin akan seperti ini.untung saja anak itu kemarin aku suruh merem kalau tidak Aska bisa kejang."ucap Bayu sambil menyetir.
Kini empat tahun telah berlalu saat Damar tengah menjemput Kedua putranya sebuah mobil melesat dengan kecepatan tinggi.
"Damar,aku tidak rela jika melihat kamu bahagia bersama wanita itu.Jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lain juga tidak boleh." ucap Anggun sambil tersenyum.
"Ssssst Brakkk."
Damar terpental hingga ke ujung jalan,orang orang berdatangan dan berusaha menyelamatkannya.Cahaya yang mendengar Suaminya kecelakaan,panik dan langsung menuju rumah sakit.
"Cahaya bagaimana keadaan Damar,apa dia baik baik saja?" tanya Lastri yang melihat Cahaya tengah menangis.
"Kata dokter setelah melakukan operasi seharusnya dia siuman,tapi ini sudah dua hari dua belum juga ada tanda tanda perubahan pada dirinya.Dokter mengatakan kemungkinan dia Koma." jawab Cahaya sambil menangis.
"Kamu yang sabar Cahaya,aku akan menelfon dokter kenalanku dan akan mengobati Damar.Semoga dia segera sembuh dan bisa berkumpul dengan kita semua." ucap Lastri.
Berbagai upaya telah dilakukan demi kesembuhan Damar,puluhan dokter didatangkan namun dia belum juga sadar dari komanya.Aska dan Amar sangat merindukan ayahnya.
"itu ayah sudah sembuh,kenapa ayah sama Tante itu ya.Aku harus segera menemuinya." ucap Aska yang tengah berada disekolah.
"Ayah,ayah sudah bisa jalan Aska kangen ayah." ucapnya sambil memeluk Bayu.
"Jangan jangan dia anak kecil yang waktu itu." gumamnya sambil memeluk Aska erat.
"Sayang itu anak siapa,kamu bilang kamu tidak punya anak?" tanya indah yang melihat Bayu memeluk Aska erat.
"Kamu sama siapa nak,dimana ibu kamu?"tanya Bayu yang telah melepas pelukannya.
"Ibu dirumah yah,kan aku sekolah." sahut Aska.
"Ya sudah,kamu masuk sekolah dulu ya besok ayah janji akan kesini lagi kesekolah kamu."bisik Bayu ditelinga Aska.
"Da ayah." teriak Aska sambil melambaikan tangannya.
"sayang kok kamu diem sih ditanyain." ucap indah kesal yang melihat Bayu mengacuhkannya.
__ADS_1
"Nggak papa sayang,ayo kita pulang mami pasti nungguin." ucapnya sambil pergi dari rumah makan yang berada didekat sekolah Aska.
"Jadi anak itu sekolah disini,besok aku akan menemuinya lagi." gumamnya dalam hati.
"Tante lihat deh kelakuan anak Tante." ucap indah sambil memanyunkan bibirnya.
"Memangnya kenapa dengan Bayu,dia baik baik saja." ujar Fitri yang memperhatikan Bayu masuk kamar.
"Masa tadi waktu beli makanan kesukaan Tante,ada anak kecil manggil ayah,Udah gitu mereka akrab banget sampai peluk pelukan lagi.Nih Tante ayo makanannya sudah siap,ayo kita makan." ucap Indah.
"Kamu duluan saja Indah,mendadak kepala Tante pusing.Tante mau ke kamar saja mau istirahat." ucapnya sambil meninggalkan indah sendiri dimeja makan.
"Ih Tante Fitri aneh banget,tadi katanya lapar pengin makan masakan kesukaannya,giliran sudah dibeliin malah pusing.Gimana sih lebih baik aku pulang saja." ucap Indah kesal.
Fitri yang mengetahui Indah sudah pergi langsung menuju kamar putranya.
"Bay mami boleh masuk."
"Ya mi,masuk aja." ucap Bayu yang sedang rebahan di sofa.
"Bay tadi kamu ketemu Aska ya."
" Kok mami bisa tau kalau aku ketemu Aska."
"Tadi Indah bilang kamu ketemu anak kecil yang manggil ayah,pasti itu Aska kan."
"Ya mi,buat apa nanyain Aska.Bukannya mami yang selama ini jodohin Bayu sama indah,padahal Bayu nggak suka." ujar Bayu kesal.
"Coba kamu cari tau bay asal usul anak itu,bawa dong dia kesini mami kangen sama dia.Semenjak dia kesini empat tahun lalu,mami bahagia sekali rasanya hidup mami jadi penuh warna.Andai kamu cepat menikah,pasti mami mempunyai cucu yang bisa menghibur mami." ucap Fitri sedih.
"Aku apa bay." ucap Fitri penasaran.
"Kata dokter aku tidak akan punya keturunan mi.Maafkan Bayu yang tidak bisa membahagiakan mami."
