
Aku kira hidupku akan seperti istri disinetron, dihianati, diselingkuhi, sadar, memaafkan dan hidup bahagia setelahnya, kemudian cerita berahir. Tapi ini nyata, sakit, kecewa, terluka benar-benar aku rasakan bahkan kenangan kebaikan suamiku itu seolah sirna terkikis kebohongan.
Aku sudah berusaha sebisa mungkin. Menerima perlakuan manis suamiku. Ingin hatiku melunak dengan cepat. Menyambutnya pulang kerja. Membuatkan makan malam. Bahkan menemaninya ditempat tidur.
Kadang hati ini digelitik rasa penasaran, apa yang dilakukan suami selama menjalin hubungan terlarang dengan Andara. Tidak mungkin sekelas wanita itu tidak membagikannya di sosial media.
Membuka sosial media disela waktu senggangku. Aku ketik nama Andara, ingin tahu apakah dugaanku memang benar. Ada dua nama Andara tertera disana.
Aku cek salah satu akun yang belum pernah aku tahu. Dengan hati berdebar aku tunggu prosesnya. Untunglah tidak dikunci.
Tidak ada pembaruan apapun, terahir dia memposting hari ulang tahunnya yang diadakan disebuah ballroom hotel ternama dikotaku. Dengan latar belakang kolam renang.
Benar-benar perayaan yang mewah, sakit itu kembali mendera. Melihat gambar yang tertera disana. Betapa bahagianya perempuan itu. Ada beberapa Foto dengan teman-temannya dan juga berdua dengan suamiku. Memperlihatkan hadiah mobil dari suamiku.
Aku tahu yang aku lakukan ini salah, mengungkit masalah yang sudah selesai. Tapi entahlah, keingin tahuanku tentang seberapa dekat hubungan mereka sebelum pernikahan itu terjadi begitu besar.
Aku ingin seperti istri yang lain ketika suaminya selingkuh, bisa secepat itu melupakan dan hidup normal seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Tapi mengapa aku tidak bisa.
Ya Allah,,,suamiku baik, usahanya mengembalikan kepercayaanku sangat luar biasa. Tapi mengapa hati ini belum bisa menerima. Aku sudah memaafkan mereka tapi mengapa sesulit ini melupakan.
“jangan buka masalah yang sudah berlalu bu, itu hanya akan menambah kebencian ibu pada suami. Kasihan pak amir. Dia begitu gigih berjuang mendapatkan kepercayaan ibu. Hargailah” itu suara sri, setelah melihat aku melamun menatap komputer didepanku
“ibu dari tadi dipanggil saya pikir sibuk, ternyata memang sibuk cari penyakit” lanjutnya lagi aku masih diam.
Aku tak peduli apa yang dibicarakan sri, aku scroll kebawah melihat postingan lainnya. Bertambah remuklah hati ini. Berbagai macam foto mereka berdua ada disana. bahkan foto andara merangkul Mas Amir dari belakang. andara berdiri suamiku duduk dikursi. Dengan pemandangan sebuah cafe konsep pegunungan.
“jangan mengaku cantik kalau belum pacaran dengan suami orang” tulisnya dibawah keterangan gambar. Aku pejamkan mata , air mata kutahan agar tidak tumpah disini.
Kulirik sri, dia sibuk dengan pekerjaanya. Semakin aku lihat kebawah, gambar yang tertera disana semakin membuat dadaku sesak.
Betapa kejamnya mereka berdua membohongiku sedemikian rupa. Dan ahirnya mengaku hilaf. Apakah orang hilaf bisa perpose mesra?
Tidak nampak wajah suamiku tertekan disana senyumnya mengembang sempurna. Ini memang foto lama. Tapi sakitnya yang kembali mendera seperti baru saja terjadi.
kuusap air mata, perihnya hati melihat kemesraan Andara dengan suamiku. Apakata mereka yang melihat postingan ini. yang mengenal Mas Amir sebagai suamiku tapi berpose mesra dengan wanita lain.
“kan sudah saya bilang bu, sakit itu ibu sendiri yang cari. tutup saja, biar ibu bisa memaafkan bapak dengan ikhlas” kata sri, ternyata dia melihatku menghapus air mata tadi.
Aku scroll lagi kebawah, tertegun dengan satu foto
“bang fatih” gumamku lirih. Yah, disana foto bang fatih terpampang nyata. Memakai jas hitam dengan kancing terbuka, memakai kemeja putih didalamnya. berdiri bersandar kesebuah tembok putih, kepala menoleh kekanan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celana. kakinya disilangkan. Benar-benar cool penampilannya.
