
Hana, terlihat sedang membereskan baju yang tadi diri nya beli di mall, bersama Andi. memasukan nya ke dalam lemari.
Setelah itu Hana menyusul Andi, ke ruang tengah yang sedang melihat televisi yang menampilkan salah satu film kartun berbahasa Malaysia. Hana meletakkan kepala nya di dada Andi, dan Andi langsung mengelus, dan mendaratkan beberapa ciuman di kepala Hana.
"Terimakasih sayang ku" ujar Andi yang membuat Hana, mendongakkan kepala nya menatap wajah tampan milik suami nya.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Hana heran.
"Untuk semua nya" jawab Andi sambil tersenyum penuh arti.
"Ya sudah sama sama" ucap Hana membalas senyuman Suami nya.
Terimakasih kau sudah menjadi penerang di hidup ku!" ujar Andi sambil menatap dalam mata coklat milik Istri nya.
"Aku matahari mu sayang" ucap Hana sambil mencubit gemas hidung mancung milik Andi.
"Kau bukan matahari sayang?"
"Lalu apa senja?"
"Kau adalah bulan" ujar Andi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bulan?"
"Iya kau adalah Bulan, kenapa Aku menyebut mu dengan bulan?" ujar Andi mengehentikan sejenak ucapan nya dan mencium sebentar bibir manis milik Hana "Karna kau selalu menerangi seluruh alam semesta di kala kegelapan malam datang" tambah nya sambil mengusap sayang Pipi Istri nya.
Hana tersipu malu dengan kedua pipi yang merona seperti kepiting rebus "Gombal" ucap nya sambil menepuk pelan pipi Suami nya.
"Koq malah bilang gombal orang serius!" ujar Andi sambil meletakkan tangan nya di atas perut rata milik Hana.
"Papah sudah tidak sabar untuk menunggu kamu hadir" tambah nya sambil terus mengusap perut Hana.
"Apa si Mas" ucap Hana sambil tertawa akan ucapan nya sendiri.
"Cie... cie bisa romantis juga" ujar Andi sambil menggelitiki pinggang Hana yang membuat Hana kegelian.
"Iya gitu mulai sekarang manggil nya Mas aja ya Sayang" Ujar Andi kembali merebahkan kepala Hana di dada nya.
"Gamau Pinguin lebih romantis!" ucap Hana kesal.
"Apa panggilan yang cocok untuk kita berdua jika anak kita sudah lahir ke dunia?" tanya Andi tatapan nya menerawang ke langit lnagit apartemen nya.
"Emak, sama Bapak" jawab Hana asal.
__ADS_1
"Jika nanti dia lahir aku akan memberikan dia apapun yang dia minta bahkan jika dia minta Mamah baru juga aku menyanggupi" ujar Andi yang membuat Hana langsung memukuli dada nya.
"Jangan asal!" ucap Hana kesal sambil memanyunkan bibir nya.
"Hahahaha.... Aku hanya bercanda saja Sayang" ujar Andi sambil membelai lembut rambut Hana.
"Bercanda boleh tapi jangan kelewatan!" ucap Hana dengan sinis.
"Maaf Sayang maaf" ujar Andi sedikit menyesal.
"Tidak ada kata maaf untuk mu!" ucap Hana sambil menahan tawa nya.
Andi, kembali menggelitiki nya. "Ampun atau tidak?" ujar Andi masih terus menggelitiki perut samping Hana.
"Iya, Iya. ampun" ucap Hana mengaku kalah.
"Maaffin aku ya" ujar Andi dengan alis terangkat.
"Iya tapi jangan kaya gitu lagi awas saja!" ucap Hana menatap tajam ke arah Andi, tapi kepala nya masih ia rebahkan di dada Suami nya.
"Kan sudah Aku bilang Aku, hanya bercanda" ujar Andi mencubit gemas pipi Istri nya.
__ADS_1
"Tapi Aku tidak suka" ucap Hana seraya memainkan tangan nya di dada Suami nya dan membikin satu pola di sana.
"Maaf Sayang"