Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 48


__ADS_3

Matahari cepat sekali berganti dengan bulan setelah makan malam Hana, dan Andi pun langsung masuk ke dalam kamar. saat Hana berbaring Andi langsung menindih tubuh Hana secara tiba tiba yang membuat Hana terkejut dan memukul mukul dada Andi yang ada di atas tubuh nya "Kamu siap kan?" Tanya Andi.


Hana terdiam, pipi nya bersemu merah, jujur saja dia takut, selain membuang muka dan terus memukul mukul dada Andi.


Hana sedikit mengernyit saat mendapat sentuhan di pipi nya, hal itu membuat Andi tersenyum,"Pinguin" ujar Hana sambil menggeleng kan kepalaa nya.


Hana memberanikan diri menatap pria yang sekarang adalah suami nya, Hana menelan ludah nya susah payah "Jangan Pinguin!" ujar HanaA memohon.


Andi tersenyum. "Kenapa? Aku akan melakukan nya pelan pelan, kau tidak usah takut" ucap Andi menyakinkan, Hana melihat wajah Hana yang ada di bawah nya begitu pucat dia jadi tidak tega. "Rileks, aja jangan tegang nanti kamu sakit." ucapan Andi membuat Hana semakin gugup, jantung nya berdetak kencang, bagaimana jika rasa nya benar benar menyakitkan seperti banyak yang orang bilang.


Hana mengerjap saat mendapati Andi bergerak turun dari ranjang, dengan cepat Hana beranjak duduk, belum sempat bertanya mau kemana, gerakan mengunci pintu membuat Hana kemudian mengerti.

__ADS_1


"Bodoh memang nya siapa yang mau mengintip? apa dia tidak sadar bahwa di apartemen ini hanya ada Aku dan diri nya" ujar Hana dalam hati sambil menatap suami nya yang sedang berjalan ke arah nya.


Andi semakin mendekati Hana yang duduk bersandar di kepala kasur, mencium bibir nya dan membuat Hana mulai terbuai, hingga mendapati diri nya sudah berbaring kembali di bawah tubuh kekar suami nya, dia tidak menyadari.


Andi berlutut dengan mengapit kedua paha Hana yang berbaring di hadapan nya, setelah melepas baju tidur di tubuh nya, Andi kembali mendekatkan diri nya pada Hana.


Andi tersenyum, meraih jemari lentik Hana dan menempelkan pada dada bidang nya yang telanjang, merasakan sentuhan itu seketika darah nya berdesir.


Perlahan Andi mulai melepas kancing pyama yang di gunakan Hana satu persatu, menyingkap dan menurunkan wajah nya di bagian itu.


Hana memejamkan mata nya saat Andi menegelamkan wajah di leher nya, untuk kali pertama Hana merasa dia seperti melayang, hembusan nafas Andi, terasa panas menerpa permukaan kulit tubuh nya.

__ADS_1


Begitu memburu dan begitu menggebu, Andi adalah orang pertama yang menggerayangi setiap inci dari bagian tubuh nya, orang pertama yang mencium leher nya hingga meninggalkan jejak jejak basah yang membuat hati nya semakin resah.


Hana hanya bisa menggigit bibir bawah nya mendapat serangan seperti ini oleh suami nya yang tidak ia duga rasa nya sememabukan ini membuat Hana setengah mati menahan lengguhan nya.


Mendapat usapan di sekitar dada dan sekujur perut nya masih bisa Hana tahan dengan memejamkan mata, menggigit bibir dan mencengkram apa saja yang bisa ia jangkau, namun saat Andi mulai membelai daerah sensitif nya di bawah sana, dia memekik tertahan. "Pinguin," kata pertama yang ia lenguhkan di sela perasaan yang bergairah.


Andi mendongak, sedikit menjulurkan lidah untuk membasahi bibir nya yang terasa kering, dengan mulut yang terbuka secelah nafas nya tampak memburu, "Kamu basah," bisik nya di telinga Hana.


"Aku sudah ucap kan jangan! kau malah tidak mendengar nya Aku ini sedang masa periode tau" ujar Hana yang membuat Andi tercengang dan langsung menjatuhkan tubuh nya ke samping Hana.


membuang nafas berat dan mengusap wajah nya "Maafkan Aku, Andi junior malam ini kau harus ku cekik lagi!"

__ADS_1


__ADS_2