
Setelah lama akhirnya Anthony. sadar dari pingsan nya.
"Carla?" ujar nya saat melihat Clara, duduk di samping nya.
"Ya..." ucap Clara malas.
"Bodoh!" sambung nya seraya bersedekap dada.
"Kau datang? berarti Kau masih mengkhawatirkan aku," ujar Anthony tersenyum senang.
"Aku datang bukan belalti masih mengkhawatirkan mu! Aku datang kalna masih ada lasa kemanusiaan" ucap Clara masih dengan muka jutek nya.
"Sudahlah bilang saja Kau masih mencintai Aku" ujar Anthony menggoda.
"Jika Kau Pikil Aku masih mencintai mu, Kau salah! kalna lasa Cinta ku. pada mu sudah hilang" ucap Clara tegas.
"Ijinkan Aku untuk membuat rasa cinta di dalam diri mu kembali hadir untuk ku" ujar Anthony, meraih tangan Clara dan menggenggam nya.
__ADS_1
Clara, dengan cepat. melepaskan genggaman tangan Anthony dan menaruh kedua tangan nya di atas paha.
"Aku tidak mau!" ucap Clara langsung bangkit berdiri dan berdiri pergi dari dalam ruangan Anthony.
Belum sempat ia keluar suara Anthony, sudah menghentikan langkah kaki nya." Jika rasa Cinta, dan kekhawatiran mu sudah hilang kepada ku. lalu kenapa Kau membawa ku kerumah sakit ini? kenapa Kau tidak membiarkan aku mati saja di sana!?' ujar Anthony dengan mata yang berkaca-kaca.
Clara kembali membalikan badan nya kearah Anthony. sambil bersedekap dada "Jangan bodoh! aku hanya tidak mau kau meninggal lalu menghantui diri ku" ucap Clara dan langsung pergi keluar.
" Desculpe, Isabell. Com licença! "( Maaf, Isabell. Aku permisi!)" ucap Clara menarik begitu saja tangan Alexander
Alexander mau tidak mau harus mengikuti Kakak nya itu. pergi meninggalkan Isabella di rumah sakit.
"Irmão, o que foi?"( Abang, ada apa?)" tanya Isabella saat sudah masuk ke dalam kamar rawat Anthony.
"O irmão arruinou sua vida!"( Abang sudah menghancurkan kehidupan nya!)" jawab Anthony saat Isabella sudah duduk di bangku samping nya bekas Clara tadi.
"O irmão pode destruir sua vida. claro que meu irmão também pode tornar a vida dele feliz"( Abang sudah menghancurkan kehidupan nya. tentu saja Abang bisa membahagiakan kehidupan nya)" ujar Isabella menyemangati Abang nya.
__ADS_1
" Você está certo, mas como?"( kau benar tapi, bagaimana cara nya?)" tanya Anthony bingung.
Isabella langsung menepuk jidat nya ia pikir Abang nya ini lebih pintar dari nya. tapi sayang ia salah sudah berpikir seperti itu.
Diri nya langsung mendekatkan wajah nya ke kuping Anthony, dan membisikkan sesuatu di sana.
"Bom, Isabella, depois que você se recuperar, vamos executar este plano"( Bagus, Isabella, setelah Abang sembuh kita akan menjalani rencana, ini)" ucap Anthony sambil tersenyum senang ke arah Adik nya yang di balas senyumam manis oleh Isabella.
"Mas me dê um carro novo quando esse plano funcionar."( Tapi berikan aku mobil baru saat rencana ini berhasil.)" ujar Isabella yang membuat Anthony langsung menatap nya malas.
"Sim, eu não quero ajudar! "(Yasudah, aku tidak mau bantu!)" sambung nya.
"Se este plano funcionar bem "( Jika rencana ini berhasil baiklah)" ucap Anthony mengalah yang membuat Isabella, tertawa senang.
"Concordar!"( Setuju!)" ujar Isabella menyepakatin, dan mengaitkan tangan nya dengan tangan Anthony.
**Minal aidzin Walfaidzin. mohon maaf lahir, dan batin.
__ADS_1
Maaf jika ada kata-kata di dalam Novel saya. yang menyinggung perasaan kalian. mari kita memaafkan di hari yang suci ini!
Sekali lagi mohon maaf, lahir dan batin😊**.