"Oke mami akan memaafkan kamu,bawa Aska kemari untuk mami." ujar Fitri sambil pergi meninggalkan kamar putranya.
Sementara Cahaya yang telah menyiapkan makan siang untuk kedua putranya.
"Ayo makan Aska,Amar." teriak Cahaya.
"Ya Bu." ucap keduanya bersamaan.
"Makan yang banyak ya nak,biar cepat besar." ucap Cahaya sambil menambahkan lauk kepiring kedua anaknya.
"Bu tadi aku ketemu ayah." ucap Aska sambil mengunyah makanannya.
"Ayah kan lagi berobat ke Singapura sama nenek Lastri,baru satu Minggu berangkat,kamu ini mimpi." ucap Amar.
"Tapi bener aku lihat ayah,aku meluk ayah.Bahkan dia bilang besok akan kesekolah aku."ucap Aska.
"Sudah sudah jangan berantem dihabiskan makannya.Setelah itu kalian tidur,besok kalian diantar Tante Sisil ya.Ibu mau kerumah kakek sebentar ada perlu."ucap Cahaya.
"Kalian berdua sekolah yang rajin ya,nanti pulangnya Tante jemput lagi." ucap Sisil yang mengantarkan kedua bocah itu sampai gerbang.
"Nggak usah Tan,kita ada tugas dirumah Dino kita pulang sendiri aja." ucap Amar.
__ADS_1
"Ya sudah pulangnya hati hati ya,tante berangkat kerja dulu." ucap Sisil sambil melambaikan tangannya.
"Aska,ternyata kamu disini." ucap Bayu sambil memeluknya erat.
"Om siapa,om bukan ayah aku baunya juga berbeda." ucap Amar sambil mendorong Bayu dan berlari masuk ke dalam sekolah.
"Bau,memangnya aku bau apa.Tapi kenapa Aska seperti itu,bukannya kemarin dia seneng banget melihat aku dan meluk kenceng banget." ucap Bayu keheranan.
Karena penasaran dengan sikap Aska,waktu makan siang dia kembali lagi kesana.
"Maaf ya kak,tiba tiba aku sakit perut aku pulang saja tidak ikut kerja kelompok." ucap Aska sambil memegangi perutnya.
"Ya sudah biar kakak antar kamu pulang dulu,setelah itu kakak kerumah Dino." ucap Amar menuntun Aska.
"Tidak usah kak,nanti kakak telat aku bisa pulang sendiri." ucap Aska.
"Ya sudah,kamu hati hati ya dek." ujar Amar sambil berjalan kearah rumah Dino.
"Tadi aku liat ayah di rumah makan depan,aku harus segera menemuinya."ujar Aska sambil menyebrang.
"Tin tin tin"
"Kalau nyebrang hati hati" ucap seorang pengendara motor yang melintas.
"Kamu nggak papa kan." ucap Bayu.
"Ayah,akhirnya ayah datang juga." teriak Aska sambil memeluk Bayu.
"Aneh ini anak,tadi pagi ngatain aku bau.Ya sudahlah nggak papa lebih baik aku ajak dia pulang.Pasti mami senang." gumam Bayu dalam hati.
"Ayah juga kangen,ayah mau ngajak kamu kerumah nenek.Kamu maukan ikut ayah."ucap Bayu sambil menggendong Aska.
"Emang aku punya nenek lagi selain nenek Lastri.Kata ibu tidak boleh ikut orang asing,tapi kan dia ayah aku masa iya ayah menculik anaknya." gumam Aska dalam hati
"Nah ayo masuk,ini rumah ayah." ucap Bayu sambil menuntun Aska.
"Rumah ayah besar banget." ucapnya kagum sambil melihat sekeliling rumah.
"Mami ini ada Aska." teriak Bayu.
"Wah cucu eyang udah datang,ih kamu gemesin deh." ujar Fitri sambil menggendong Aska dan mengajaknya bermain.
"Mi ini sudah jam empat sore,sebaiknya kita antarkan Aska pulang,takut ibunya khawatir." ucap Bayu.
"Jadi kamu ajak dia kesini nggak minta ijin ibunya.Kamu ini kelewatan bay,pasti ibunya khawatir." ucap Fitri kesal.
"Bayu kan tau ibunya yang mana mi." ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Fitri bergegas mengantarkan Aska pulang, namun Aska menolak diantar sampai rumah
"Yah Aska turun disini saja." ucapnya sambil menunduk.
"Kok disini memangnya kenapa,ayah antar sampai depan rumah ya?" tanya Bayu.
"Ibu sedang kerumah kakek,itu di depan ada kak Amar sudah menunggu dia pasti matah."ucap Aska sambil menunjuk ke arah sekolahan.
__ADS_1
"Itu kakak kamu,kalian kembar." ucap Bayu kaget begitu juga dengan Fitri.