
Hana, terlihat repot mengurus Jupi, memandikan nya apa lagi Jupi, sangat takut dengan air sampai pipi mulus Hana jadi sasaran cakaran nya dan memberi nya makan.
"Pinguin di mana Jupi akan tidur?" ujar Hana sambil memperhatikan Jupi yang sedang memakan sosis.
"Besok akan ku belikan dia kandang, biar lah malam ini dia tidur bersama kita" ucap Andi sambil tersenyum.
"Terimakasih Pinguin!" ujar Hana seraya berjalan dan menduduki tubuh nya di sebalah Andi.
"Apa masa periode mu sudah selesai Hany?" ucap Andi sambil mengelus pipi Hana yang di cakar oleh Jupi.
"Iyha Aku, memang sudah selesai tapi Aku belum siap untuk melakukan itu" ujar Hana, sambil menunduk.
"Tidak apa Hana, sayang. Aku hanya menanyakan saja" ucap Andi memegang dagu Hana yang membuat Hana mendongakkan kepala nya menatap wajah tampan milik suami nya.
Andi langsung mengecup bibir tipis milik Hana dan segera ia lepaskan saat Jupi tiba tiba naik ke paha nya.
Meong... meong... meong... ucap Jupi sambil mengelus elus di tangan Andi, yang membuat Hana menahan tawa.
__ADS_1
"Kau mengganggu moment romantis ku menyebalkan!" ujar Andi kesal sambil mengangkat tubuh kecil Jupi.
"Pinguin, ayo kita tidur Aku lelah sekali" ucap Hana sambil menguap dan di tutup menggunakan tangan nya.
"Yha, Aku juga sudah mengantuk" ujar Andi bangkit berdiri dan mengulurkan tangan nya ke arah Hana. Hana menyambut nya dengan senang hati. merangkul pinggang Hana dan berjalan berdampingan dengan mesra menuju kamar.
Jupi, mengikuti mereka berdua menuju kamar tapi sebelum masuk diri nya sudah di yg tutupi pintu oleh Andi.
"Meong..."
Di dalam kamar Andi terlihat tertawa yang membuat Hana, kesal dan langsung mencubit pinggang nya.
"Kau jahat sekali Pinguin! tadi kau bilang Jupi akan tidur bersama kita sampai besok" ucap Hana sambil memanyunkan bibir nya.
"Aku hanya kesal dia, sudah mengganggu kita Sayang," ujar Andi sambil mengelus lembut pipi Hana.
"Lalu dia mau tidur di mana?" ucap Hana menangkis tangan Andi yang ingin menyentuh nya kembali.
__ADS_1
"Kucing tidur di mana pun yang ia mau" ujar Andi berjalan terlebih dahulu dan naik ke atas ranjang nya.
"Berarti kau bukan Pria sejati!" ucap Hana ketus seraya bersedekap dada.
"Kau meremehkan Ku? kau mau Aku buktikan kemari lah akan Aku, buktikan kalau Aku adalah pria sejati" ujar Andi sambil menepuk nepuk kasur di sebelah nya.
"Bukan itu yang Ku maksud! sejati nya laki laki sejati adalah laki laki yang bisa menempati janji nya!"
"Ayolah Hana, Jupi bisa tidur di lantai, atau di sopa" ujar Andi mendudukkan kembali tubuh nya di tepi ranjang.
"Bagaimana jika kau saja yang tidur di lantai atau di sopa? bagaimana" ucap Hana menantang.
Tidak mau berdebat panjang akhir nya Andi pun memilih mengalah dan memasukkan Jupi, ke dalam kamar nya.
"Terimakasih Misua Ku" ucap Hana senang dan langsung memeluk tubuh suami.
"Misua apalagi itu? kenapa kau selalu memanggil Ku, dengan sebutan yang aneh kau kira Aku, Alien?" ujar Andi sambil menatap ke arah wajah Hana.
__ADS_1
"Misua itu kembalikan kata dari Suami tau dasar kudet!" ucap Hana kesal yang langsung melepaskan pelukan nya dari tubuh Andi. dan memilih untuk membaringkan tubuh nya di kasur.