
Pagi hari nya Hana, terbangun dengan kepala yang sangat berat dan tubuh yang lemas bangkit untuk duduk di tepian ranjang dan memijat sebentar kepala nya. meminum air putih yang ada di dalam gelas hingga habis dan menaruh nya kembali di tempat semula.
"Ayah sudah pulang belum yha?" ujar nya dengan suara seras khas bangun tidur.
Tring...
Bunyi ponsel nya yang berdering pertama ada panggilan masuk Hana. lantas mengambil ponsel nya di atas nakas tertera nama Mamah mertua nya di sana Hana, lantas menjawab nya.
"A... apa mah? An... andi masuk rumah sakit Hana akan segera ke sana" setelah berbicara seperti itu Hana langsung mematikan sambung telpon dan segera berlari ke kamar mandi walau kepala nya masih pusing dan tubuh nya merasa lemas Hana tidak peduli dengan itu. di dalam pikiran nya dia harus segera menemui Andi sekarang.
Selesai mandi Hana langsung begitu saja mengambil asal baju dres bermotif bunga bunga selutut dengan tangan seperempat diri nya tidak mengerikan rambut nya atau pun menyisir Hana langsung memakai sendal dan turun ke bawah dengan terburu buru.
"Hana kau mau kemana?" tegur Alex yang tiba tiba saja sudah berada di mansion nya.
"Sedang apa kau di sini" jawab Hana mendelik malas.
"Aku di suruh Ayah mu untuk menjaga mu dan menemani mu" ujar Alex dengan senyuman.
__ADS_1
"Siapa memang nya kau" ucap Hana berjalan menghampiri Alex yang sedang duduk di ruang tengah.
"Anggap saja sekarang aku adalah Bodyguard mu" ujar Alex bangkit berdiri dari duduk nya.
"Bodyguard? aku bisa menjaga diri ku sendiri pergi lah kau!" ucap Hana dengan sinis.
"Tidak akan..., ayo aku antar kan kamu pergi" ujar Alex seraya memainkan alis nya.
"Jika aku mengajak dia untuk menemui Andi. apa dia akan bilang ke Ayah?"
"Ayolah kemana pun kau pergi aku tidak akan bilang apa pun kepada Ayah mu termasuk kau menemui Suami mu" ujar Alex yang membuat Hana melebarkan mata nya terkejut dan menelan ludah susah payah.
"Aku ingin pergi ke rumah sakit un..."
"Apa kau sakit? kau sakit apa? yang mana yang sakit? di bagian mana?" ujar Alex khawatir.
"Ck. berisik sekali bukan Aku yang sakit" ucap Hana berjalan meninggalkan Alex yang segera Alex susul.
__ADS_1
"Hana tunggu Aku... siapa yang sakit?"
________________
Sesampai nya Hana, dan Alex di rumah sakit mereka langsung menuju ke ruangan di mana Andi di rawat sesampai nya di depan pintu kamar rawat Andi, Hana menahan Alex untuk masuk ke dalam.
"Kau tunggu di sini Aku hanya sebentar" ucap Hana dan Alex menganggukan kepala nya tanda mengerti memilih duduk di bangku tunggu dan Hana masuk ke dalam nya.
"Mamah" ujar Hana merentangkan kedua tangan nya yang langsung di sambut Mamah Erina mereka pun berpelukan.
"Hana, Andi sayang" ucap Mamah Erina melepaskan pelukan nya dan menuntun tangan Hana untuk melihat Andi yang sedang tertidur.
"Kenapa bisa jadi seperti ini Mah?" ujar Hana menggenggam tangan Mamah.
"Saat pulang dari rumah Ayah mu sebelum nya Andi memang sudah sakit tapi tidak separah ini. Mamah semalam sudah memanggil dokter ke apartmen untuk memeriksa keadaan nya. Mamah juga sudah memberi nya obat tapi panas nya tidak turun turun dia s'lalu memanggil manggil Nama mu Sayang" ucap Mamah kembali menggenggam tangan Hana.
"Maaf kan Hana Mah, tapi Hana tidak bisa membantah perkataan Ayah. Hana ke sini hanya sebentar hanya untuk memastikan bahwa Andi tidak kenapa kenapa dan seperti nya sekarang Andi sudah lebih baik. Hana pamit yah Mah" ujar Hana sambil tersenyum melepaskan genggaman Mamah Erina dan keluar. Alex yang melihat Hana keluar pun langsung berdiri, Alex sempat melihat Hana meneteskan air mata tapi langsung di apus oleh Hana.
__ADS_1
"Ayo kita pulang"
"Kenapa dengan Hana? siapa yang di rawat di ruangan ini raut wajah nya langsung berubah sendu seperti itu"