
"Permisi. siapa di sini keluarga dari pasien bernama Anthony Hopkins?" tanya perawat yang menghampiri Clara, dan Isabella.
"Kita adalah kelualga nya," jawab Clara langsung bangkit berdiri.
"Pasien kekurangan banyak darah" ujar Suster tersebut yang membuat Clara langsung terkejut.
"Golongan darah pasien. saat ini sedang kehabisan stok siapa dari kalian yang memiliki golongan darah yang sama, dengan pasien?" ucap Suster tersebut.
"Apa golongan dalah nya?"
"O negatif"
Clara langsung beralih menghadap ke arah Isabella "Seu irmão, ficou sem sangue muito?"( Abang mu, kehabisan banyak darah?)" ucap Clara yang membuat Isabella langsung terkejut.
"Meu tipo de sangue, não o mesmo que ele "( Golongan darah ku, tidak sama dengan nya)" ujar Isabella kembali menangis.
Clara menatap Isabella dengan heran dan alis mengkerut bagaimana tidak sama. sedangkan mereka adalah adik, kakak? pikir nya.
"Então, como pode não haver estoque de sangue neste hospital"( Lalu, bagaimana stok darah di rumah sakit ini sedang tidak ada)" ucap Clara menatap penuh tanya ke arah Isabella.
"Eu ... eu não sei," ( Aku... aku tidak tahu,)" ujar Isabella menatap sayu ke wajah Clara.
__ADS_1
Alexander yang baru tiba sehabis membeli makanan di kantin langsung menghampiri Cara, dan Isabella.
"Ada apa Kak?" tanya Alexander yang melihat wajah Isabella sedang kebingungan.
"Anthony dia kekulangan banyak dalah" jawab Clara.
"Stok dalah di sini juga sedang kosong" lanjut nya.
"Apa golongan darah nya?"
"O negatif."
"Golongan darah Momy ku, adalah O negatif aku akan menghubungi nya dahulu" ujar Alexander langsung mengambil handphone dari saku celana nya dan menelpon Suzan.
"Obrigada"( Terimakasih)" ujar Isabella menghapus air mata nya. dan tersenyum ke arah Clara.
Tidak lama setelah Alexander, menghubungi Mama nya. akhir nya Suzan pun datang ke rumah sakit.
"Clara?" sapa nya.
"Tante" ucap Clara langsung berdiri dan menyalami Suzan.
__ADS_1
"Aku juga Mama mu. Cla," ujar Suzan mengelus lembut pipi putih Clara.
"Maaf... tapi Mama saya hanya satu" ucap Clara langsung kembali duduk saat sudah menyalami Suzan.
Clara memang menerima Alexander, sebagai adik nya. tapi tidak dengan Suzan diri nya tidak membenci Suzan tapi ia tidak mau menganggap Suzan Sebagai Mama nya. Clara pikir Mama nya hanya satu bukan dua.
"Suster Mama saya yang akan mendonorkan darah untuk pasien bernama Anthony Hopkins." ujar Alexander. Suzan langsung menganggukkan kepala nya dan tersenyum ke arah Suster tersebut.
"Ayo Ibu silahkan ikuti saya" ucap Suster tersebut yang langsung di iyakan oleh Suzan.
“Obrigado, você tem o direito de dar para a tia Suzan"( Ucapan terimakasih mu, berhak kau berikan kepada Tante Suzan)" ucap Clara tersenyum lembut ke arah Isabella.
"É ele quem vai doar o sangue? "( Apa dia yang akan mendonorkan darah nya?)" tanya Isabella menatap ke arah punggung Suzan yang kini menghilang di balik pintu.
"Ela é sua mãe. Alexandre "( Dia adalah Mama nya. Alexander)" jawab Clara yang di anggukan kepala oleh Alexander.
"Obrigado Alexander!"( Terimakasih Alexander!)
"Graças a Deus. Isabell "( Terimakasihlah kepada Tuhan. Isabell)" ujar Alexander sambil tersenyum.
"Eu também tenho que agradecer a vocês "( Aku juga harus berterima kasih kepada kalian)" ucap Isabella dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"bom se for igual a "( Baik jika begitu sama sama)" ucap Clara, dan Alexander bersamaan.