
*Tok...
Tok...
Tok*...
"Iya sebentar!"
Ceklek...
Hana terkejut saat melihat perempuan asing datang ke rumah nya.
"Apa benar ini rumah nya Sebastian?" tanya wanita tersebut yang membuat Hana merasa heran.
"Iya benar kenapa saya Istri nya?" jawab Hana balik bertanya.
"Boleh saya masuk?"
Hana langsung menggeser tubuh nya ke samping" Silahkan" ujar Hana menyuruh perempuan itu masuk terlebih dahulu ke dalam rumah nya.
"Silahkan duduk" perempuan itu langsung mendudukkan diri nya di bangku.
"Saya mau kembalikan barang Andi, yang tertinggal di tempat saya" ucap perempuan tersebut mengasih jam tangan yang memang punya Andi.
"Oh, iya. ini memang punya Suami saya" ujar Hana mengambil jam tangan suami nya dan tersenyum.
__ADS_1
"Kemarin Sebastian mengantar saya pulang. karna mungkin ia tidak tega melihat perempuan seperti saya pulang sendiri" ucap Perempuan itu yang membuat Hana sedikit kesal tapi ia mencoba sabar.
"Oh, ya? besok-besok saya akan bilang kepada Andi. bahwa tidak usah mengantarkan kamu pulang dan saya juga akan menyuruh Andi membawa mu ke sini" ujar Hana masih tetap tersenyum.
"Oh terimakasih! Sebastian juga sangat menjaga, dan melindungi saya jika kita sedang berdua" ucap perempuan itu yang belum di ketahui bernama siapa oleh Hana.
"Ya... saya akan bilang kepada Andi juga. bahwa tidak usah repot-repot menjaga kamu lagi setelah kamu tinggal di sini saya yang akan menjaga kamu!" ujar Hana bangkit berdiri sambil merapikan pakain perempuan itu yang kancing atas nya terbuka.
"Saya permisi saya hanya mau menyampaikan itu saja" ucap perempuan itu langsung bangkit baru beberapa langkah saja ia melangkah Hana kembali memanggil nya.
"Tunggu! seperti nya di sini banyak nyamuk. tapi sayang ia datang di tempat yang salah!" ujar Hana yang berbisik di telinga perempuan itu.
Perempuan itu tampak kesal. "Aku juga pernah berciuman dengan suami mu!" ucap nya yang membuat Hana tertawa geli.
"Apa Kau tidak percaya!?"
"Aku lebih mempercayai Suami ku, di bandingkan percaya dengan ulat bulu seperti diri mu!"
"Segitu nya Kamu mempercayai Suami mu,"
"Ya iyalah Aku percaya sama dia. dia itu Suami yang baik kalau aku lebih percaya sama orang lain. buat apa aku jadi istri nya!" ujar Hana yang membuat Perempuan itu malu dan segera pamit pergi dari rumah Hana.
"Lucu sekali ternyata memakai taktik yang murahan. mencuri jam milik Andi dan berpura-pura mengembalikan nya kepada ku, agar merusak rumah tangga ku bersama Andi. Sinetron" sambung Hana seraya bersedekap dada dan menaikan satu alis nya senyum miring menghiasi wajah nya.
___________________
__ADS_1
Anthony sekarang sudah di rawat di rumah sakit. Clara, Isabella, dan juga Alexander berada di sana.
"Pria bodoh!" ujar Alexander yang melihat Anthony sampai sekarang belum sadar juga.
Isabella terus mencuri-curi pandang kepada Alexander sejak tadi. Alexander yang merasa itu pun Langsung merasa Gr.
"Ada apa?" tanya Alexander sok cool.
Clara langsung mencolek pinggang nya yang membuat Alexander. menengok ke arah nya.
"Apa?" tanya nya.
"Dia tidak bisa berbahasa Indonesia" jawab Clara yang hanya di balas anggukan kepala oleh Alexander.
"Dia berasal dari mana?" bisik Alexander padahal walau ia ngomong biasa juga Isabella tidak akan mengerti.
"Italia" ucap Clara asal.
Alexander membalikkan badan nya kembali ke arah Isabella.
"Che c'è?"( ada apa?)" Tanya Alexander sambil tersenyum tapi ternyata Isabella hanya diam sambil menatap nya bingung.
"Ka Carla, por favor, diga a ele se eu não entender" ( Ka Carla, tolong beritahu dia, kalau aku tidak mengerti bahasa nya" ucap Isabella Clara hanya tertawa yang membuat Alexander langsung menatap nya tajam bercampur kesal.
"Awas saja Kau!"
__ADS_1