
Kondisi Anthony, kini semakin parah Isabella tidak henti-henti nya menangis. ia menyesal karna sudah menyetujui perjanjian konyol ini dengan Abang nya.
Sekarang akibat nya. Anthony kekurangan darah karna telah terlalu banyak darah yang keluar dari luka tangan nya.
"Por que Anthony é assim?"( Kenapa Anthony bisa seperti itu?") tanya Alexander yang sekarang sedang duduk menunggu bersama Isabella.
"Eu ... eu ... isso é minha culpa! "( Aku... Aku... ini salahku!)" jawab Isabella sambil menangis.
"não há nada de errado aqui "( Tidak ada yang disalahkan di sini)" ujar Alexander, seraya merangkul Isabella. karna tangisan nya semakin lama semakin histeris.
"Mas se eu não aprovar isso. Irmão Anthony, vai ficar tudo bem"( Tapi jika aku tidak menyetujui nya. Kak Anthony, akan baik-baik saja)" ucap Isabella seraya menaruh kepala nya di dada bidang Anthony.
"Perdoe meu irmão," ( Maafkan Kakakku,)" ujar Alexander lebih mengeratkan pelukan nya.
"Quem tem que se desculpar sou eu. Me perdoe"( Yang harus meminta maaf adalah Aku. maffkan Aku)"
Flashback...
"Maafkan di Ca, jika kau sudah memaafkan itu terserah kau mau kembali dengan nya atau tidak yang penting kau sudah memaafkan nya" ujar Hana tersenyum hangat kepada Clara.
"Pinjam mobil mu. Aku ingin ke lumah sakit untuk melihat kondisi Hopkins, sekarang" ucap Clara. Hana langsung memberikan kunci mobil Kepada Clara, dan Clara langsung mengambil nya.
__ADS_1
"Semoga berhasil Ca," ujar Hana yang mengantar Clara sampai depan pintu bersama Arsen.
Tin...
Clara membunyikan klakson dari dalam mobil.
"Dadah... Arsen" ucap Clara mengeluarkan kepala nya dari kaca jendela yang di balas lambaikan tangan oleh Arsen, dan Hana.
Flashback end...
"Ka Clara?" ujar Alexander yang langsung melepaskan pelukan Isabella dari tubuh nya.
"Mencali kesempatan lupa nya" ucap Clara seraya bersedekap dada di depan Alexander.
"Bagaimana keadaan Anthony?" tanya Clara, menyikirkan Alexander dari bangku nya. dan langsung duduk di samping Clara.
"Aduh untung Kakak" ujar Alexander menggerutu.
"Isabella, como está o seu irmão? "( Isabella, bagaimana keadaan Abang mu?)" tanya Clara seraya mengelus rambut Isabella.
"Sua condição está piorando, ele está sem muito sangue "( Keadaan nya semakin memburuk, ia kekurangan banyak darah)" jawab Isabella kembali menangis.
__ADS_1
"Isabella Você deve estar cansada. me deixe e Alex esperando aqui"( Isabella aku tau kau pasti lelah. biarkan aku dan Alex yang berjaga di sini)" ucap Clara tapi Isabella langsung menggelengkan nya. tanda ia tidak mau.
"Sim, é melhor você ir para casa "( Ya, sebaik nya Kau pulang saja)" tutur Alexander.
"Deixe-me aqui "( Biarkan aku di sini)" ujar Isabella memelas.
"Voltar"( Baiklah)"
"Alex sebaik nya kau ke kantin rumah sakit. dan belikan aku, dan Isabella apa saja yang bisa di makan" ucap Clara menatap ke arah Alexander.
"Nyuruh?" ujar Alexander malas.
"Tidak tapi Aku memerintah mu! cepat Kalau tidak akan aku bilang kepada Isabella, bahwa dulu mempunyai kebiasaan buruk yaitu, menyukai sesama lawan jenis" ucap Clara mengancam.
"Isabella tidak mungkin percaya"
"Owuhh... ya, baik kita coba"
"Isabella eemm..."
"Baik Aku pergi" ujar Alexander dan langsung pergi berjalan ke arah kantin.
__ADS_1
"O que há com ele?"( Ada apa dengan nya?)" tanya Isabella yang melihat Alexander pergi.
"Ele quer comprar comida para nós "( Dia ingin membeli makan untuk kita)"