
Kalau ada yang bertanya siapa laki-laki paling bodoh didunia...itu aku...
Berulangkali aku menyakiti istriku, berulang kali dia juga memaafkanku.
Kesekian kalinya air mata itu mengalir dan akulah penyebabnya.
Keberadaan Andara dikehidupanku membuatku tidak bisa melakukan apapun untuk istriku.
Semua keinginan wanita itu harus aku penuhi tidak peduli sebesar apa.
Sejak kedatangannya dikehidupanku, aku lebih sering mengabaikan istriku
Melihat luka dimatanya membuatku jauh lebih tersiksa
Hingga ahirnya aku tidak kuat, aku peluk dia malam itu, wajah istriku bingung aku tidak peduli. Biarlah pelukan ini mengatakan segalanya bahwa dialah wanita satu-satunya yang tidak akan pernah tergantikan dalam hidupku.
Tapi apa, pagi ini aku membentaknya di hadapan Andara. Syafiraku terluka. Airmatanya bercucuran. Luka kesekian yang aku torehkan padanya. Mengatainya wanita murahan.
Akulah laki-laki paling bodoh didunia ini. Melihatnya memakai baju seksi, membuat dia lebih cantik. Aku baru sadar ternyata kecantikan alami istriku tidak sebanding dengan siapapun bahkan Andara sekalipun.
Tahukah kamu istriku seandainya aku boleh bicara. Melihatmu memakai baju itu membuat hasrat lelakiku naik. Dua bulan aku tidak menyentuhmu itu sudah menyiksa. Ditambah penampilanmu pagi itu semakin menyiksa hasratku.
Seandainya tidak ada Andara aku akan menggendongmu kekamar, memakan habis tubuhmu. Membuat tanda kepemilikan disana. Kalau perlu hari itu aku tidak usah kekantor. Akan aku habiskan hari dikamar berdua, membuatmu kelelahan sampai tertidur seperti dulu, sebelum ada wanita itu diantara kita.
Tapi apa, justru kemarahan dan penghinaan yang keluar dari mulutku. Dan aku yakin kebencianmu semakin menumpuk. Kamu wanita terhebat yang aku punya. Dalam keadaan marah pun, bicaramu masih pelan tidak sampai membentakku.
Kebodohanku telah menyeretmu pada penderitaan berkepanjangan.
****
“Aku ingin menceritakan semuanya padamu, setelah ini, kamu mau membenciku aku akan terima karena aku memang pantas untuk dibenci”
Ku genggam tangannya erat didepan ibu dan adikku setelah kami sholat berjamaah. Aku ingin perasaan bersalah ini sedikit melegakan dadaku. Aku tahu ini akan menyakitinya. Tapi itu lebih baik. toh, mereka sudah melihat bagaimana Andara tadi. Aku ingin jujur di hadapan orang-orang yang aku sayangi.
“Aku bertemu andara 9 bulan yang lalu, dikantor pengacara. Dia bersama suaminya. Aku mengurus berkas perusahaanku suami Andara juga sama. Bedanya dia mengurus berkas laporan penipuan yang menimpa perusahaannya yang pada saat itu bermasalah.
Proyek yang nilainya ratusan milyar rupiah. Perusahaannya dinyatakan pailit oleh sebab kena tipu anak buahnya sendiri. Sementara suaminya konsultasi didalam, aku bertemu andara dan mengobrol diruang tunggu. Aku ceritakan kehidupanku yang bahagia denganmu, tentang putriku yang cantik, Kuceritakan tujuanku untuk mengurus perubahan status perusahaanku dari CV ke PT. Bukan maksudku untuk pamer, tapi memang begitu adanya. Dihatiku hanya ada kamu dan Rania.
Sampai ahirnya kami bertukar kontak.
Itulah awal petaka itu datang. Tanpa sadar aku yang mengundangnya.
Selanjutnya bisa ditebak dia menghubungiku terus menerus. Sudah di ingatkan berkali-kali aku sudah menikah dan punya anak, dia tidak peduli. Ternyata dia masih mencintaiku itu pengakuannya.
Aku laki-laki normal yang merasa bangga atas kejujuran perasaannya ketika itu. jiwaku terasa terbang. aku terbuai tapi hanya Sementara waktu.
