
Rissa telah kembali pulang ke apartmen nya sedang sekarang Andi, dan Hana sedang bersiap untuk makan malam di rumah Andi...
"Pinguin kenapa kau tidak membawa Nenek lampir saja untuk bertemu Mamah, dan Papah mu" ujar Hana sambil memakai sabuk pengaman nya.
"Hei rubah! Mamah dan Papah ku tidak tahu jika aku masih berhubungan dengan nya. jadi kau harus tutup mulut mu" ucap Andi menghidup kan mobil dan menjalan kan nya dengan kecepatan di atas rata rata.
"Kau mau memberi ku apa? sebagai upah tutup mulut" ujar Hana menatap ke arah Andi yang sedang menyetir.
"Kau mau meremas ku" ucap Andi melirik sebentar ke arah Hana dan kembali lagi fokus ke jalan.
"Baik lah aku akan memberi tahu Mamah, dan Papah mu jika kau masih berhubungan dengan Rissa. dan akan ku ceritakan juga kau berhungan di depan mata ku kau tidak mau bukan jika itu terjadi" ujar Hana menaikan satu alis nya.
"Apa yang kau ingin kan" ucap Andi kesal.
"Aku mau kau meneraktir ku makan di restoran nomor satu di sinih" ujar Hana senang.
"Hanya itu?" ucap Andi tersenyum miring. dan Hana langsung menganggukan kepala nya cepat.
__ADS_1
30 menit dalam perjalan akhir nya Andi, dan Hana pun sekarang sudah sampai di rumah mewah nan megah Mamah papah nya Andi.
"Anak Mamah Andi, menantu Mamah Hana Sayang" kata Mamah sambil memeluk bergantian Andi dan Hana.
"Ayo silah kan masuk makan malam sudah siap di atas meja makan nanti ke buru dingin" kata Papah lantas saja Hana, Andi, dan Mamah langsung mengiyakan.
mereka berempat menikmati makan malam dengan sangat lahap dan selingi dengan obrolan ringan dan sedikit candaan tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 22;30 WIB. malam.
"Hana Andi kalian menginap saja semalaman di sinih yha" usul Mamah yang mana membuat Hana langsung melotot kan mata nya terkejut.
"Heemm... tidak usah Mah kita berdua kembali saja ke apartmen" ujar Andi menolak dengan sedikit senyuman.
"Sayang tidak apa untuk malam ini kita menginap di sinih" ucap Hana manja sambil merangkul tangan Andi.
"Ada apa dengan rubah ini? kenapa tiba tiba saja dia menjadi sangat menggelikan sekali" ujar Andi dalam hati bingung.
"Baik lah ayo Sayang kita ke kamar ku kau pasti sudah mengantuk bukan" tanya Andi kepada Hana, dan Hana pun langsung berdiri dan merangkul pinggang Andi.
__ADS_1
"Mah, Pah Hana dan Andi duluan ke kamar yha" pamit Hana dengan sopan dan di balas anggukan kepala dan senyuman oleh Papah, dan Mamah.
"Lihat mereka ternyata saling mencintai kan Mah" ujar Papah menggenggam tangan Mamah yang ada di atas meja.
"Iyhaa Mamah bahagia melihat nya" ucap Mamah sambil tersenyum.
Saatt sudah sampai di dalam kamar Andi, Hana langsung melepas kan rangkulan tangan nya yang ada di pinggang Andi.
"Pinguin! kau jangan mencari ke sempatan di dalam ke sempitan" ujar Hana dengan sinis.
"Apa maksud mu? yang bermanja kepada ku siapa. bukan nya kau" ucap Andi membuka jass nya dan ia lempar kan begitu saja.
Andi berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju tidur nya dan mengganti nya diri nya ingin cepat cepat merebah kan tubuh nya untuk istirahat.
"Bergesar lah sedikit aku mau tidur"
"Baik lah kau tidur lah lebih dulu" ujar Hana menggeser tubuh nya dan Andi pun langsung naik dan merebahkan tubuh nya memejamkan mata nya dan tidak lama kemudian diri nya sudah memasuki alam mimpi.
__ADS_1
Hana berbalik badan untuk melihat Andi sudah tertidur atau belum. merebahkan tubuh nya di samping Andi dan memiringkan nya menghadap Andi.
"Ternyata kau sangat tampan jika di lihat sangat dekat" ujar Hana mengelus lembut pipi Andi.