
Sedangkan Rissa saatt ini sedang berbaring lemah di atas kasur rumah sakit. penyakit yang setiap detik, menit, bahkan jam sudah menggeragoti tubuh indah nya. merusak rambut panjang nya karna terus menerus rontok. Rissa saatt ini hanya bisa pasrah kepada pencinta nya. Papah nya juga sudah merasa putus asa karna tidak ada dokter atau pun rumah sakit yang bisa menyembuhkan anak tercinta nya.
"Rissa Sayang Andi harus tahu tentang keadaan mu saatt ini" ujar Henry Ayah Rissa sambil mengusap usap rambut Anak nya. Rissa menggelengkan kepala nya tanda ia tidak mau jika Andi tahu akan hall ini Henry menurunkan tangan nya dari kepala anak nya. ia melihat lagi lagi rambut anak nya itu rontok.
"Papah Rissa memang mencintai Andi tapi Rissa tidak mau Andi tahu akan kondisi Rissa yang seperti ini Rissa tidak mau membuat Andi sedih Pah" ucap Rissa terlihat meneteskan air mata nya.
"Aku harus memberi tahu hall ini jika Andi tahu Rissa pasti lebih semangatt untuk sembuh."
___________
Lagi lagi Andi mencium aroma masakan yang sangat lezat menusuk hidung nya diri nya segara terbangun dari tempat tidur dan mencari sumber aroma masakan yang lezat.
Terlihat Hana di dapur sanah sedang menata masakan di atas meja makan. Andi segara menghampiri nya dan duduk di sanah tapi saatt Andi ingin mengambil piring tangan langsung di tepis oleh Hana.
__ADS_1
"Kenapa apa kau tidak tahu kalau aku lapar" ujar Andi menatap Hana heran.
"Aku masak hanya untuk ku saja jika kau mau masak lah" ucap Hana sambil duduk dan mulai menyendok nasi.
"Gituh yha sama Saya kata nya mencintai saya tapi koq saya mau makan tidak di kasih" ujar Andi sambil menatap ke arah Hana.
"Jika kau mau makan, makan lah kita bagi dua" ucap Hana yang membuat Andi tersenyum bahagia.
"Sering sering lah masak udang saus padang ini aku sangat suka" ujar Andi memakan masakan Hana dengan lahap.
"Maaff kan aku. aku sudah selesai makan kau lanjutkan saja makanan mu aku permisi" ucap Hana pergi meninggalkan Andi ke dalam kamar nya.
"Seharus nya aku yang meminta maaff kepada mu Hana. sebenar nya mudah untuk mencintai perempuan seperti diri mu tapi aku memang belum bisa" ucap Andi menyudahi makan siang nya dan saatt itu juga ponsel nya berbunyi diri nya langsung mengangkat nya tanpa ia lihat siapa yang menelpon nya..
__ADS_1
"Hallo Andi" ujar orang di dalam telpon Andi yang mengenali suara itu pun langsung membulatkan mata nya lebar.
"Papah Rissa mana Pah?" ucap Andi terburu buru.
"Andi Rissa Rissa sekarang sedang di___"
Tut.
"Hallo... hallo... pah Rissa di mana" Andi menarik nafas nya dalam saatt sambungan telpon terputus dari pihak Henry ayah nya Rissa.
Sedangkan di tempat Rissa di rawat Henry langsung terdiam di saatt Rissa mengambil ponsel nya dan mematikan sambungan telpon nya.
"Papah mau memberi tahu Andi kan?" ujar Rissa sambil menatap Papah nya dalam.
__ADS_1
"Maaff kan Papah Rissa" ucap Andi menyesal.
"Rissa kan___" ucapan Rissa terhenti karna diri nya sudah pingsan terlebih dahulu untung saja Henry langsung menakap nya.