Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 33


__ADS_3

saatt ini hujan angin sedang turun di tempat Andi tinggall petir, dan kilat bersahut sahutan Andi memberhentikan mobil nya di depan gerbang mansion Ayah.


Menekan klakson berkali kali sampai keluar lah satpam penjaga kediaman Hana dan Ayah nya.


Andi keluar dari dalam mobil nya tidak menggunakan payung sehingga seluruh pakaian, dan tubuh nya basah oleh air hujan


"Tolong buka kan saya gerbang nya. saya mau bertemu dengan Isrti Saya" ujar Andi sambil mengusap wajah nya.


"Maaff Pak Andi, saya tidak di ijin kan oleh Tuan besar untuk membuka gerbang nya" ucap Satpam tersebut. sambil memegang gagang payung dengan erat.


"Memang nya kenapa?" tanya Andi lebih mendekat kan tubuh nya ke arah pintu gerbang.


"Tadi Tuan besar bilang jika Bapak, atau keluarga Bapak datang. saya tidak boleh membukakan pintu gerbang Pak" Lagi lagi Andi mengusap wajah nya yang terkena tetesan air hujan.


"Tolong Saya, kamu sampai kan dulu kepada Hana jika Saya ada di depan" ujar Andi memohon.


"Tapi Pak"

__ADS_1


"Please bantu Saya" terlihat Satpam tersebut langsung berjalan masuk ke dalam mansion Hana dan menghilang di balik pintu utama berwarna putih.


Hana sedang menonton televisi bersama Ayah nya sekarang sambil memakan camilan.


"Maaff Tuan besar, dan Nona muda saya mengganggu waktu kalian" ujar Satpam tersebut dengan sopan.


"Ada apa memang nya?" tanya Hana heran.


"Itu di depan ada Bapak Andi" ujar Satpam takut.


"Untuk apa di ke sini! usir sekarang juga" ucap Tuan Lugue emosi.


Setelah Satpam itu keluar raut wajah Hana yang tadi nya bahagia kini berubah menjadi sendu.


"Ayah... Hana ke kamar yha" ujar Hana berlalu pergi masuk ke dalam kamar nya yang ada di lantai dua.


"Maaff kan Ayah Hana, Ayah hanya ingin kau tidak merasakan sakit hati lebih dalam lagi" ucap Ayah pelan.

__ADS_1


Satpam itu kembali lagi ke depan untuk menemui Andi, Andi tetap berdiri di sana yang membuat tubuh nya menggigil karna kehujanan.


"Maaff Pak Andi, Nona muda sudah tidur sedang kan Tuan besar menyuruh Bapak untuk pergi"


"Saya tidak akan pergi sebelum saya bertemu dengan Hana."


Hana di dalam kamar nya melihat Andi lewat jendela. hati nya menjerit ingin berlari dan memeluk Andi tapi pikiran berpikir bagaimana jika nanti jantung Ayah nya kembali sakit. sungguh Hana sulit untuk memilih.


"Pinguin maaff kan aku, kau bodoh sekali membiar kan diri mu kedinginan seperti itu" ujar Hana diri nya sangat tidak tega melihat Andi seperti itu.


Hana terus menatap ke arah Andi sampai Andi mendongakkan kepala nya menatap ke arah jendela kamar nya Hana langsung menutup gorden nya.


"HANA AKU TAU KAU BELUM TIDUR HANA AKU AKAN MENUNGGU MU DI SINI SAMPAI KAU MAU MENEMUI KU!" teriak Andi tapi sayang tidak di dengar oleh Hana karna berbarengan dengan suara petir yang sangat kencang.


Tidak di sangka Tuan Lugue. keluar Andi berpikir bahwa keluar nya Tuan Lugue ingin mempersilahkan diri nya untuk masuk tapi ternyata Andi salah.


"Mau apa kau datang ke sini" ujar Ayah dengan muka yang tidak bersahabat.

__ADS_1


"Ayah ijin kan Andi untuk bertemu dengan Hana" ucap Andi memohon.


"Tidak akan Saya ijinkan! pergi lah sebelum saya berbuat buruk kepada kamu!" ucapan Ayah semakin seram karna bersahut sahutan dengan suara petir.


__ADS_2