
Hana, terlihat kesal karna Andi Suami nya. belum naik ke kamar dan menemui nya.
Ingin sekali Hana, turun ke bawah untuk melihat Suami nya sedang apa di sana tapi hati nya melarang untuk turun karna Hana tau bahwa Alexander masih di sana.
Dan saat pintu kamar nya terbuka Hana langsung terkejut dan refleks mendudukkan tubuh nya asal di atas tempat tidur nya.
Andi, tersenyum ke arah Istri nya dan berjalan menghampiri setelah nya Andi langsung duduk di samping Hana. menggenggam tangan Hana dan mendaratkan ciuman berapa kali di tangan Hana.
"Iloveyou Sayang" bisik Andi di telinga Hana yang membuat Hana merasa geli.
Andi, menjilati belakang telinga Hana dan mulai merebahkan tubuh Hana di kasur menindih nya dan siap meniduri Hana, menciumi lembut wajah Hana setelah puas di wajah ciuman Andi pun langsung turun ke ceruq leher Hana meninggalkan tanda merah keunguan di sana.
"Pinguin" ucap Hana dengan nafas yang tidak teratur.
"Nikmati Sayang" ujar Andi masih sibuk bermain di leher Hana.
*Tok
Tok
__ADS_1
Tok*
"Nona muda makan siang sudah siap"
Itu membuat Andi, mendesah prustasi dan langsung menyingkirkan tubuh nya dari atas tubuh Hana duduk di tepian ranjang dan menjabak rambut nya prustasi.
"Sayang sekali Pinguin" ucap Hana sambil terkekeh geli.
"Kau ku lepaskan tapi tidak akan ku lepaskan nanti malam Hana" ujar Andi dengan nafas yang masih tidak teratur.
Hana, dan Andi akhir nya turun ke bawah untuk menikmati makan siang tidak ada siapa siapa di atas meja makan kecuali mereka berdua, Ayah juga seperti nya belum kembali dari pertemuan nya dengan klien.
Tidak lama untuk mereka menghabiskan makan siang Hana memilih untuk menonton acara televisi di ruang tengah yang di iyakan oleh Suami nya.
"Sayang, ternyata Alexander orang yang sangat asik" ujar Andi yang membuat Hana mendelikan mata nya malas.
"Dia bilang dia menyukai perempuan yang sudah mempunyai Suami, dan lebih gila nya lagi dia akan menunggu perempuan itu menjadi janda, dan Suami nya mati atau dia menunggu sampai perempuan itu mempunyai anak" terus nya yang membuat Hana langsung tersedak dengan air liur nya sendiri mendengar ucapan Suami nya.
"Dia bukan orang yang asik, melainkan orang yang tidak waras!" ucap Hana malas.
__ADS_1
"Kau tidak suka kepada nya ku lihat tadi saat kau bertemu dengan nya kau menatap nya dengan tidak bersahabat?" tanya Andi sambil memandang wajah cantik milik Istri nya.
"Aku, hanya malas dengan laki laki itu!" jawab Hana seada nya, mata nya tetap fokus ke layar televisi.
"Dia orang yang baik. bahkan Aku mau membantu nya mencari Istri untuk nya" ujar Andi sambil mengikuti arah tatapan mata Istri nya ke layar televisi.
"Jangan pernah membantu dan jangan mau jika dia menawarkan kerjasama dengan mu" ucap Hana dengan pandangan kesal menatap ke arah Suami nya.
"Kau ini kenapa?" tanya Andi menangkup kedua pipi Istri nya.
"Kau jangan terkejut jika Aku, mengatakan bahwa saat Aku, dan kamu bermasalah Ayah meminta Alexander untuk menjadi pasangan ku!"
"APA!" teriak Andi terkejut mendengar ucapan Hana.
"Sudah ku bilang jangan terkejut"
"Jadi yang di maksud Alexander, adalah diri mu dan yang ku sumpahi mati adalah diri ku sendiri?" tanya Andi dengan menyesal.
"Itu akibat kau yang terlalu bodoh Pinguin!"
__ADS_1