
Clara, terlihat sedang bermain bersama Arsen di ruang tengah ruangan itu di penuhi dengan mainan yang sangat banyak sampai terlihat seperti kapal pecah.
Sedangkan Hana dia terlihat sedang menyiapkan makan siang untuk mereka semua yang berada di dalam rumah nya. Hana, dan Andi sudah pindah dan tidak lagi tinggal di apartemen.
"Ante Caca, kenapa diam saja?" tanya Arsen anak laki-laki yang sekarang berumur 5 tahun itu.
"Eh... ayo kita belmain pesawat-pesawatan ini" jawab Clara meraih pesawat terbang.
"Aku mengantuk" ujar Arsen menguap dan menutup mulut nya menggunakan tangan.
"Hana Anak mu mau tidul" teriak Clara, dan Hana yang mendengar pun langsung menghampiri.
"Kau mengantuk Sayang?" ucap Hana yang di balas anggukan kepala oleh Arsen.
"Ayo kita tidur siang. Ca, jika Kau mau makan sudah siap di atas meja makan Aku mau menidurkan Arsen dulu. sambil nunggu Andi pulang dari rumah Ayah Ku" tambah nya menggendong Arsen dalam gendongan nya.
Hana membawa Arsen masuk ke dalam kamar nya di lantai atas sedangkan Clara, memilih terlebih dahulu membereskan mainan Arsen dan di masukan nya ke dalam keranjang.
__ADS_1
Tante Cleo, tidak ikut tinggal bersama di sana diri nya lebih memilih untuk kembali pulang ke Madrid. tempat tinggal asli nya.
Setelah membereskan mainan Arsen, Clara bangkit berdiri dan berjalan ke arah meja makan untuk menyantap makan siang nya yang sudah di buat oleh Hana.
______________________
Alexander, terlihat sedang berada di satu makam terduduk sedih di samping makam tersebut.
"Ayah" ujar nya sambil mengusap lembut batu nisan yang tertera nama William Adelio.
William Adelia, adalah Ayah dari Alexander Adelio. beliua meninggalkan 7 tahun lalu. sebelum William meninggal diri nya menuliskan surat untuk Alexander.
"Dunia ini sangat luas Ayah di bagian dunia mana Aku harus mencari Perempuan itu?"
"Alexander?" ucap Wanita separuh baya menepuk pundak nya yang membuat Alexander langsung menengokkan kepala nya ke belakang.
"Momy" ujar Alexander bangkit dan langsung memeluk tubuh perempuan itu dengan erat.
__ADS_1
"Ayo kita pulang" ajak Wanita itu saat Alexander sudah melepaskan pelukan nya.
Alexander, menganggukkan kepala nya diri nya menggandeng lengan Wanita yang ia panggil Momy itu.
Masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat peristirahatan terakhir Ayah nya.
"Kau harus mencari dia Al," ucap Momy nya Alexander seraya memandang wajah Anak nya.
"Tapi di mana Aku harus mencari nya Mom?" tanya Alexander mengusap wajah nya gusar.
"Ikuti kata hati Mu, Mom hanya bisa membantu mu dengan kalung ini" ucap Momy sambil memberikan kalung liontin ke dalam genggaman tangan Anak nya.
Wanita yang di ketahui bernama Suzan, itu tersenyum penuh arti ke arah Alexander yang membuat Alexander merasa bingung dan bertanya-tanya di dalam hati nya.
"Kau sudah berjanji setelah bertemu dengan nya sayangilah dia, dia adalah Adik mu."
"Di mana mereka terakhir tinggal?" tanya Alexander mata nya berganti memandang Momy nya dan kalung liontin.
__ADS_1
"Ayah mu tidak pernah bercerita kepada Mom, di mana mereka tinggal" jawab Suzan mata nya menerawang menyusuri langit-langit atap mobil.