
Sudah 3 hari, Andi tidak mengabari Hana. yang membuat Hana semakin cemas. di tambah Andi tidak bisa di kabari atau di hubungi Hana, ingin bertanya kepada Papah, dan Mamah mertua nya tapi bagaimana jika nanti Papah, dan Mamah menanyakan kembali kepada nya diri nya benar benar bingung sampai pusing di kepala nya menyerang. yang membuat tubuh nya terhuyung jatuh ke lantai dan pingsan.
Ting....
Ting....
Ting....
Drttt...
Drttt...
Bunyi bell Apartmen, dan ponsel Hana yang terus berbunyi.
"Apa Hana tidak ada di rumah? tapi kemana dia, sebaik nya aku tanya kan saja ke resepsionis" orang itu melangkah kan kaki nya tapi diri nya langsung menghentikan langkah nya. saat melihat Andi berjalan ke arah kamar nya.
__ADS_1
"Sedang apa kau di sinih? bukan nya pintu apartmen ku tidak ada yang rusak" ujar Andi menghentikan langkah nya tepat di depan Ricardo dan menatap dengan pandangan yang tidak bersahabat.
"Aku ke sini untuk bertemu Hana dan mengasih kue susu ini kepada nya karna aku tahu Hana dari dulu sangat menyukai kue susu" ucap Ricardo memperhatikan dua bingkisan kue susu ke depan Andi.
"Siapa kau sebenar nya berani sekali kau ingin mengasih makanan sembarangan kepada Istri dari sebastian Luxe!" ujar Andi merebut paksa dua bingkisan yang ada di tangan Ricardo dan melempar kan ke dalam tong sampah.
"Aku heran kenapa Hana bisa menikah dengan laki laki seperti Anda," ucap Ricardo tersenyum sinis.
"Kenapa Anda tidak suka jika Hana menikah dengan Saya? sudah lah sebaik nya Anda pergi dari sinih" ujar Andi seraya bersedekap dada dan pergi begitu saja meninggal kan Ricardo.
Suara pintu terbuka dan masuk lah Andi ke dalam. betapa terkejut nya dia saatt mendapati tubuh Hana, yang tergeletak di lantai.
"Hana" ujar Andi langsung berlari ke arah Hana mengangkat tubuh Hana dan di bawa ke dalam kamar nya membaring kan tubuh Hana di tempat tidur nya. Andi menepuk nepuk pelan pipi Hana, setelah nya diri nya memberikan minyak kayu putih di hidung Hana. tidak lama setelah itu Hana tersadar dari pingsan nya memegang kepala nya yang masih terasa pusing. dan membuka mata nya sedikit demi sedikit.
"Pinguin?" ujar nya tak percaya. setelah mata nya terbuka sempurna..
__ADS_1
"Kau baik baik saja" ucap Andi membantu Hana untuk duduk.
"Pinguin kau dari mana saja aku sangat menghawatirkan diri mu" ujar Hana sambil memegang kedua pipi Andi.
"Saya pergi kemana bukan urusan Anda! dan kenapa kau pingsan? merepot kan saya saja. Saya pulang hanya untuk mengambil kartu credit saya saj" ucap Andi menyingkirkan tangan Hana dari pipi nya dan bangkit berdiri berjalan ke arah lemari nya. membuka lemari nya dan mengambil kartu credit nya di dalam laci.
"Pinguin kenapa handphone mu susah sekali untuk di hubungi" ujar Hana bangkit berdiri dan menatap ke arah Andi.
"Karna saya tidak mau di ganggu" ucap Andi dingin.
"Tapi kenapa Pinguin? selama tiga hari ini kau kemana" ujar Hana mata nya sudah terlihat berkaca kaca.
"Bersama Rissa karna itu saya tidak mau di ganggu oleh siapa pun termasuk kamu" ucapan Andi berhasil membuat Hana melolos kan air mata dari mata yang sedari tadi diri nya tahan.
"Saya buru buru, mungkin Saya tidak akan pulang engga tahu sampai kapan. kamu jaga diri kamu baik baik jangan menyusahkan orang uang akan saya transfer tiga hari sekali"
__ADS_1