
Ayah datang menemui Andi seorang diri, di apartemen Ayah tidak mengajak Hana karna Ayah, hanya ingin berbicara berdua dengan Andi. sesampai nya Ayah di apartemen nya Andi Ayah langsung di sambut baik oleh Andi.
"Andi ada yang ingin Ayah bicara kan dengan mu" ujar Ayah yang langsung ke inti nya.
"Katakan kepada Andi, Ayah apa yang ingin Ayah bicarakan?" ucap Andi serius.
"Apa kau sudah menyeseli perbuatan mu kepada Hana" tanya Ayah pandangan mata nya menatap dalam.
"Sungguh... Ayah sungguh Andi sangat menyesali perbuatan Andi kepada Hana. sekarang Andi merasakan betapa sakit nya ada di posisi Hana dulu" jawab Andi membalas tatapan mata Ayah. dan Ayah melihat penyeselan itu di dalam mata Andi.
"Kau yakin tidak akan menyakiti Hana lagi," ujar Ayah.
"Andi akan membahagiakan Hana, tidak akan membuat nya menangis. kecuali, itu tangisan kebahagiaan" ucap Andi mantap.
"Jika seperti itu jemput lah Hana. di rumah Ayah" Setelah berbicara seperti itu Ayah langsung bangkit dari duduk nya dan pergi begitu saja meninggalkan Andi yang masih tidak percaya akan ucapan Ayah.
"A... aku tidak bermimpi kan?" ucap Andi tergagap dan berbicara sendiri. setelah sadar dari keterkejutan nya akhir nya Andi pun langsung bergegas pergi ke mansion Ayah mertua nya untuk menjemput istri nya kembali pulang ke apartemen nya. Andi mengendari mobil dengan kecepatan tinggi begitu bahagia diri nya di beri kesempatan kedua Andi berjanji dengan diri nya sendiri tidak akan menyakiti Hana lagi diri nya ingin bahagia bersama Hana sampai maut memisahkan mereka.
__ADS_1
Tin...
Tin...
Tin...
Pak Hasan pun segera membukakan pintu gerbang setelah pintu gerbang terbuka Andi pun langsung memasukan mobil nya dan memakirkan nya di, halaman Andi langsung bergegas keluar dari dalam mobil dan sedikit berlari ke arah pintu utama memencet bell sampai asisten rumah tangga membukakan pintu untuk nya.
"Den Andi?" sapa Bi Asih.
"Non Hana ada di dalam den. silahkan masuk" ujar bi Asih ramah dan sopan. Andi segera masuk ke dalam dan menemui Hana yang sedang duduk menonton televisi.
"Hana" ujar Andi dari belakang Hana langsung menengok kebelakang saat mendengar suara yang tidak asing bagi nya.
"Andi!" ucap Hana terkejut dan langsung bangkit, yang duduk nya berjalan menghampiri Andi.
"Hana aku merindukan diri mu" ujar Andi ikut berjalan dan berhenti berhadapan dengan Hana.
__ADS_1
"Untuk apa kau ke sini?" ucap Hana menatap sebentar mata Andi setelah nya dia membuang pandangan nya ke sembarang arah.
"Untuk menjemput kembali ke apartemen" ujar Andi seraya tersenyum.
"Tidak Andi Aku tidak bisa!" ucap Hana memundurkan tubuh nya sedikit kebelakang.
"Kenapa Hana? apa kau sudah tidak mencintai ku" ujar Andi berjalan lagi mendekati Hana.
"Aku tidak mau membuat Ayah sakit" ucap Hana sambil menundukkan kepala nya.
"Hana percayalah kepada ku bahwa Ayah akan baik baik saja" ujar Andi mengulurkan tangan nya ke depan Hana.
"Aku... aku..." ucap Hana gugup sambil melihat ke arah uluran tangan Andi.
"Hana kembali lah kepada ku, sambut lah uluran tangan ku. Aku mohon" ujar Andi tatapan mata nya memelas.
"Aku belum bisa Andi, aku harus menanyakan terlebih dahulu kepada Ayah"
__ADS_1