Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 66


__ADS_3

"Pinguin koq bisa bisa nya perempuan seperti dia menjadi sekertaris mu?" tanya Hana yang sekarang berada di dalam ruangan Andi.


"Dulu dia, tidak seperti itu waktu pertama dia bekerja dia memakai kerudung" jawab Andi memandang sebentar ke arah Istri nya yang sedang duduk di sofa, dan kembali fokus lagi ke layar laptop.


"Tapi mengapa dia menjadi seperti itu macam ular" ujar Hana yang masih kesal dengan Sinta.


"Dulu ada yang mencaci, dan mengatai nya perempuan kampungan sekretaris koq penampilan nya kucel ga bisa beli baju apa gimana wanita zaman old" ucap Andi menjelaskan.


"Jadi seperti itu"


"Ya, kemudian setelah hampir satu tahun bekerja di sini dia merubah penampilan nya seperti itu" jelas Andi bangkit berjalan, dan menghampiri Istri nya.


"Sayang sekali, dia merubah diri nya menjadi ulat bulu" ujar Hana yang membuat Andi tertawa mendengar nya.


"Eh, kau kenapa ketawa Pinguin?" tanya Hana heran.


"Tidak..., kau menggemaskan" jawab Andi sambil mencubit gemas hidung mancung milik Hana.


"Pinguin bagaimana nasib dia jika keluar dari perusahan ini?" ujar Hana sambil menatap ke arah wajah Suami nya.


"Ntahlah mungkin dia akan menjadi miskin" ucap Andi membalas tatapan Hana.


"Apa dia tidak bisa bekerja di perusahaan lain? dan tidak bisa menjadi sekretaris lagi," ujar Hana menatap penuh tanya ke arah Suami nya.

__ADS_1


"Tidak." ucap Andi enteng.


"Kau tidak kasian kepada nya pinguin?"


"Tidak!"


Sore hari nya Andi, pulang bersama Hana, ke apartemen mereka sesampai nya di apartemen Hana langsung mencari keberadaan Jupi kucing, peliharaan.


"Jupi mpuss" panggil Hana kucing kecil berwarna Abu abu itu langsung menghampiri majikan nya dan memutarkan mutarkan badan nya di kaki Hana, yang membuat Hana merasa geli.


"Kau merindukanku ya, maaf karna sudah meninggalkan mu" ujar Hana sambil mengelus elus kepala Jupi.


"Jupi doang ni, yang mau di elus elus hewan peliharaan mu yang bernama Joni tidak kau elus elus dari semalam" celetuk Andi yang membuat Hana langsung menatap ke arah nya.


"Sini duduk di pangkuan ku" tawar Andi tapi Hana lebih memilih duduk di samping nya. Hana tidak mau Andi berbuat seperti dulu menyusu seperti bayi kepada nya itu juga yang membuat payudara Hana menjadi sedikit mengendur apalagi di tambah Andi yang suka merem*s nya.


"Pinguin kau makan apa hari ini?" tanya Hana sambil merebahkan kepala nya di dada bidang Andi.


"Sup jamur" jawab Andi mengelus rambut Hana.


"Hanya itu?"


"Iya Sayang, dan nasi hangat"

__ADS_1


"Baik nanti akan ku buatkan" ujar Hana sambil tersenyum memandang ke arah wajah Suami nya.


"Cium dong Han" ucap Andi, Hana yang mendengar itu mengerutkan kening nya.


"Han?"


"Hana maksud nya Sayang Cium aku dong"


Cup.


Hana langsung mencium bibir Andi singkat.


"Di sini juga, di sini, dan di sini" ucap Andi menyentuh semua bagian wajah nya.


"Serakah!" ujar Hana menatap sinis ke arah Suami nya.


"Hahaha kau sangat menyeramkan jika menatap ku seperti itu" ucap Andi mencium kelopak mata Hana.


"Nanti malam kita buat anak ya" tambah nya sambil memainkan alis nya turun naik dan, Hana hanya membalas dengan deheman saja.


"Jika nanti kita punya Anak, akan ku berikan semua nya demi anak kita"


"Hanya demi anak?" tanya Hana mendelik malas.

__ADS_1


"Jangan mengetes Cintaku. Sayang jika aku buktikan kau tidak mampu berkutik!"


__ADS_2