Benih Yang Tak Diketahui

Benih Yang Tak Diketahui
Aska pulang


__ADS_3

"Prang"


Foto terlempar dan mengenai dinding karena Bayu menghindar,namun serpihannya mengenai kening Bayu dan mengeluarkan darah.


"kamu bereskan dia,jangan sampai membuat keributan di tempat ini." ucap Bayu kepada kedua anak buahnya.


Kedua anak buahnya memegang tangan Gea yang hendak melemparkan vas kearah Bayu.


"Prang"


Serpihan kaca mengenai kaki Gea dan dia meringis kesakitan


"Lepaskan aku,kalian tidak tahu siapa aku.Aku ini calon istri Bayu jika kalian berani menyakitiku aku akan memecat kalian berdua." ucap Gea sambil memandangi kakinya yang berdarah


"Bayu kamu keterlaluan sekali,kamu tega meninggalkan aku demi anak itu." ucap Gea sambil menangis dan berusaha mengambil ponsel dari tasnya.


"Nah ini kamar om,kamu tunggu disini dulu ya."ucap Bayu sambil meletakan Aska di sofa.


"Bayu kamu tega sekali,kenapa kamu meninggalkan Gea.Dan itu anak siapa?" tanya Fitri sambil melihat kearah Aska yang sedang menyobek majalah yang ada di depan meja.


"Kebetulan aku tidak sengaja hampir menabraknya,karena aki tidak tahu siapa orang tuanya jadi aku bawa kemari saja." jawab Bayu.


"Sejak kapan kamu menyukai anak kecil,tapi kalau diperhatikan dia mirip sekali denganmu Kamu lihat dia sedang merobek majalah itu,kamu juga dulu seperti itu senang sekali menyobek semua kertas.Mami sampai menyembunyikan semua dokumen penting takut kamu sobek juga.Aku harus memberi tahu papi kalau putra kesayangannya membawa cucu,pasti dia sangat senang." ucap Fitri sambil keluar dari ruangan.


"Tapi mi dia bukan anakku." ucap Bayu sambil mendekati Aska.


"Kalau dilihat memang anak ini mirip denganku waktu kecil." ucap Bayu sambil melihat foto dirinya sewaktu kecil.


"Nah ini dia Pi,ini pasti anak Bayu.Coba papi lihat mirip sekali bukan!!" ujar Fitri sambil menarik tangan Ibra suaminya.


"Tapi mi dia bukan anak aku,aku sudah bilang tadi,Aku tidak sengaja hampir menabraknya." ucap Bayu.


"Sudah sini,biar aku obati luka kamu.Gea memang seperti itu dia memang temperamental." ucap Lastri sambil mengeluarkan kotak obat dari laci.


"Tumben biasanya mami,membela Gea mati Matian."gumam Bayu dalam hati.


Setelah membersihkan lukanya,Fitri membuat makanan untuk Aska.Namun semua makanan yang dibuatkan tidak ada satupun yang dimakan Aska.Akhirnya Fitri membuat membuat masakan kesukaan Bayu sewaktu kecil.


"Mungkin dia menyukai nasi tim jamur,aku akan mencoba membuatnya.Dulu sewaktu kecil Bayu sangat menyukai nasi tim Jamur." ucap Fitri segera bergegas menuju ke dapur.


Fitri segera menyajikannya diatas meja dengan segelas susu hangat.Dia mencoba menyuapinya,namun Aska menolak.


"Mam ma ayah." ucap Aska sambil menunjuk kearah Bayu.

__ADS_1


"Ya sudah sini om suapi " ujar Bayu sambil berjalan kearah Aska.


"Ya ampun lucunya cucu kita ya Pi" ujar Fitri sambil memeluk suaminya.


setelah menyuapi Aska makan,Bayu mengajak Aska bermain dikamar.Aska naik ke punggung Bayu sambil tertawa tawa.Biasanya sebelum tidur Aska selalu bermain kuda kudaan dengan Damar dan Amar.Aska tertidur pulas dengan tangan Bayu yang berada di pinggangnya.


"Ya ampun berantakan sekali kamar ini.Tapi aku senang Pi,coba papi lihat mereka begitu mirip.Pasti itu cucu kita Pi,anaknya Bayu." ujar Fitri sambil menatap keduanya yang tengah tertidur pulas.


"Mungkin juga mi,Bayu itu kan play boy,tapi siapa ya ibu dari anak ini." ucap Ibra.


Pagi harinya Aska terbangun karena haus dan menangis.Beruntungnya Fitri semalem membeli stok susu dan Pampers untuk Aska.


Sementara Cahaya semalaman tidak bisa tidur,Damar berusaha menghiburnya.


