Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 45


__ADS_3

"Andi..., Hana?" ujar Ayah yang sudah berada di dalam mansion.


"Ayah" ucap Hana terkejut.


"Owuh. hahaha kau cepat sekali sampai ke sini" ujar Ayah berjalan menghampiri Andi, dan Hana.


"Kenapa Ayah sangat begitu ramah, dan baik kepada Andi?" ucap Hana dalam hati bingung.


"Hana kembali lah bersama Andi. ke apartemen nya" ujar Ayah mengelus rambut Hana dan tersenyum.


"A... ayah?" ucap Hana bertambah bingung.


"Iya Sayang, Papah sudah memberi kesempatan kedua kepada Andi untuk membahagiakan kamu" ujar Ayah beralih ke arah Andi dan menepuk nepuk pundak nya.


"Hana kenapa kau hanya terdiam? apa kau tidak mau ikut dengan ku untuk kembali ke apartemen" tanya Andi nada suara nya mengecil.


"Eh..., A... aku mau pulang kembali ke apartemen mu" jawab Hana masih tidak percaya.


"Sebentar aku siap siap dulu, dan membereskan semua barang barang ku" tambah Hana lagi.


"Hana kau tidak usah. membawa barang barang mu nanti ku belikan saja yang baru untuk mu"

__ADS_1


"Pinguin semua barang barang ku masih bagus, dan masih bisa untuk di gunakan jadi kau tidak usah membelikan yang baru untuk ku" ucap Hana tersenyum dan berlalu ke kamar nya tidak lama akhir nya Hana kembali lagi ke ruang tengah di mana Ayah, dan suami nya berada di sana.


"Ayah" ujar Hana menghampiri Ayah, Ayah lantas bangkit dari duduk nya saat melihat Hana berjalan ke arah nya.


"Hana Sayang" ucap Ayah memeluk tubuh Hana yang langsung di balas oleh Hana.


"Ayah... terimakasih Ayah terimakasih" ujar Hana melepaskan pelukan nya.


"Andi tepati janji mu yang tadi kau ucap kan kepada Ayah. ingat! jangan menyakiti hati Hana lagi jika tidak Ayah akan benar benar membawa Hana pergi jauh dari kehidupan mu" ucap Ayah tegas.


"Andi berjanji Ayah" ujar Andi menunduk hormat.


"Bahagia yah Sayang, sering sering lah datang ke sini untuk menemui Ayah" ucap Ayah lagi lagi mengelus kepala Hana sambil tersenyum.


"Kalau gitu Andi, dan Hana pamit Ayah" ucap Andi bersalaman dengan Ayah.


Andi, dan Hana pun akhir nya pergi untuk kembali ke apartemen nya.


"Semoga aku tidak salah memberikan kesempatan kedua kepada Andi...," ucap Ayah.


________

__ADS_1


Andi, dan Hana akhir nya sampai ke apartemen mendudukkan tubuh nya ke bangku secara bersamaan.


"Hana sekali lagi saya minta maaf tolong maafkan Saya" ujar Andi meraih tangan Hana dan di genggam nya.


"Astaga Pinguin! berapa kata maaf lagi yang mau kau ucap kan kepada ku? sepanjang perjalanan menuju apartemen mu kau sudah mengucapkan itu. Pingun, Aku sudah memaafkan mu" ucap Hana tersenyum dan menatap ke wajah Andi.


"Sungguh aku sangat menyesali perbuatan ku dahulu terhadap mu" ujar Andi menyesal.


"Pinguin tatap mata Aku" dan Andi pun langsung membalas tatapan mata Andi.


"Masa lalu biar lah berlalu kita sambut masa depan yang ada di depan mata kita sekarang" ucap Hana sambil mencakup kedua pipi Andi.


"Hana Aku mencintai mu!" ujar Andi tersenyum sangat hangat.


"Aku lebih mencintai mu Andi!" ucap Hana mencubit pelan hidung Andi dan tertawa.


"Hana ayo kita buat Anak" ujar Andi yang membuat Hana melebarkan mata nya tidak percaya bahwa Andi akan berbicara seperti itu.


"Pingun... kau mau Anak berapa?" ucap Hana dengan nada manja setelah sadar dari keterkejutan nya.


"Dua belas saja tidak banyak" ujar Andi yang lagi lagi membuat Hana terkejut.

__ADS_1


"Du... dua belas? Hi pinguin! kau pikir aku seekor kucing. yang sekali lahiran langsung tujuh! apa kau sudah tidak waras baru dua Minggu aku meninggalkan mu, otak mu menjadi geser dasar pinguin mesum!" ucap Hana kesal dan langsung meninggalkan Andi. sedangkan Andi hanya tertawa mendengar celotehan Hana.


__ADS_2