Bertahan ATAU Bercerai

Bertahan ATAU Bercerai
Episode 41


__ADS_3

Andi sudah bangun dari tidur nya karna terpengaruh obat yang tadi di kasih dokter, Tuan Luxe sudah berada di sana sedang duduk bersama Mamah Erina. Andi melirik ke sana ke sini seperti sedang mencari seseorang tapi tidak ada.


"Aku ternyata hanya bermimpi jika Hana datang ke sini menjenguk ku" ujar Andi dalam hati. membuang nafas kasar.


Tuan Luxe, bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Andi sambil bersedekap dada.


"Apa kau sudah merasakan bagaimana. rasa nya tidak di pedulikan sama seseorang yang kita cintai?" ucap Papah dengan sinis.


"Jika Papah ke sini hanya untuk meledek ku lebih baik Papah tidak usah datang menjenguk!" ujar Andi membalas sinis tanpa mau menatap wajah Papah nya.


"Dasar lemah seharus nya kau mencari cara. untuk kembali mendapat kan Hana! bukan nya malah berbaring enak enakan di rumah sakit yang membuat kau tidak bisa apa apa. apa jika kau sakit bisa membuat Hana kembali tidak kan?" ucap Papah seraya menepuk pelan pundak Andi.


"Tapi percuma Pah. Hana memang sudah tidak mencintai Andi." ujar Andi sedih.


"Kau yakin Hana tidak lagi mencintai mu?" ucap Papah balik bertanya. dan Andi menganggukan kepala nya.


"Jika Papah memberi tahu mu jika tadi Hana datang menjenguk mu di saat kau tidur apa kau percaya?" ucap Papah menatap ke arah Andi.


"Tidak!" menggelengkan kepala nya tanda tidak percaya.

__ADS_1


"Terserah yang penting Papah sudah memberi tahu mu" ucap Papah malas.


"Andi, yang di kata kan Papah mu itu memang benar tadi memang Hana datang ke sini tapi hanya sebentar. dia hanya mau memastikan keadaan mu baik baik saja setelah nya dia pamit pergi" ujar Mamah Erina angkat bicara.


"Mamah tidak bohong dengan Andi kan Mah?" ucap Andi masih tidak percaya.


"Kapan Mamah pernah bohong sama Kamu" ujar Mamah Erina balik bertanya.


"Mamah memang tidak pernah berbohong kepada ku. jika Hana datang ke sini berarti dia masih mencintai, dan peduli kepada diri ku" ucap Andi dalam hati. dengan raut wajah yang serius.


"Andi harus menemui Hana" ucap Andi turun dari ranjang kasur rumah sakit. sedang kan Papah, dan Mamah hanya melihat itu sambil tersenyum mereka ikut bahagia jika Anak nya juga bahagia. Andi pergi ke mansion Hana dengan masih menggunakan baju rumah sakit diri nya naik taxi. karna tubuh nya masih lemas jika menyetir sendiri mangka nya Andi lebih memilih untuk naik taxi. Pak Hasan menghampiri nya mereka hanya terpisah dengan pintu gerbang.


"Hana ada di dalam Pak" jawab Andi dengan serius..


"Nona muda baru saja pulang"


"Bisa saya bertemu dengan Hana Pak?"


"Maaf Pak Andi, tidak bisa"

__ADS_1


Saat Andi sedang memohon untuk masuk kepada Pak Hasan mata nya melihat Alexandar keluar dari dalam pintu utama Andi. menatap tajam di tambah heran ke arah Alex. dan mata Alex juga melihat ke arah Andi, Alex mengerut kan kening nya dan berjalan ke arah pintu gerbang.


"Siapa dia Pak? mau minta sumbangan" tanya Alex saat sudah sampai di samping Pak Hasan.


"Bu... bukan Tuan, ini Pak Andi Suami Nona muda" jawab Pak hasan sambil menunduk.


"Owuh, jadi kamu yang tadi Hana jenguk di rumah sakit" ujar Alex menatap wajah Andi..


"Benar"


"Pak Hasan tolong bukakan gerbang nya"


"Tapi Pak..."


"Bukain Pak nanti jika Tuan Lugue bertanya saya yang akan menjawab nya"


"Baik Pak"


Pak Hasan segera membukakan pintu gerbang untuk Andi, dan Andi Lantas segera masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2