
Hana terbangun dari tidur nya matahari yang tadi nya cerah kini telah terganti dengan bulan yang indah. diri nya duduk di pinggiran ranjang mengucek mata nya menggunakan tangan dan membetul kan rambut nya yang sedikit menutupi wajah nya.
"Sebaik nya Aku, mandi dan setelah itu turun ke bawah untuk melihat Ayah. sudah pulang atau belum" ujar Hana bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar nya.
*Tuk...
Tuk...
Tuk*...
Bunyi langkah kaki Hana, yang menuruni tangga diri nya berjalan menghampiri Ayah nya yang sedang duduk di ruang tengah menonton televisi.
"Ayah" sapa Hana sembari duduk di samping Ayah nya.
"Sayang nya Ayah" jawab Ayah sambil tersenyum.
"Ayah kapan kembali?" tanya Hana mengambil bisquit yang ada di meja dan memasukkan nya ke dalam mulut.
"Ayah kembali tadi sore" jawab Ayah.
__ADS_1
"Owuh, yha bagaimana kencan mu dengan Alexander?" ujar Ayah menengok ke arah Hana.
"Hmmm... Alexander sangat baik Ayah" ucap Hana tersenyum.
"Hana bagaimana dengan Andi?" ujar Ayah yang membuat Hana terkejut tidak percaya kalau Ayah nya menanyakan tentang Andi kepada nya.
"Kenapa Ayah tiba tiba bertanya seperti itu" ucap Hana berusaha untuk tenang.
"Kau mencintai nya?" ujar Ayah menatap dalam manik yang sama persis seperti mata nya. yang membuat Hana menjadi gugup dan berusaha membuang pandangan nya ke sembarang arah.
"A... ayah" ucap Hana tergugup.
*Deg...!
Deg...!
Deg*...!
Jantung Hana langsung berpacu dengan cepat saat dia mendengar ucapan Ayah nya barusan. dalam hati nya Hana bertanya tanya bagaimana Ayah nya tau jika Andi tadi datang menemui nya.
__ADS_1
"Ba... bagaimana A... ayah tau ji... jika A... Andi datang ke sini" ucap Hana tergugup.
"Apa kau mencintai nya Hana?" Hana menggeleng kan kepala nya.
"Jawab Ayah Hana! kau mencintai Andi kan" Hana menggeleng kan kepala nya.
"Sekali lagi Ayah tanya kepada mu Hana. apa kau mencintai Andi atau tidak!?" Hana meneteskan air mata nya diri nya menganggukkan kepala nya. meraih tangan Ayah dan di genggam oleh nya.
"Iya Ayah, Hana memang mencintai Andi maafkan Hana Ayah" ucap Hana menangis sambil menunduk dengan masih menggenggam tangan Ayah nya. Ayah terlihat membuang nafas kasar dan mengusap wajah nya gusar.
"Kenapa kamu diam saja selama ini Hana! bukan nya Ayah sudah pernah bilang kepada mu bahagia mu adalah bahagia Ayah. jika memang kamu bahagia bersama Andi Ayah juga akan ikut bahagia." ujar Ayah mencakup kedua pipi Hana dengan mata yang berkaca kaca.
"Hana hanya tidak mau menyakiti Ayah" ucap Hana membalas tatapan Ayah nya.
"Dan kau lebih memilih menyakiti diri mu sendiri? Sayang kau tidak menyakiti Ayah justru Ayah akan sakit jika melihat mu menyakiti diri mu sendiri" ujar Ayah air mata nya sudah jatuh membasahi pipi nya.
"Hana jika kau memang mencintai Andi, Ayah akan mengantar mu ke apartemen nya" tambah Ayah seraya menghapus air mata yang ada di pipi Anak nya.
"Tapi Ayah..."
__ADS_1
"Ssssttt... kembali lah kepada Andi Sayang. Andi sungguh sudah sangat menyesali semua perbuatannya hidup mu pasti bahagia jika berada di samping nya" ucap Ayah mencium kening Hana.