Kami sering bertukar kabar, dia bercerita kalau tidak bahagia dengan pernikahannya suaminya sering menghinanya karena Andara tidak bisa memberikan anak. Bahkan sesekali dia melakukan kekerasan. Dia sudah tidak betah dan ingin segera berpisah itu pengakuannya. Betapa bahagia aku mendengarnya aku kira cinta untuknya masih ada.
__ADS_1
Selama itu pula aku menjalin hubungan terlarang. Bahkan aku yang membantunya bercerai dari suaminya.
Setelah diangkat jadi manajer dikantor aku sering keluar kota untuk diklat
Itu tidak sepenuhnya benar. Aku menemui Andara dia dan keluarganya berubah baik, dan perhatian. Bahkan mamanya Andara sendiri yang memintaku untuk kembali pada putrinya.
Disitulah aku tersadar, ternyata mereka hanya menginginkanku karena kesuksesanku sekarang. Betapa bodohnya suamimu ini.
Sehari setelah aku berulang tahun, aku ijin ke Bali ada pertemuan pengusaha konstruksi. Itu benar. Kamu mengijinkanku. Kamu tidak bisa ikut karena Rania belum liburan. Aku paham, dan aku berjanji pada diriku sendiri suatu saat nanti ingin mengajak Rania liburan ke jepang melihat bunga sakura dan salju dari dekat. Membayangkan wajah imutnya tersenyum bahagia membuatku semangat untuk bekerja lebih keras lagi.
Sejak kejadian itu, aku sempat menghindari wanita itu, tidak pernah membalas pesannya, tidak pernah ku angkat telponnya. Entah bagaimana dia bisa menyusulku ke Bali.
Aku melihat luka lebam di keningnya, memar di lengan kanannya, dan luka-luka dia punggung tangannya. Dia bercerita dengan berurai air mata bahwa suaminya menganiaya mantanku itu. Memukul tanpa belas kasihan. Aku percaya, rasa iba tiba-tiba mengalir dalam dadaku. Rasa ingin melindunginya muncul begitu saja. Tidak lebih, percayalah.
Aku laki-laki yang tidak pernah berlaku kasar pada istriku, jangankan memukulnya sampai lebam. Membentaknya saja aku tidak tega. Aku sudah mengambil dia baik- baik dari orang tuanya. Sebelum bersamaku kamu diratukan dirumahnya. Kebanggaan kedua orang tuanya. Setelah denganku tegakah aku berbuat kasar, tentu tidak. Setiap kemarahaannya adalah wajar, aku memilih diam mendengarkan ketika kamu marah. Dengan begitu perempuan akan merasa dihargai.
Dia mengajakku makan malam. Ternyata dia sudah mempersiapkan semuanya. Dinner romantis ala kalangan atas. Dia memberikanku hadiah ulang tahun jam tangan mahal dan parfum kesukaanku. Wanita itu masih mengingatnya aroma parfum kesukaan ku ketika kami bersama dulu.
Diseberang meja yang aku tempati, aku melihat Fatih dengan seorang wanita aku perkirakan itu pacar atau tunangannya. Aku kaget bukan kepalang ketakutanku muncul. Takut sewaktu-waktu laki-laki yang kamu panggil abang itu menceritakan pertemuanku dengan Andara di Bali padamu.
Tatapan fatih tidak biasa, ada pancaran kebencian disana. dia bahkan tidak mendengarkan wanitanya bercerita. Dia sibuk mentapku dan andara dengan penuh kebencian. Aku mengerti perasaannya
“Hingga Andara memaksa tidur dikamar hotel yang aku sewa. Dengan alasan takut suaminya datang tiba-tiba, dan menghajarnya lagi. Sudah bisa ditebak, apa yang akan terjadi ketika laki-laki dan perempuan bukan muhrim berada dalam satu ruangan tertutup, sudah pasti hanya bisikan syetan yang terdengar. Itu pertama kalinya aku melakukan zinah dan aku melakukannya dengan sadar”
“Pada saat terbangun, hanya ada penyesalan yang aku rasakan. Wajahmu, wajah kecewa ibuku tergambar jelas dalam benakku. Aku merutuki kebodohanku yang kesekian”
“Pulang dari bali dia terus menghubungiku minta dinikahi. Dia mengancamku akan mencelakaimu dan juga Rania, wanita itu bahkan tahu dimana sekolah Rania, jam berapa berangkat dan pulang. Dia juga tahu kegiatanmu. Aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti kemauannya. Berkali-kali aku katakan yang aku lakukan demi kebaikanmu juga Rania. Demi keselamatanmu lagi-lagi aku mengikuti kemauannya”
Setiap malam, tanpa sepengetahuan mu aku mengecek chat mu, kontak HPmu takut ada nama fatih disana. ternyata aku tidak menemukannya. Kecurigaanku tidak beralasan. Bahkan kamu masih menjaga kehormatanmu. terbukti tidak ada satupun chatmu dengan laki-laki yang tidak kukenal disana. kamu memang wanita yang luar biasa.
