
Andi, akhir nya pulang ke apartemen nya saat jam sudah menunjukkan pukul 22; 30. diri nya teramat lelah, dan cape sekali karna pekerjaan di kantor nya sangat numpuk dan banyak.
Hana yang mendengar suara bell pintu tidak berhenti henti, membuat diri nya terbangun dari tidur nyenyak turun dari ranjang tempat tidur, dan berjalan ke arah pintu utama mulut nya tidak berhenti menggerutu tapi kaki nya tetap berjalan ke arah pintu.
saat sudah membuka pintu diri nya terkejut melihat penampilan Suami nya yang berantakan sepatu yang di tengteng, dan kancing baju yang sudah setengah terbuka di tambah rambut nya yang kusut.
"Pinguin" ujar nya sambil mengambil alih tas, dan sepatu dari tangan Suami nya.
"Hana kenapa kau lama sekali membuka pintu nya" ucap Andi dengan suara yang sudah sayu.
"Maafkan Aku Pinguin ayo, masuk" ujar nya membiarkan Suami nya berjalan terlebih dahulu dan di ikuti dari belakang oleh Hana.
Sesampai nya di kamar mereka Andi, langsung membuka semua baju nya dan berjalan begitu saja masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci badan nya.
sedangkan Hana diri nya memunguti semua pakaian Andi, dan di taruh nya di keranjang pakaian kotor mengambilkan handuk untuk Suami nya dan mengantarkan ke kamar mandi.
Tidak lama akhirnya Andi menyudahi ritual mandi nya diri nya langsung memakai piyama tidur nya naik ke atas ranjang di samping Istri nya.
__ADS_1
"Pinguin tumben sekali kau pulang selarut ini?" tanya Hana yang saat ini sedang berhadapan-hadapan dengan Suami nya.
"Pekerjaan di kantor sangat banyak sayang" jawab Andi sambil mengusap wajah Hana dengan lembut.
"Mau Aku pijit?" tawar Hana berganti mengusap wajah Suami nya.
"Apa Kau mau memancing Ku? ayolah, Hana. Aku sedang lelah" ucap Andi yang membuat Hana langsung mencubit pinggang Suami nya dengan kesal.
"Yang Aku maksud adalah memijit badan Mu bukan memijit Junior mu!" ujar Hana kesal dan langsung membalikan badan nya membelakangi Andi.
Andi meraba-raba perut buncit Istri nya mencium kuping Hana, dan terkadang juga diri nya menjilati itu yang membuat Hana merasa geli.
"Pinguin hentikan!"
Bukan nya berhenti Andi malah semakin menjadi liar rabaan nya sekarang sudah menjalar ke gunung kembar milik Hana. jilatan di belakang kuping kini beralih ke arah leher Hana mencoba bertahan agar tidak mengeluarkan suara desahan diri nya berusaha keras untuk tidak menikmati.
"Pinguin ingat di sini sekarang ada Tante Cleo, dan Clara!"
__ADS_1
Jilatan, dan rabaan akhir nya di hentikan oleh Andi karna mendengar ucapan Hana yang mengatakan ada Clara di sini.
"Clara?" tanya Andi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Hana.
"Bukan nya dia berada di Portugis?" ulang nya.
"Dia datang tadi pagi ke sini menyusul Mama nya" jawab Hana kembali membalikkan badan nya ke depan Suami nya.
"Maul! kenapa jadi seperti ini" ucap Andi tepok jidat.
"Pinguin bukan nya jika banyak orang lebih baik lagi pula Aku senang mereka ada di sini" ujar Hana sambil tersenyum.
"Tapi pengeluaran ku semakin banyak" ucap Andi memelas.
"Hi! untuk apa kau menjadi CEO. di perusahaan jika kau masih saja perhitungan masalah uang! Pinguin mereka adalah Saudara mu jika kau mengasih rezeki sedikit kepada nya Tuhan akan mengasih rezeki mu lebih banyak lagi dari pada yang kau kasih kepada mereka"
"Aku hanya bercanda saja Sayang"
__ADS_1