Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan sederhana digelar di kediaman Dilah. Dilah hanya mengundang orang-orang terdekatnya saja. Penghulu datang untuk menikahkan mereka. Ali terlihat pucat, tangannya berkeringat dingin. Apakah hari ini statusnya berubah dari lajang menjadi suami orang?


Ali menarik nafas dalam, ia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan penghulu. Satu tarikan nafas ia dapat mengucapkan ijab kabul dengan benar.


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya pengulu sambil melihat para saksi.


"Sah," ucap saksi bersamaan.


"Selamat! Kalian sah menjadi pasangan suami istri," ucap penghulu sambil melihat Ali dan Dilah secara bergantian.q


Setelah acara selesai di gelar, para tamu undangan sudah pada pulang kecuali Fina.


"Bagaimana selanjutnya untuk rencana kalian?" tanya Fina menegok Ali dan Dilah secara bergantian.


Dilah dan Ali hanya diam, mereka juga canggung antara satu sama lain.


"Sebaiknya kalian bulan madu saja agar cepat punya anak," ucap Fina selanjutnya.


"Aku tidak setuju, aku tetap ingin bekerja. Ada tujuan lain yang ingin aku lakukan," ucap Dilah mengutaran ketidaksetujuaannya.


"Bagaimana kalau kalian tinggal di apartemen, hanya kalian berdua. Semakin sering kalian berduaan, akan besar kemungkinan kalian cepat punya anak," ucap Fina.


"Jadi rumah ini bagaimana?" tanya Dilah yang sepertinya tidak setuju dengan ucapan Fina.

__ADS_1


"Rumah ini ya tetap seperti ini. Sesekali kau bisa melihatnya atau kau memantaunya dari layar cctv yang tersambung di telepon selulermu," ucap Fina memberi saran.


"Baiklah aku dan pria ini akan tinggal di apartemen," Dilah sudah setuju dengan saran Fina.


"Malam ini juga kalian harus melakukannya!" perintah Fina berpura-pura kejam.


Glek!


Dilah dan Ali menelan ludah. Dilah sebenarnya jijik, tapi mau tidak mau ia harus membuang rasa jijik dan benci pada Ali karena ia sangat menginginkan seorang anak.


"Baiklah, sekarang juga kalian bersiap! Aku dan Luci akan membereskan barang-barang kalian." Fina mendatangi Luci untuk meminta bantuannya dalam membereskan barang-barang Dilah dan Ali.


"Nona," suara lembut Ali yang merupakan ciri khasnya ketika berbicara dengan perempuan.


"Aku tidak tahu cara melakukannya," Ali menunduk.


"Huh," Dilah menghela nafas keras.


"Nanti kita akan belajar cara melakukannya," ucap Dilah ketus.


"Ayo berangkat!" ucap Fina yang sudah menyediakan mobil.


Perjalanan antara rumah tersebut dan aparteman hanya bekisar 1 jam. Setelah sampai di aparteman, Luci dan Fina sibuk untuk membereskan barang-barang Dilah dan Ali. Setelah 3 jam membereskannya mereka pamit pulang.

__ADS_1


Malam hari


Ali merasa takut, tapi ia merasa seperti sedang bermimpi. Ali sebentar lagi menjadi orang pertama yang menyentuh Dilah, seorang wanita kaya dan cantiknya tidak perlu diragukan lagi.


Dilah keluar dari kamar, terlihat rambutnya yang masih basah dan jubah mandi yang melekat ditubuhnya.


"Cepat mandi! Aku mau kau wangi saat kita melakukannya," ucap Dilah membentak.


Ali mengangguk patuh, ia langsung masuk ke kamar mandi.


Ya Tuhan, apakah aku sedang bermimpi. Istriku sangat cantik sekali dan aku orang pertama yang akan menyentuhnya.


"Kau sedang apa dikamar mandi, mengapa lama sekali?" tanya Dilah sambil mengetuk pintu.


"Apakah kau sudah tidak sabar, Nona?" Ali mengucapkan dengan nada menggoda.


"Kau ingin aku pukul? Cepat keluar!" ucap Dilah dengan galak.


Ceklek


Ali membuka pintu, ia memakai handuk yang melilit dipinggangnya. Dilah menggelilinginya dengan tatapan membunuh.


"Ingat ya lakukan dengan benar dan lembut. Jangan buat aku merasa sakit! Jika aku merasakan sakit kau akan aku kuliti seperti domba yang disembelih," ucap Dilah mengancam.

__ADS_1


__ADS_2