"Ayo bang kita cari Aska lagi." ucap Cahaya setelah menyerahkan Amar pada Lastri.


"Ya sayang." ucap Damar.


"Aku ikut,barang kali aku bisa membantu kalian." ucap Sisil.


"Ayah akan melapor polisi,sebaiknya kalian berpencar dan cari ditempat yang kemarin." ucap Anton.


"Iya yah." ucap Cahaya.


"Bayu apa yang kamu lakukan dengan wanita itu.Pakai acara pegangan tangan lagi,aku tau kamu marah sama aku gara gara kejadian kemarin.Aku minta maaf Bayu tapi tolong kamu jangan duakan aku." ucap Gea.


"Ayo sayang,jangan urusin wanita gila ini." ucap Damar sambil menggandeng Cahaya pergi.


"Kurang ajar aku dikatain gila,aku harus menemui Tante Fitri.Beraninya Bayu menduakan aku demi wanita seperti itu." gumam Gea sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tante lihat kelakuan Bayu,tadi dia bermesraan di jalan dengan seorang wanita." ucap Gea sambil memonyongkan bibirnya sat sampai dirumah Bayu.


"Kamu salah lihat kali,Bayu ada dirumah sedang menyuapi anaknya." ucap Fitri sambil mengupas buah.


"Apa,dirumah.Lalu yang tadi dijalan aku lihat siapa." gumamnya lirih.


"Nah udah ganteng nih anak ayah" ucap Bayu sambil menurunkan Aska dari gendongannya.


"Sini sama eyang,cucu eyang sudah ganteng." ucap Fitri sambil memangku Aska.


"Ternyata aku sudah pantes dipanggil ayah,tapi kenapa anak itu memanggil aku ayah ya.Apa jangan jangan dia anakku." ucapnya sambil memandangi wajahnya di cermin.


"Pokoknya aku nggak mau tau,Bayu harus menikah denganku.Dan anak itu harus dikembalikan pada ibunya." teriak Gea sambil membanting gelas yang ada didepannya.

__ADS_1


"Prang."


Serpihan kaca berhamburan dilantai beruntung tidak melukai siapapun.Bayu yang mendengar suara pecahan gelas segera berlari keluar.


"Gea kamu ini apa apaan." ucap Fitri kesal.


"Mi cucu kita kenapa?" tanya Ibra yang melihat Aska kejang.


"Ayo mi kita bawa kerumah sakit." ucap Bayu sambil membopong Aska.


"Kamu keterlaluan Gea." ucap Bayu sambil menatap Gea.


"Sayang,tunggu maafin aku." ucap Gea.


Bayu tidak memperdulikannya dan bergegas menuju kerumah sakit.Bayu mondar mandir di ruangan dokter,sedang Fitri dan Ibra tampak gelisah.


"Bagaimana dok keadaan cucu saya." ucap Fitri saat dokter keluar ruangan.


"Dia baik baik saja,Aska memang punya kelainan jantung.Jadi anda orang tuanya ibu Tiara." ucap dokter Andre.


"Bukan dok,kebetulan mami saya sangat menginginkan cucu jadi kalau melihat anak kecil pasti dikira cucunya "ucap Bayu.


"Apa dokter mengenali ibunya Aska." ucap Bayu.


"Ya saya mengenalnya, ibunya sudah meninggal dan dia tinggal bersama neneknya,kalau begitu saya kasih alamat rumahnya saja ya." ucap Dokter Andre.


" Terimakasih dok." ucap Fitri sambil menerima kertas berisi alamat rumah Aska.


"Ini rumah ya Bay,kok sepi ya." ucap Fitri saat sampai didepan rumah Aska.


"Maaf Bu mau cari siapa?" ucap inem pembantu Lastri.


"Apa ini rumahnya neneknya Aska." ucap Fitri sambil melihat sekeliling rumah.


"Ya Bu,sebentar ya saya panggilkan non Cahaya." ujar inem sambil beranjak masuk.


"Bay kamu mau masuk ngga,pembantunya bilang mau memanggil ibunya Aska.Mami kan penasaran ibunya Aska bagaimana.Ayo turun dan kamu pastiin bahwa ibunya Aska wanita yang sudah kamu tiduri." ucap Fitri sambil menarik tangan Bayu.


"Lihat Pi mami kok ngomongnya gitu sih,memangnya aku cowok apaan." ujar Bayu kesal.


"Yang dibilang Mami kamu ada benarnya,selama ini kamu kan Gonta ganti pasangan.Pasti kamu sudah berhubungan dengan banyak wanita,jadi wajarlah mami kamu ngomong begitu." ucap Ibra.


"Maaf Bu,silahkan masuk sudah ditunggu didalam." ucap Inem sambil membukakan pintu gerbang.

__ADS_1


__ADS_2