Bos Galak I Love You

Bos Galak I Love You
Kelahiran Seorang Anak


__ADS_3

Eldo bergidik ngeri, selama ini yang Eldo pikir Ali bahagia memiliki istri cantik dan kaya tapi semua itu ternyata salah.


"Apa maksudmu, Nona?" tanya Eldo heran.


"Aku membenci semua laki-laki termasuk suamiku sendiri. Jangan kau pikir dia hidup enak bersamaku. Oh tidak, itu tidak akan terjadi! Dia hanya suami sewaan agar aku punya anak."


Glek!


Eldo menelan ludah, keringatnya bercucuran deras. Ia salah menduga ternyata teman kecilnya_Ali tidak sebahagia yang ia pikirkan.


"Aku sedang hamil anaknya, tapi jika anak ini laki-laki. Kau siap untuk menikahiku dan menggantikan posisi Ali. Karena aku hanya menginginkan anak perempuan," ujar Dilah menjelaskan.


Eldo menggelengkan kepalanya. Pikirannya mulai kacau, ternyata irinya pada Ali tidak berdasar.


"Kau tidak mau?" Dilah tertawa pelan.


"Kau kejam Nona, kau kejam sekali," ucap Eldo gugup.


Dilah menyeringai, ia mengenggam tangannya erat. Ia menatap Eldo meremehkan.

__ADS_1


"Kau bisa keluar dari ruanganku, Eldo!" ucap Dilah mengusir.


Aku pikir... Aku pikir Ali lebih beruntung dariku, tapi ternyata tidak. Aku yakin hidupnya sengsara. Ya... Ya... Itu bisa jadi!


Gumam-gumam Eldo ketika sudah berada di dalam mobil.


***


Selama beberapa bulan mengandung, Dilah sedikit berubah. Ia jadi lebih lembut kepada Ali. Tapi, semua itu tidak berangsur lama. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter. Ternyata doa Fina, doa Ali, dan doa Dilah tidak dikabulkan oleh Tuhan. Iya, mereka mendoakan agar Dilah mengandung anak perempuan seperti keinginannya. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Hasil USG menunjukkan bayi yang dikandung oleh Dilah adalah bayi laki-laki.


"Ali, kau membuang waktuku," Dilah meninggikan suaranya. Ali hanya menunduk dan menahan rasa sedihnya.


Ali yang diam, akhinya memberanikan diri untuk berbicara. Ia berjongkok dan memegang kaki istrinya.


"Kumohon Nona, kumohon jangan lakukan itu!" Ali menggelengkan kepalanya.


"Ali, kau tahu tujuanku menikah denganmu karena apa? Aku benci semua laki-laki, tapi kenapa? Kenapa? Kenapa aku malah mengandung anak laki-laki?" Dilah berteriak.


"Aku tidak akan membiarkan dia hidup." Dilah menunjuk perutnya.

__ADS_1


"Nona.. Kumohon jangan lakukan itu! Dia anakku... Dia hanya anakku. Tunggu lah beberapa bulan lagi. Lahirkan dia untukku!" Ali melupakan harga dirinya sebagai seorang suami. Ia memegang kaki istrinya dan terus memohon agar anaknya tetap hidup.


mengatur nafasnya yang memburu akibat marah. "Aku akan mempertimbangkannya. Aku bukan sosok pembunuh. Baik, aku akan melahirkan anak ini tapi setelah anak ini lahir. Aku ingin kau dan anak ini keluar dari hidupku."


"Iya... Iya Nona, tidak apa-apa. Asalkan anakku lahir."


Dilah malas berbicara lagi, ia pergi meningalkan Ali.


Beberapa bulan kemudian, Dilah melahirkan anak. Anak yang tidak pernah ia harapkan. Anak yang paling ia benci. Dilah bahkan enggan melihat anaknya sendiri.


Ya Tuhan, hari ini aku merasa senang dan sekaligus sedih. Aku senang akhirnya aku punya anak tapi aku sedih ternyata aku harus pergi meninggalkan orang yang paling aku sayang.


Ali membereskan barang-barangnya. Ia mengambil koper dan menggendong anaknya.


"Nona, aku pamit. Semoga kau bahagia setelah aku pergi. Aku mencintaimu,"


Dilah masih diam, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


Ali berjalan menunduk membawa kopernya sedangkan Dilah masuk ke mobil dan pulang ke rumah besarnya.

__ADS_1


"Sayang, ada Papa di sini. Papa akan melindungimu," ucap Ali sambil mencium putranya yang baru lahir. "Papa akan menjagamu, kita ke rumah nenek ya, kita akan tinggal disana," ucap Ali selanjutnya.


__ADS_2