Karena merasa aman, perselingkuhan itu semakin menjadi. Dan aku sudah menghianati kesetiaanmu. Tapi sejujurnya hatiku sudah mulai tidak nyaman dengannya. Aku tahu ini salah, ketakutan akan dosa terus menghantuiku. Tapi pengaruh wanita ini semakin membuatku tidak berkutik.
Ibuku marah dia orang pertama yang aku beritahu rencanaku menikahi Andara. Dia membelamu. Aku datang kerumah ibu, hanya cacian dan kemarahan ibu yang ku terima. Bahkan adikku sendiri tidak menganggap aku ini abangnya.
Lihat sayang, ternyata kamu sudah mengambil hati semua orang. Bahkan keluargaku sendiri. kamu memang pantas mendapatkannya. Hatimu yang baik, penyayang dan sabar. Telah mampu merampas cinta mereka untukku.
Lagi-lagi aku tidak punya pilihan. Atas desakan Andara. Ahirnya, sepuluh hari sebelum kami menikah aku mengontrak rumah untuk Andara demi persiapan pernikahan kami, seminggu aku mengabaikanmu. Berangkat pagi alasan kerja pulang pagi alasan lembur
Berangkat pagi karena andara minta ditemani sarapan pulang kantor aku ke kontrakan Andara hingga pagi baru aku pulang kerumah kita.. Kamu tidak pernah bertanya aku kemana. Begitu percayanya kamu pada laki- laki bajingan sepertiku.
Aku pikir cinta ternyata hanya ego dan ambisi serta ketakutan ku saja, aku sudah terjerat dan tidak bisa lepas, hanya penyesalan yang aku rasakan. Aku bisa memberikan apa yang andara minta tapi tidak dengan hatiku. Kamulah penguasa disana. seluruh cintaku hanya ada kamu dan Rania.
Alasanku menikahinya, karena Andara mengidap penyakit BPD(Borderline Personality Disorder).Kelainan yang dia idap mulai usia remaja. Akibat semua keinginannya terpenuhi.
Penyakit itu yang memaksaku menuruti keinginannya. Kalau tidak dia akan marah.
kemarahannya bisa berakibat fatal, dia bisa menyakiti dirinya sendiri atau siapapun termasuk kamu dan Rania Aku takut terjadi apa-apa dengan kalian.
__ADS_1
Pola Asuh yang salah dari kecil yang menjadi penyebabnya. Itulah mengapa mamanya Andara sendiri yang memintaku atau lebih tepatnya memohon padaku untuk menikahinya. Hanya aku laki-laki yang bisa merubah Andara katanya waktu itu.
Aku muak, aku merasa dijebak. Aku marah tapi semuanya sudah terlambat.
Sesaat setelah akad nikahku dengan Andara mamanya lepas tangan dia menyerahkan Andara sepenuhnya padaku. Sambil memberikanku obat dalam botol seperti yang kamu ambil dikamar Andara. Untuk berjaga-jaga takut kumat katanya.
Aku benci diriku sendiri, bodohnya aku tidak punya wibawa sebagai laki-laki. Seharusnya aku menolak dari awal. Tapi apa aku semakin terjerat lebih dalam.
Kalau kamu ingin memakiku sekarang makilah aku memang pantas mendapatkannya” ku tatap wajah istriku yang mulai menunduk. Ada cairan bening mengalir dipipi mulusnya. Cerita ku panjang lebar ternyata menyisakan luka dihatinay.
“Maafkan aku sekali lagi. dan atau mungkin kata maafku sudah tidak ada artinya lagi.
Aku tidak pernah cemburu dengan andara, apapun yang dia lakukan diluar sana, bagaimana bentuk pakainnya, jam berapa dia pulang aku tidak mau tahu. Dan aku tidak peduli.
