
Clara, duduk di samping Isabella dan membawa tubuh Isabella. ke dalam pelukan nya Isabella terus menangis di dalam pelukan Clara.
"O que está errado?"( Ada apa?)" tanya Clara seraya mengelus rambut Isabella.
"Ka Anthony ele não quer comer nada "( Ka Anthony ia sama sekali tidak mau makan)" jawab Isabella masih dengan terisak.
"Para piorar as coisas, ele continuou arranhando a faca em sua mão"( Lebih parah nya ia, terus menggoreskan pisau ke tangan nya)" ujar Isabella yang membuat Clara langsung melepaskan pelukan nya. dan menatap serius ke wajah Isabella.
"Ta brincando né? "( Kau bercanda kan?)" tanya Clara sambil memegang kedua pundak Isabella.
"Você vê a piada em mim? "( Apa Kau lihat kebercandaan dalam diri ku?)" ujar Isabella kembali bertanya.
Bahkan Alexander pun. yang sedari tadi hanya mendengarkan ia ikut terkejut saat Isabella berkata seperti itu.
"Alexander Kau mau kemana?" ucap Clara saat melihat Alexander berjalan terburu keluar rumah.
"Aku tidak mau ia bertindak bodoh! hanya karna terlalu mencintai seseorang" ujar Alexander, melanjutkan langkah nya.
"Isabella, você deveria ir com Alexander"( Isabella, sebaik nya kau ikut pergi bersama Alexander)" ucap Clara menyuruh Isabella pergi.
"Você não vem?"( Apa kau tidak mau ikut?)"
__ADS_1
Clara menggelengkan pelan kepala nya "Não"( Tidak)" Vai "( Pergilah)" sambung nya.
"Você está tão desapontado com o meu irmão? "( Apa sekecewa itukah Kamu terhadap abangku?)" tanya Isabella penuh harap.
"Vai!"( Pergilah!)" jawab Clara acuh.
"Bem, eu vou boa tarde" ( Baik, aku pergi selamat siang)" ujar Isabella dan pergi keluar menyusul Alexander.
Arsen berlari ke arah nya. dan langsung memeluk diri nya, Clara membalas nya dan mencium kedua pipi Arsen.
"Kakak kenapa?" tanya Arsen yang membuat Clara terkejut karna Arsen memanggilnya Kakak. Karna selama ini Arsen memanggilnya dengan sebutan Tante.
"Aku lebih suka Kau memanggilku dengan sebutan Tante," ucap Clara melepaskan pelukan Arsen. dan menyuruh anak itu untuk duduk di samping nya.
"Di mana Ka Anthony?" terus nya.
"Aku tidak tahu" jawab Clara mengedikan bahu nya seakan tidak perduli.
"Ku pikir Kau datang menemui nya" ucap Arsen.
"Ntahlah"
__ADS_1
Hana datang dengan membawakan minuman untuk mereka diri nya sudah tidak melihat Isabella, dan Alexander di sana.
"Di mana Alexander, dan Isabella?" tanya Hana saat sudah meletakkan minuman yang ia bawa ke atas meja.
"Ke lumah sakit" jawab Clara malas.
"Oh. kenapa Kau tidak ikut Ca, bukan nya Anthony sekarang sedang membutuhkan mu bukan?" ujar Hana duduk di depan Clara.
"Tapi Aku tidak membutuhkan nya!" ucap Clara seraya bersedekap dada.
"Ku pikir sekarang ego mu. telah menghancurkan rasa Cinta mu," ujar Hana.
"Ntahlah, sekalang Aku sudah tidak mempedulikan nya" ucap Clara acuh.
"Mempedulikan nya. anggap saja dia teman mu, tidak usah kau anggap sebagai orang dari masalalu mu" ujar Hana memberi nasihat.
"Jika melihat nya. aku selalu mengingat kejadian itu"
"Lalu apa dengan tidak melihat nya. kau melupakan kejadian itu? tidak bukan, lalu apa beda nya"
"Kau benar" ucap Clara membuang nafas berat.
__ADS_1
"Maafkan dia Ca, jika kau sudah memaafkan itu terserah kau mau kembali dengan nya atau tidak yang penting kau sudah memaafkan nya"