Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Makan Siang


__ADS_3

Ali mengangguk pelan membuat Fina tersenyum lembut.


"Ayo segera kesana sebelum istrimu marah-marah padamu," ucap Fina menunjuk arah pintu keluar.


Ali berjalan cepat untuk menemui Dilah. Dilah berulang kali melihat jam, ia mendengus kesal karena Ali sangat lama menurutnya.


"Lama sekali!" Dilah mendengus kesal.


"Maaf Nona," Ali menggaruk kepalanya dan menunduk.


"Ayo!" Dilah menarik tangan Ali dengan kasar agar Ali cepat keluar dari kantor.


Tuhan, dia menyentuh tanganku.


Hati Ali berbunga-bunga. Jantungnya berdebar lebih cepat dari kecepatan normal.


Sesampainya di restauran, Ali memandang wajah Dilah dengan tersenyum. Ia berulang kali bersyukur di dalam hatinya memiliki istri seperti Dilah.


"Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?" Dilah melambaikan tangan karena Ali hanya bengong dan tersenyum melihatnya.


"Kau mau aku pukul?" tanya Dilah.


Sontak Ali menggelengkan kepala untuk memecahkan lamunannya.

__ADS_1


"Tidak Nona," Ali berkata lembut.


Dilah dan Ali makan di restauran tersebut. Hanya ada keheningan diantara mereka berdua.


"Pakai tisu ini, makanan itu membuat wajahmu berantakan," ucap Dilah ketus dan melihat Ali dengan pancaraan mata yang tidak suka.


Ali kaget, dengan cepat ia membersihkan wajahnya dari makanan yang menempel.


"Disini belum," ucap Dilah menunjuk wajahnya sendiri. Agar Ali tahu masih ada makanan menempel di wajahnya.


Ali membersihkan wajahnya sesuai yang ditunjuk Dilah namun ia tidak sempurna membersihkannya. Masih ada makanan yang menempel di wajahnya.


"Kau diam disitu! Biar aku yang membersihkannya!" pinta Dilah dengan wajah datar. Ia membersihkan wajah Ali dari makanan yang menempel dengan kasar, akan tetapi bagi Ali itu sebuah bentuk perhatian untuknya. Ia tidak melewatkan melihat wajah Dilah yang berdekatan dengannya.


"Ehem," dehem Fina menganggu keromantisan yang tidak disengaja.


"Tidak, kau tidak menganggu kami," ucap Dilah ketus, ia melirik Ali dengan tatapan tidak suka.


Mengapa aku membantunya? Batin Dilah.


"Aku meresa menganggu kalian," ucap Fina menahan tawa.


Semoga saja kalian berdua saling mencintai, Batin Fina.

__ADS_1


"Cukup Fina, jangan bermain-main!" Dilah menjadi kesal, ia melihat kesal pada Fina yang ingin mentertawakannya.


"Baik, aku malah semakin yakin kalau aku menganggu kalian, permisi!" Fina menunduk hormat, ketika ia sudah jauh dari Dilah dan Ali. Ia tertawa lepas dengan menutup mulutnya.


***


Jam telah menunjukkan pukul 9 malam. Dilah masih sibuk di ruang kerjanya. Banyak para karyawan yang sudah pulang, hanya Ali dan beberapa karyawan yang lembur yang masih ada di kantor.


Ali masuk ke ruangan bosnya sekaligus ruangan istrinya. "Nona sudah jam 10 malam," ucap Ali yang berdiri di depan pintu.


"Kenapa? Oh ya kau sudah waktunya pulang sejak tadi. Jika ingin pulang, pulanglah lebih dulu!" ucap Dilah tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer.


Ali menggelengkan kepala. Ia duduk di sofa di dalam ruangan bosnya, karena merasa lelah, Ali tertidur di sofa tersebut.


"Akhirnya selesai," Dilah mengangkat tangan karena senang.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Hanya ada Ali dan Dilah di kantor, karyawan yang lembur sudah pulang sejak tadi, tepatnya jam 10 malam.


Dilah memicingkan matanya kearah Ali yang sedang tertidur di sofa. "Pria bodoh itu sedang tidur, apa kutinggal saja dia?" gumam Dilah bertanya pada hatinya.


"Lebih baik kutinggal saja dia," Dilah tersenyum jahat keluar dari ruang kerjanya.


"Ah tidak! Itu keterlaluan namanya," Dilah kembali keruangannya, ia membuka pintu ruang kerjanya dan membangunkan Ali.

__ADS_1


"Hei bodoh! Bangun!" Dilah menepuk pipi Ali pelan agar Ali bangun dari tidurnya.


"Nona Dilah, I Love you." ucap Ali menginggau. Ali menarik tangan Dilah dan tanpa sadar, Ali membuat Dilah jatuh dipelukannya.


__ADS_2