
Pagi hari nya saatt Hana ingin memanggil Ayah di dalam kamar tamu untuk sarapan bersama sama, ternyata Ayah sudah tidak ada di sanah hana hanya menemukan secercak surat di atas tempat tidur.
To; Hana Sayang.
Maaff kan Ayah yang tidak memberi tahu kau, dan Andi. karna Ayah tiba tiba saja ada urusan mendadak yang harus Ayah selesai kan secepat nya. jika nanti Ayah sudah menyelesai kan semua urusan Ayah. Ayah berharap kau sudah mengandung cucu Ayah. I Love You Sayang Tuhan slalu bersama mu.
From: Ayah.
Hana membaca kata terakhir yang Ayah tulis kan membuat diri nya menangis menyesal karna sudah membohongi Ayah nya.
"Maaff kan Hana, Ayah hiks..." ujar Hana terisak dan memeluk surat tersebut.
"Hana" terdengar suara Andi yang terus memanggil nya Hana secepat nya menghapus air mata yang ada di pipi nya dan menyimpan surat tersebut di dalam saku nya berjalan ke arah meja makan untuk sarapan.
"Mana Ayah?" tanya Andi menanyakan keberadaan Ayah.
__ADS_1
"Ayah ada urusan dadakan jadi sudah pergi dari tadi pagi" jawab Hana yang sekarang duduk di samping Andi.
"Seperti tahu bulat saja yang di goreng dadakan" celetuk Andi yang membuat Hana menatap nya malas.
Andi, dan Hana, sudah selesai menikmati sarapan pagi mereka terlihat Andi sedang kesulitan untuk mengancing kan bagian atas kemeja nya dan Hana yang melihat itu segera ingin membantu dan menyeret bangku pendek ke depan Andi, dan naik untuk menyamakan tinggi nya dengan Andi.
"Jika kau tidak bisa minta tolong lah kepada orang lain" ujar Hana sambil mengancing kan kemeja bagian atas Andi setelah nya ia memasang kan dasi di leher suami nya baru lah setelah itu Hana turun dari bangku pendek tersebut.
"Terimakasih Hana, sama sama Pinguin" ujar Hana jengkel karna Andi hanya diam saja tanpa mengucap kan terimakasih kepada nya karna Hana sudah membantu nya Andi terdiam sambil memandang ke arah Hana, Hana awal nya ragu untuk membalas tatapan mata Andi hingga akhir nya mereka bertatap tatapan dengan waktu yang lumayan lama. Andi yang memutus kan pandangan mata mereka terlebih dahulu.
"Telat" teriak Hana yang masih di dengar oleh Andi.
"Mending telat dari pada tidak sama sekali" balas Andi sambil berdiri di depan pintu apartmen.
"Jika seperti itu walau pun kau nanti telat mencintai ku itu lebih baik dari pada tidak sama sekali kan?" ujar Hana sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hana pleease" ucap Andi berjalan lagi ke arah Hana.
"Tidak apa aku mengerti, di sayangi oleh mu saja sudah membuat ku amat sangat bahagia Di" ujar Hana tersenyum lembut sambil menatap Andi.
"Maaff kan aku Hana" ucap Andi dengan suara yang pelan tapi masih bisa di dengar oleh Hana..
"Tidak apa. sebaik nya kau pergi ke kantor bukan nya pekerjaan mu masih banyak di kantor?" ujar Hana menaikan dua alis nya.
"Baik lah aku berangkat dulu"
"Pinguin tunggu" ujar Hana menghentikan langkah Andi yang ingin melangkah.
"Ada apa?" ucap Andi berbalik badan menghadap Hana.
"Pinguin ijin kan aku untuk memeluk mu apa boleh?" ujar Hana sambil menunduk." jika tidak boleh juga tidak apa apa" lagi lagi hana hanya tersenyum lembut ke arah Andi, Andi merentang kan kedua tangan nya yang membuat Hana tersenyum senang dan langsung memeluk erat tubuh Andi, seperti besok diri nya akan kehilangan laki laki yang ia cintai ini.
__ADS_1