Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 68


__ADS_3

Hana, sangat senang sekali dengan kehamilan nya. apalagi di tambah Ayah, Papa, sama Mama. sering mengunjungi nya Mama Erina selalu datang saat Andi sedang berangkat ke kantor atau sedang ada urusan di luar.


Seperti saat Ini Mama, dan Hana sedang memasuk sayur bayam bening, dan ayam goreng untuk makan siang mereka di rumah hanya berdua saja karna Andi. sudah berangkat ke kantor nya pagi tadi.


"Terimakasih ya Ma, sudah menemani Hana setiap hari di sini" ujar Hana yang sedang duduk di meja makan bersama Erina.


"Apapun untuk mu Sayang" ucap Mama sambil tersenyum ke arah Hana.


"Sekarang kita makan ya" ucap Mama sambil menyendokan nasi dan lauk ke dalam piring, dan di kasih kepada Hana.


"Terimakasih Ma,"


"Iya Sayang"


Mereka berdua menikmati makan siang dengan begitu lahap. apalagi sekarang porsi makan Hana menambah semenjak diri nya hamil.


Hana masuk ke dalam kamar nya dan berdiri di depan kaca panjang lemari nya sambil berkacak pinggang.


"Tubuh ku semakin melar," ujar Hana sambil menahan tawa karna geli sendiri.


"Sayang, jika nanti kau sudah lahir jangan nakal ya harus nurut sama Papa, sama Mama" tambah nya berbicara sendiri sambil mengelus perut nya.


Drttt...

__ADS_1


Bunyi ponsel Hana, yang pertanda ada yang menelpon Hana langsung mengambil nya di atas kasur, dan tertera nama Suami nya di sana itu adalah panggilan VideoCall.


"Hello, dear good afternoon "( Hello, Sayang selamat siang)" ujar Andi sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya ke depan kamera.


"Selamat siang juga calon Papa" ucap Hana membalas senyum.


"Kau sudah makan Sayang?"


"Aku, dan anak ku baru saja selesai makan"


"Kau sedang apa?"


"Hanya Istirahat saja"


"Aku tidak tidur Pinguin" ucap Hana sambil mengerucutkan bibirnya.


"Cium aku" tambah nya manja.


"Sayang lewat Handphone tidak bisa berciuman"


"Jika kau sudah pulang nanti peluk, dan cium aku"


"Aku selalu melakukan nya setiap malam"

__ADS_1


Setelah selesai bicara dengan Suami nya Hana langsung mematikan sambungan telpon nya karna dia juga tahu bahwa Andi sedang bekerja, dan itu untuk masa depan keluarga kecil nya.


Pintu kamar nya di ketuk oleh Mama Erina dari luar mama baru masuk saat Hana sudah menginjinkan.


"Hana, tadi Papa menelpon kata nya kau mau di bawakan oleh oleh apa?" tanya Mama seraya mendudukkan tubuh nya di samping Hana.


"Bolehkah Ma?"


"Apapun untuk mu Sayang" ucap Mama Erina sambil mengelus pundak Hana.


"Hana, mau kue asli dari sana Ma" ujar Hana senang.


"Hanya itu?"


"Ya hanya itu"


Kue, yang di maksud Hana adalah Kue jahe, dan kacang hijau yang berasal dari negara sebelah Hana sangat menginginkan nya ia sudah mencari di negara tempat tinggal nya sekarang tapi tidak ada. dan kebetulan Papa mertua nya sedang berkunjung di negara itu sekarang.


"Hana, maaf jika Papa sudah pulang dari perjalanan bisnis nya Mama akan jarang untuk menemani mu" ujar Mama terlihat nada kesedihan dari ucapan nya.


"Tidak apa Ma," ucap Hana sambil tersenyum dan memeluk Mama Erina.


"Maaf sekali lagi kau tahu bukan Papa mu tidak mau di layanin siapa siapa kecuali dengan mama," ujar Mama sambil menatap ke arah wajah Hana.

__ADS_1


"Hana mengerti Ma, Hana akan sering sering berkunjung ke rumah Mama"


__ADS_2