Tapi tidak denganmu apa yang kamu lakukan diluar sana selalu membuatku cemburu, pikiran buruk menghantuiku. Membayangan laki-laki lain memandangmu saja aku tidak bisa terima.
Itulah alasannya mengapa aku tidak memberikanmu ijin belajar mengemudi. Aku ingin menjadi laki-laki yang bisa kamu andalkan. Aku bersedia mengantarmu kemanapun, sesibuk apapun aku berusaha selalu ada untukmu dan Rania. Betapa besar cinta ini untuk kamu.
Hanya saja laki-laki bodoh ini tidak tahu cara membahagiakanmu. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaan cinta ini. Apapun yang aku lakukan akan terus menyakitimu”
Wajah wanita yang ku banggakan ini semakin tertunduk dalam, ibuku mengusap kepalanya pelan.
“tidak sampai disitu, sehari setelah andara resmi bercerai dengan suaminya. Laki-laki itu datang kekantorku. Perusahaan konstruksi yang kubangun berkat dukunganmu. Dia berterima kasih padaku karena sudah membebaskannya dari wanita mengerikan itu katanya. Sampai disini aku semakin paham, bagaimana orang yang mencintai Andara pergi satu persatu bahkan ibu kandungnya sendiri menyerah”
Riko, mantan suami andara juga bercerita, bagaimana bapak dan ibunya pernah terluka dikepala karena terkena lemparan guci dirumah mereka. Bahkan dari ceritanya aku jadi tahu bahwa luka lebam dan luka ditangannya waktu ke Bali menyusulku itu hanya akal-akalannya saja, semua luka itu dia yang membuatnya sendiri agar aku percaya. Dan dia berhasil memperdayaku”
Penyesalan datangnya selalu terlambat. Aku yang sudah hancur hanya menunggu keputusan istriku setelah dia mendengarkan ceritaku. Apapun itu aku akan terima sakit sekalipun. Ku akhiri ceritaku dengan hati pilu tak bertepi.
“kita akan menghadapi ini bersama, mas percaya sama fira, kita akan selalu bersama apapun yang terjadi. Hanya cinta yang bisa menguatkan.Begitupun Andara, dia hanya butuh orang yang benar-benar peduli dengannya” itu suara istriku tulus.
Aku membeliak tidak percaya, aku pikir dia akan meninggalkanku dan minta pisah, tapi ternyata tidak, perempuan ini terbuat dari apa hatinya. Ya Allah....bagaimana aku akan memperlakukannya nanti. Bahkan cerita penghianatanku tidak mempengaruhi persaannya padaku.
Kupeluk wanitaku erat, kami menangis bersama. Bahkan ibu dan Nisa adikku ikut menangis. Bagaimana orang tua istriku mendidiknya sampai dia bisa sesabar ini.
“Hani....” suara berasal dari kamar itu membuyarkan lamunan kami. Jujur aku muak mendengarnya. Istriku berdiri. Aku menarik pergelangan tangannya kuat.
“biarkan dia, aku sudah tidak peduli” ucapku sambil menahan marah
“dia tidak punya siapa-siapa lagi disini, hanya ada kita. Kamu tega mau membiarkan dia sendirian dengan kaki terluka begitu. Aku benci tapi aku bukan perempuan jahat” aku tidak percaya dengan kata-katanya. Tuhan...betapa beruntungnya laki- laki bejat in.i mendapatkan wanita baik seperti dirinya.
“hati hati fir, ibu koq masih takut ya,” ucap ibuku pelan, wajar dia cemas. Mengingat bagaimana wanita itu mengamuk
“fira akan baik-baik saja bu” ucapnya pelan setelahnya dia berlalu kekamar sendirian tanpa rasa takut. Hebatnya istriku sayang dia dapat suami brengsek sepertiku.
“mas.....!!!!” teriakan istriku dari dalam kamar mengagetkan kami semua. Aku takut terjadi apa-apa pada istriku.. ya Allah lindungi dia dari wanita kejam itu.
Note: jangan hujat Syafira ya...wanita itu memang berhati lembut. Dia juga tidak bodoh. Karena wanita cerdas adalah wanita yang mampu menahan amarahnya padahal dia bisa saja melampiaskannya. Kelembutan hatinya juga telah membuat mertua dan iparnya mencintai melebihi cintanya pada amir, keluarganya sendiri.
__ADS_1