
Hana, dan Clara terlihat sedang menonton drama di televisi tidak henti-hentinya Clara mengelap cairan yang keluar dari hidung nya menggunakan tissue, dan Hana yang melihat itu merasa aneh.
"Maafkan Aku Hana, film itu telalu menyayat hati Ku" ujar Clara sembari menghapus air mata nya.
"Tidak apa" ucap Hana singkat.
"Nanti akan Ku lapikan ini" ujar Clara sembari melirik ke arah lantai yang di penuhi dengan tissue karna nya.
"Ya karna Andi tidak suka jika berantakan" ucap Hana yang di jawab anggukan kepala kecil oleh Clara.
"Hana apa Kau tidak suka menonton film?" tanya Clara sambil menatap wajah Hana.
"Aku lebih suka Andi" jawab Hana sambil tersenyum yang membuat Clara mendelik malas.
"Kapan Kau lahilan?" tanya Clara melirik ke perut buncit nya Hana.
"Mungkin 2 Minggu. lagi" jawab Hana sambil mengusap sayang perut nya.
"Hana?" ujar Clara dengan suara pelan.
"Ya Ca, ada apa" ucap Hana memandang ke arah Clara.
"Heeem... Aku mau mengatakan sesuatu" ujar Clara bicara sambil menunduk.
__ADS_1
"Kau mau mengatakan apa Ca?" tanya Hana mengerutkan alis nya heran.
"Tidak jadi bukan apa-apa lupakan saja" ujar Clara tersenyum canggung.
"Aneh!" ucap Hana sedikit kesal.
"Hana, Aku pelmisi kau ke Kamal" pamit Clara yang langsung di iyakan Hana.
"Mencurigakan ada apa dengan Clara" ucap Hana terus memandangi punggung belakang Clara sampai hilang di balik pintu kamar.
Clara, masuk ke dalam kamar nya merebahkan diri nya di kasur dan mengusap wajah nya gusar.
"Malu sekali jika halus mencelitakan nya kepada Hana" ujar Clara membuang nafas nya kasar.
__________________
Andi, tidak sengaja bertemu dengan Alexander di mansion Ayah saat ingin memberitahu jika Hana akan melahirkan 2 Minggu. lagi Andi, terlihat menatap tidak suka ke arah Alexander.
"Ya Ayah, Hana akan melahirkan 2 Minggu. lagi" ujar Andi bangga.
"Puji Tuhan. sebentar lagi Cucu Ku, akan lahir" ucap Ayah senang.
Alexander, yang mendengar itu ikut senang diri nya tak henti-henti mengucap syukur kepada Tuhan nya. walau ia mengucapkan nya lewat hati.
__ADS_1
"Bidadari Ku sebentar lagi melahirkan" kata nya dalam hati.
"Ayah maaf... Andi tidak bisa berlama-lama di sini" ujar Andi berniat pamit untuk pulang.
"Tunggu Andi ayo kita makan siang dulu bersama-sama" ajak Ayah dengan senyum.
"Maaf Ayah tapi Hana di apartemen hanya berdua saja dengan Clara" tolak Andi dengan suara yang lembut.
"Kenapa tidak di ajak saja tadi ke sini?" tanya Ayah.
"Bukan nya Andi tidak mau mengajak Hana ke tempat Ayah, tapi Andi hanya tidak mau Hana bertemu dengan Buaya kepala merah" ujar Andi melirik sinis sebentar ke arah Alexander.
"Buaya kepala merah? memang nya ada" ucap Hana menatap ke arah Andi dengan heran.
"Ada koq Yah," ujar Andi menganggukkan kepala nya.
"Buaya kepala merah itu tidak ada Tuan Lugue" celetuk Alexander dan langsung mendapatkan tatapan tidak suka oleh Andi.
"Buaya di dunia ini hanya ada Buaya abu-abu, buaya hijau, dan buaya putih" lanjut nya.
"Kau lah Buaya berkepala merah itu!" ujar Andi dalam hati.
"Sudah lupakan saja, Andi kau mau pulang atau mau makan dulu di sini?" ajak Ayah lagi.
__ADS_1
"Tidak usah Ayah... Andi pulang saja"