
Flashback...
Madrid, Spanyol.
Cleo terlihat sangat begitu marah saat mengetahui kehadiran Suzan, mantan pembantu nya datang kekediaman nya.
"Maafkan Aku, karna telah merebut Liam dari Anda nyonya" ujar Suzan sambil menangis menyesali perbuatannya dahulu.
"Menyesal Kau bilang menyesal! setelah Kau membuat hidupku menderita selama ini!" ucap Cleo murka.
"Sudah lama sekali Saya, dan Liam. mencari anda untuk meminta maaf, maafkan saya" ujar Suzan bersujud di kaki Cleo.
"Sekarang kau baru meminta maaf, setelah kau sudah dapatkan semua yang Kau butuhkan! cih... memalukan sekali Kau jal*ng" ucap Cleo tatapan nya lurus ke depan.
"Tidak apa jika Nyonya, tidak mau memaafkan saya tapi tolong maafkan Liam. agar ia tenang di alam nya karna sudah mendapatkan maaf dari Anda" ujar Suzan mendongakkan kepala nya menatap wajah Cleo.
"Pergi dari rumah saya!" ucap Cleo dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Suzan, yang masih menangis terduduk di lantai.
__ADS_1
Cleo, masuk ke dalam kamar nya dan menangis di sana.
ada rasa kasihan di dalam diri nya, tapi rasa kecewa nya terlalu besar. ingin sekali saat itu ia menanyakan di mana letak makam Liam Suami nya. tapi hati nya berat sekali untuk mengungkapkan itu.
"Aku memaafkan mu, bagaimana pun Kau adalah laki-laki yang pernah Aku cintai. percayalah sampai sekarang pun belum ada yang bisa menggantikan diri mu di hati ku," ucap Cleo terisak.
Keesokan harinya Suzan, datang lagi tapi ia tidak sendirian melainkan berdua bersama Alexander, anak nya.
Cleo tetap menerima nya saat itu juga ia terkejut saat melihat wajah Alexander yang sangat begitu mirip sekali dengan William Adelio.
"Ini adalah Alexander, Putraku bersama Tuan Adelio." ujar Suzan memperkenalkan Alexander kepada Cleo.
"Di mana Kakakuu Mama?" tanya Alexander.
"Kakak? anakku bukan Kakakmu! dan jangan memanggilku Mama" jawab Cleo sinis.
"Nyonya tolong Maafkan Aku, dia tidak bersalah Maafkan Aku" ujar Suzan menangis.
__ADS_1
"Bukan hanya Aku yang menjadi korban di sini tapi juga Anakku! ia kehilangan kasih sayang seorang Ayah karna mu," ucap Cleo amarah nya sudah memuncak.
"Nyonya, Aku, dan Alexander pun sama seperti mu, dan Anakmu tersiksa apa kau tahu Tuan Adelio tidak pernah memperdulikan kami jangan berpikir bahwa hanya Anakmu saja yang kurang kasih tapi Anakku juga!" ujar Suzan di buat emosi oleh ucapan yang di lontarkan Cleo.
"Itu salahmu! itu adalah karma karna Kau mengambil hak orang lain yang bukan milikmu" ucap Cleo berniat menampar Suzan tapi langsung di halangkan oleh Alexander.
"Jangan Mama" cegah Alexander memegang pergelangan tangan Cleo.
"Tatapan mata itu"
Cleo, langsung melepaskan paksa pergelangan tangan nya dari cekalan Alexander.
"Pergi dari rumah ku, sebelum aku melaporkan kalian kepada polisi karna sudah mengganggu ketenangan orang" ucap Cleo membuang pandangannya ke depan.
Alexander, dan Suzan akhirnya keluar tapi saat mereka melintasi lorong untuk menuju ke pintu utama Alexander, tidak sengaja melihat sebuah album foto Clara yang sangat besar di pajang di sana.
"Dia" ucap nya
__ADS_1
Saat itu juga Alexander, tahu bahwa Kakaknya adalah Clara perempuan yang selama ini selalu berdebat dengan nya. jika ketemu Alexander berjanji akan selalu melindungi, dan menjaga Clara semampu nya.