“jangan panggil namaku Andara kalau aku tidak bisa menaklukkan pria ini” tulisnya dibawah gambar. Jadi, andara pernah mengincar bang fatih juga. Bukankah dia sopir, mengapa penampilannya sekeren ini.
“kamu kenal dia sri” tanyaku pada sri menunjuk dilayar yang menampilkan wajah bang fatih. Dia menghampiriku melihat gambar layar komputer ku.
“keren bu, tapi saya tidak tahu” jawabnya. Kulihat wajahnya santai. Hanya ingin memastikan, kalau sri adalah monica jelas dia tahu karena bang fatih sopir GLOBAL GROUP. Tidak ada yang perlu dicurigai dari wanita ini, wajahnya masih polos seperti biasa.
“ibu mau membalas perselingkuhan bapak?” tanyanya tiba-tiba. Aku tersentak apa-apaan anak ini menuduhku begitu.
__ADS_1
“membalas perselingkuhan dengan perselingkuhan itu hanya menambah kehinaan, berarti aku sama brengseknya dengan mereka” jawabku tegas.
“ooo...syukurlah” jawab sri sambil duduk kembali dimeja kerjanya.
“apa perempuan yang pernah diselingkuhi sama seperti ini ya sri” tanyaku padanya meskipun dia belum berkeluarga setidaknya sri mengerti apa yang menimpa keluargaku. Aku bercerita padanya. yang membuat suamiku berubah manis padaku.
“ya sama bu, curigaan, kehilangan kepercayaan, benci, sakit hati pasti. Butuh waktu untuk menyembuhkan. Dan waktunya tiap orang berbeda. Ibu mungkin termasuk orang yang sulit melupakan” lanjutnya lagi. aku setuju dengan kalimat terahirnya. Sudah tiga bulan berlalu tapi sakit itu masih seperti baru.
Tiba-tiba benda segi empat dimejaku berbunyi. Nama suamiku tertera disana
“sayang, hari ini mas terlambat pulang ada masalah di lapangan, proyek kita mengalami kendala. maafkan mas ya,,,kamu makan malam nggak usah nunggu. takut mas pulang kemaleman” kata suamiku setelah aku menjawab teleponnya.
“iya tidak apa-apa kamu hati-hati disana ”jawabku.
“makasih sayang...” menutup telepon dengan tergesa. Dia lupa menjawab salam penutup.
Hatiku kembali merasa tidak nyaman, tiba-tiba curiga tentang perbuatan suamiku muncul kembali. Apa yang harus aku lakukan ya Allah....mempercayainya, ataukah harus mencari tahu apa yang dilakukannya diluar sana.
“berpikiran positif saja bu, mana tahu beneran ada masalah” jawab sri, seperti bisa mendengar percakapan ku. Aneh sekali anak ini
“saya masih trauma sri, alasan lembur itu sudah bukan hal yang baru lagi”jawabku dengan lemah.
Sungguh hatiku tidak berbohong, bagaimana cara menjelaskan ketakutanku. Bayangan buruk tentang perselingkuhan itu benar-benar menyakitkan
Aku masih menunggu suamiku pulang, jam 10 malam. tapi tidak ada tanda-tanda dia akan datang. Beberapa kali mengganti saluran TV tpi tidak ada satupun acara yang menarik perhatianku. Pikiranku sedang diliputi pertanyaan sedang apa suamiku, bersama siapa. adakah dia memang benar menjaga hatinya untuk tidak tergoda wanita lain.
Suara deru mesin mobil terdengar, aku sedikit bernafas lega. Kubuka pintu menyambutnya datang. Dia menjauhiku, aku yang sudah merentangkan kedua tangan hendak memeluk harus kecewa. Kuambil tas kerjanya.
“belum ngantuk” jawabku singkat
“apa istriku masih punya pikiran jelak tentang suaminya” pertanyaan itu seolah bisa membaca pikiranku
“sedikit..”lagi-lagi jawabanku singkat
“baiklah. sini peluk, tapi jangan protes, karena suamimu ini baunya tidak sedap, dari tadi belum mandi” katanya sambil memelukku erat.
aku mencium bajunya memastikan tidak ada parfum wanita disana
“kamu masih pakai parfum pemberian Andara” tanyaku.
“apa istriku tidak suka, ah,,,aku tahu istriku sedang cemburu?” tanyanya sambil menatapku lekat. Aku menggeleng , jujur apapun yang berhubungan dengan masa lalu suamiku dan Andara aku tidak suka. Membuat pikiran burukku bangkit.
Ada banyak pertanyaan dibenakku, siapa bang fatih sampai andara sempat mengincarnya. Perempuan sekelas Andara tidak mungkin mengejar sopir bukan?
Reno, tiba-tiba nama itu muncul dalam benakku. Dia pasti tahu siapa bang fatih. Nanti akan aku tanyakan padanya.
