
Hana, bertemu dengan Jupi kucing kecil itu tampak bahagia dan mengeong-ngeong saat Hana datang, tapi sayang nya Hana tak bisa menyentuh nya karna Jupi berada di dalam kandang.
"Jupi" sapa Hana sambil duduk berjongkok di depan kandang.
"Sabar ya, nanti kau akan ku bawa pulang kembali setelah Aku. melahirkan" ujar Hana, dan Jupi terlihat memelas menatap nya mengguling-gulingkan tubuh nya di karpet alas tidur nya.
Meong... meong... meong...
"Sayang" ucap Andi yang tiba tiba sudah berada di belakang Hana yang membuat Hana langsung menengokkan kepala nya.
"Pinguin, Jupi" tunjuk Hana ke arah Jupi.
"Iya Aku tahu dia Jupi" ucap Andi ikut mendudukkan tubuh nya di samping Hana.
"Pinguin ijinkan Aku membuka kandang nya, dan menggendong nya" pinta Hana memelas.
"Sayang bukan nya Aku melarang mu tapi kau ingat ucapan dokter Sinta? itu bisa membahayakan kesehatan anak kita" ucap Andi mengusap-usap punggung belakang Hana.
"Tapi Pinguin..."
"Hana, sebentar lagi Anak kita akan lahir" ucap Andi memotong ucapan Hana.
__ADS_1
Meong... meong... meong...
Jupi terus saja mengeong, sambil menatap memelas ke arah wajah Hana... itu yang membuat Andi segera mengajak Hana untuk kembali ke apartemen karna diri nya juga merasa kasihan melihat nya.
"Hana sebaik nya sekarang kita kembali ke apartemen" ajak Andi sambil membantu Hana untuk berdiri.
"Aku mau menginap saja di rumah Mama" tolak Hana seraya menggelengkan kepala nya.
"Hana ayo, jika kau tidak mau kembali sebaik nya ku buang saja Jupi" ucap Andi tidak bermaksud mengancam Hana.
"Apa kau tega Pinguin?" ujar Hana sambil menatap nanar ke arah wajah Suami nya.
"Ayo pulang" ajak Andi untuk sekian kali nya Hana lebih memilih mengiyakan diri nya tidak mau jika Andi membuang Jupi.
Tidak ada obrolan sepanjang perjalanan ke apartemen hanya keheningan, dan suara berisik dari kendaraan, dan sesekali bunyi klakson.
Begitu juga saat sampai di dalam apartemen Hana lebih memilih untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar, melewati begitu saja Tante Cleo, yang sedang menonton serial drama di televisi.
"Hi Andi! kenapa dengan Istri mu itu?" tanya Tante Cleo kepada Andi yang sedang membuka sepatu nya.
"Ngambek" jawab Andi singkat.
__ADS_1
"Memang nya kenapa?"
"Dia, marah karna Aku tidak memberi nya ijin untuk memegang Jupi" ucap Andi sambil berjalan untuk duduk di sofa, di samping Tante Cleo.
"Jupi siapa Jupi?" ujar Tante Cleo yang memang belum tahu siapa Jupi.
"Bayi kucing. eh, salah Anak Kucing" ucap Andi sambil merebahkan punggung nya ke sandaran sofa.
"Ya memang tidak bagus untuk wanita hamil berdekatan dengan yang berbulu" ujar Tante Cleo kembali fokus pada serial drama Televisi.
"Yang berbulu?" ucap Andi mengulangi ucapan Tante Cleo.
"Ya tidak baik" ujar Tante Cleo tanpa menoleh kearah Andi.
"Untung saja junior Ku bersih tanpa bulu" ucap Andi membuang nafas lega.
Pletak!
Satu sentilan keras mendarat di kening nya, yang membuat Andi mengaduh kesakitan.
"Burung mu itu juga harus di jauhkan! tidak baik jika berhubungan terus menerus saat Istri mu sedang hamil" omel Tante Cleo sambil menatap tajam ke arah Andi.
__ADS_1
"Si*l aku lupa jika salah bicara saja di depan nya langsung mendapatkan Omelan, dan sentilan!"
"Hehehehe..., maaf Tante keceplosan"