
Bulan berganti tidak terasa sekarang usia kandungan Hana, sudah memasuki 8 bulan. keluarga besar tidak sabar menanti akan kelahiran jagoan kecil di keluarga mereka.
Hana terlihat sedang menyisir rambut pendek nya di depan cermin memakai daster berwarna hitam di bawah lutut.
Andi datang memeluk nya dari belakang mencium kepala nya dan mengusap lembut perut buncit nya.
"Iloveyou Sayang" bisik Andi mesra di telinga Hana.
"I love you too" ucap Hana sambil menatap pantulan Diri nya, dan Suami nya di dalam cermin.
Andi beralih berjongkok di depan Hana mencium perut buncit Istri nya. dan kembali mengusap nya.
"Sebentar lagi Kau akan melihat dunia Sayang" ujar Andi mengajak bicara bayi nya.
Seakan mengerti Bayi yang ada di dalam perut Hana itu menendang dengan sangat kencang yang membuat Andi tertawa bahagia.
"Dia menjawab pertanyaan Mu Pinguin" ucap Hana tersenyum bahagia.
"Iyaa Hana," ujar Andi kembali mendaratkan ciumanan nya ke perut Hana.
____________________________
Clara di suruh Andi untuk membeli semua kebutuhan dapur di mini market diri nya pergi Sendiri karna Mama nya sedang berkunjung ke rumah Mama Erina.
Dan saat baru saja Clara masuk ke dalam Lift, diri nya di buat terkejut karna bertemu dengan Alexander di dalam nya. Sial nya lagi di dalam Lift, itu mereka hanya berdua saja.
__ADS_1
"Ga usah liat-liat!" ujar Clara yang melihat Alexander melirik ke arah nya.
"Saya punya mata" ucap Alexander dingin.
"Mau di colok? saya tidak hanya Kamu punya mata atau tidak!" tanya Clara melotot ke arah Alexander.
"Saya hanya memberitahu Anda"
Dan saat Lift, tersebut berhenti di lantai 3. banyak sekali orang yang masuk ke dalam nya itu yang membuat Clara kesal karna tubuh nya tergencet di antara tubuh Alexander, dan tubuh salah satu pria berbadan besar.
"Jangan cari kesempatan di dalam kesempitan!" ucap Alexander saat tidak sengaja Clara menabrak diri nya.
"Hi! Lift, ini yang tellalu sempit!" ujar Clara tidak terima.
"Terlalu, bukan tellalu" ejek Alexander tersenyum miring.
"Terserah."
Lift, itu berhenti di lantai 1. membuat semua orang keluar tidak terkecuali Alexander, dan Clara.
"Baju mahal Ku telkena banyak vilus Kalna Kau!" ujar Clara sambil menghibas-hibaskan tangan di baju nya.
"Kenapa Kau jadi menyalahkan Aku?" ucap Alexander berbalik tidak terima.
"Yaa ini semua memang salah Mu" ujar Clara seraya berkacak pinggang menghadap ke arah Alexander.
__ADS_1
"Hi! Perempuan Cadel! Kau kira Aku ini Virus mematikan!" ucap Alexander mendekatkan diri nya lebih dekat ke depan Clara.
"Dasal Plia Centil, Kau pikil Aku takut dengan Mu" tantang Clara tidak kalah berjalan lebih dekat lagi ke arah Alexander.
"Lihat Kau ini kecil bahkan harus mendangak jika ingin mau melihat wajah Ku, lihat tinggi Mu hanya sebawah dada Ku" ejek Alexander sambil tertawa meledek.
"Jangan mentang-mentang Kau tinggi Aku jadi takut kepada Mu?" ujar Clara melipat tangan nya di atas dada.
"Kau mau bermain-main dengan Ku?" ucap Alexander mengikuti melipat tangan nya di atas dada
"Dasal penilu!"
"Dasal pendek!" ucap Alexander meniru kembali ucapan Clara.
"Plia Centil!"
"Wanita Centil!"
"Awas Kau!"
"Awas Kau nyenyenyenye" ucap Alexander mencibir.
"Menyebalkan!" ujar Clara yang sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Vejo você em meses. Mulher estranha "( Sampai jumpa berbulan-bulan. lagi Wanita aneh)"
__ADS_1
"Tuhan kenapa Kau mempertemukan Ku kembali dengan Plia menyebalkan itu. bahkan dia juga bisa belbicala menggunakan bahasa Poltugis"