Makan siangku dengan suami dicafe biasanya. Setelah dia menjemputku tadi dikantor.
“Banyak sekali keamanan GOBAL disini. Ada apa ya?” tanyaku pada suamiku disela menunggu pesanan kami datang
__ADS_1
“kalau pengamannya diperketat biasanya, petinggi GLOBAL ada pertemuan penting dengan pejabat setempat lihat saja ada polisi juga disana” jawab suamiku sambil menunjuk keluar area cafe. Benar saja ada beberapa polisi berjaga disana lengkap dengan senjata laras panjang.
Tiba-tiba...
Braaaakkkk.....!!!!!!
seseorang menggebrak mejaku. Aku terlonjak kaget. Pun dengan suamiku. kami refleks berdiri.
“ahirnya aku menemukanmu wanita ******...!!!!” wanita berambut panjang dengan wajah yang sangat cantik bak artis ibu kota membentakku. Tatapannya tajam wajahnya dipenuhi amarah. Matanya melotot kearahku
“maaf mbak apa kita pernah bertemu? mbak pasti salah orang” jawabku bingung.
“tidak usah pura-pura polos, penampilan alim. Tapi kelakuan seperti pelakor”jawabnya masih dengan nada tinggi. Aku makin bingung.
Ku tatap suamiku, dia pun sama bingungnya. Apa perempuan ini salah orang.
“bisa kita bicara baik-baik, mungkin mbak bisa menjelaskan lebih detail. Saya tidak paham apa yang mbak maksud.
“gara-gara kamu, calon tunanganku memutuskanku sepihak. kami sudah hampir menikah kalau saja. Laki-laki brengsek itu tidak menampakkan diri dihadapan tunanganku dengan selingkuhannya.” Penjelasannya semakin membuatku bingung. Terlebih dia melibatkan suamiku
Kami bertatapan.
“saya?” suamiku menunjuk dirinya sendiri
“siapa lagi, kalau sudah punya istri dijaga. Oh,,, aku salah, ternyata kalian berdua memang keluarga tidak tahu diri.yang satu tukang selingkuh yang satunya lagi pelakor” ada apa ini ya Allah...
Sumpah aku sangat malu, karena perempuan ini, semua tamu dicafe menoleh kearah kami. Aku hanya menunduk menahan tangis yang hampir tumpah. Apa salahku. Mas amir merangkul bahuku menangkan dengan mengusapnya pelan.
“kamu lihat laki-laki disana” tunjuknya kearah yang aku sendiri tidak tahu. Aku tidak peduli. Harga diriku sudah tercabik sekarang.
“jangankan bertemu, mendekat saja tidak bisa. Dulu aku wanita yang dia puja semua dia lakukan untuk membahagiakan aku. Sekarang aku diperlakukan bagaikan sampah” lanjutnya lagi, jangan lupakan nadanya yang masih tinggi dana matanya yang mamsih terbuka lebar.
“maaf mbak, sepertinya memang anda salah orang, saya yakin istri saya tidak seperti yang anda katakan” suamiku membelaku.
Aku tidak peduli, kebencianku yang sudah mulai pudar bangkit kembali. Aku yakin wanita yang sedang mengamuk ini membicarakan tentang perselingkuhan suamiku. aku yang jadi korban disini. Aku yang tersakiti mengapa harus menanggung semua ini
“lepaskan aku” kataku menepis tangan suamiku yang masih memegang bahuku. Dia semakin abingung. Kedua alisnya mengkerut dia menatapku tidak percaya.
“lepaskan aku, sebelum menghajar wanita itu” suara wanita itu lagi menunjuk wajahku.
Pihak keamanan GLOBAL GROUP menariknya paksa.
Aku tidak peduli, sakit hati ini memaksa air mataku menetes. Tidak kuat menahan hantaman kecewa yang bertubi-tubi.
“lihat suamiku, perselingkuhanmu bahkan sudah menyeret orang tidak berdosa terlibat didalamnya. Ceritamu dan wanitamu memang sudah usai. Tapi dosanya mengejarmu bahkan akupun ikut terseret kedalam lingkaran hitam itu. Aku membencimu lebih dari apapun” suaraku memang pelan. Tapi aku tekan.
Tatapanku tajam, mataku berlinang air mata. Aku tidak peduli.
Ini pertama kalinya aku mengungkapkan kebencianku padanya.
__ADS_1
Aku memang tidak begitu paham apa yang dimaksud wanita tadi. Tapi aku yakin ini ada hubungannya dengan perslingkuhan suamiku dan Andara.
Ku tinggalkan dia, aku tidak peduli aku benci semua ini, wanita itu sudah mempermalukanku didepan umum.